Selasa, 07 Juli 2026 18:38

Percepat Transformasi TLKM 30, Telkom Pangkas 10 Anak Usaha untuk Efisiensi Operasional

Lisa Emilda
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Penyelesaian streamlining 10 entitas menjadi tonggak penting transformasi Telkom menuju Strategic Holding, guna memperkuat sinergi, tata kelola, dan penciptaan nilai di seluruh portofolio bisnis TelkomGroup.
Penyelesaian streamlining 10 entitas menjadi tonggak penting transformasi Telkom menuju Strategic Holding, guna memperkuat sinergi, tata kelola, dan penciptaan nilai di seluruh portofolio bisnis TelkomGroup.

Percepat strategi TLKM 30, PT Telkom Indonesia resmi pangkas 10 anak usaha di semester I-2026 demi efisiensi capex dan transisi menuju Strategic Holding.

RAKYATKU.COM, JAKARTA – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) resmi menuntaskan penyederhanaan (streamlining) terhadap 10 entitas anak usahanya pada paruh pertama tahun 2026. Langkah agresif ini merupakan bagian dari kepatuhan perseroan terhadap amanat Danantara Asset Management (DAM) dan Badan Pengaturan (BP) BUMN dalam merampingkan struktur perusahaan pelat merah.

Aksi korporasi ini terintegrasi langsung dalam strategi transformasi TLKM 30. Melalui penataan ulang portofolio ini, Telkom fokus menyisir tumpang tindih bisnis, mengoptimalkan entitas potensial, serta melepasan unit usaha non-inti (non-core business).

Menuju Arsitektur Strategic Holding

Baca Juga : Usia 61 Tahun, Telkom Dorong Transformasi TLKM 30 Lewat AIcosystem dan ESG

Penyederhanaan ini memicu perubahan fundamental pada model bisnis Telkom, dari semula bertindak sebagai Operating Holding kini bertransformasi menjadi Strategic Holding. Perusahaan mengadopsi model Holding Company-Operating Company (HoldCo-OpCo) untuk mendorong pertumbuhan nilai grup secara jangka panjang.

Dalam arsitektur baru ini, Telkom (HoldCo) akan memegang kendali penuh pada manajemen portofolio, penguatan tata kelola (governance), serta penciptaan sinergi antar-grup. Sementara itu, eksekusi operasional di lapangan diserahkan sepenuhnya kepada OpCo yang bergerak spesifik di empat lini utama:

Segmen B2C

Baca Juga : Telkom Bukukan Laba Rp17,8 Triliun di 2025, Transformasi TLKM 30 Mulai Tunjukkan Hasil

B2B Infrastructure

B2B ICT

International Business

Baca Juga : Kartini BISA Fest Telkom: Dorong UMKM Perempuan Naik Kelas Lewat Digitalisasi dan Standarisasi

Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, Seno Soemadji, mengungkapkan bahwa langkah ini menjadi fondasi penting agar perseroan dapat bergerak lebih lincah (agile) di tengah ketatnya dinamika industri digital global.

"Transformasi menuntut keberanian untuk menata kembali struktur organisasi agar modal kerja dan investasi benar-benar teralokasikan pada core bisnis yang menjadi kekuatan utama kami. Dengan struktur yang lebih ramping, Telkom memiliki fondasi yang kuat untuk pertumbuhan yang berkualitas," ujar Seno, Senin (6/7/2026).

Anatomi Pangkas Gurita Bisnis: Divestasi, Merger, dan Likuidasi

Baca Juga : Telkom Sapu Bersih Penghargaan Konektivitas Digital 2026, Perkuat Peran Strategis di Ekonomi Nasional

Hingga akhir Juni 2026, rekam jejak penyederhanaan 10 anak usaha TelkomGroup dieksekusi melalui tiga skema strategis yang didasarkan pada evaluasi kinerja dan relevansi bisnis:

Divestasi (2 Entitas): Telkom resmi melepas kepemilikan pada dua unit usaha, yang ditandai lewat penandatanganan Sale and Purchase Agreement (SPA) bersama mitra strategis pada 3 Juni 2026.

Merger Vertikal (2 Entitas): Dua perusahaan digabungkan guna mengonsolidasikan kapabilitas bisnis dan memperkuat daya saing pasar.

Baca Juga : TelkomGroup Berangkatkan 1.924 Pemudik Lewat Program Mudik Gratis Bersama BUMN 2026

Likuidasi (6 Entitas): Enam perusahaan resmi masuk dalam tahapan pembubaran menyusul hasil evaluasi yang menunjukkan minimnya kontribusi nilai terhadap jangka panjang grup.

Seno menggarisbawahi bahwa seluruh proses tata kelola ini dijalankan secara pruden, akuntabel, dan transparan. Demi memitigasi risiko hukum, Telkom berkoordinasi ketat dengan Kejaksaan Agung, BPKP, DAM, dan BP BUMN dengan mengedepankan prinsip Good Corporate Governance (GCG) serta Business Judgment Rule (BJR).

Restrukturisasi SDM Lewat Jalur Sukarela

Baca Juga : TelkomGroup Berangkatkan 1.924 Pemudik Lewat Program Mudik Gratis Bersama BUMN 2026

Menyertai perampingan organisasi tersebut, Telkom memastikan pembenahan sektor sumber daya manusia (SDM) dilakukan dengan tetap menghormati hak-hak normatif karyawan yang terdampak.

Manajemen menegaskan tidak ada pemutusan hubungan kerja sepihak. Penyesuaian dilakukan secara sukarela atas kesepakatan bersama melalui skema Early Retirement Program (ERP) atau program pensiun dini, yang pada tahun 2026 ini difokuskan pada level operasional (OpCo).

Melalui konsolidasi besar-besaran menjelang target jangka menengah tahun 2030 ini, Telkom optimistis mampu mengunci efisiensi belanja modal (capex) sekaligus memosisikan diri sebagai motor utama ekosistem digital nasional yang berdaya saing global.

#telkom indonesia #streamlining telkom #tlkm 30 #anak usaha telkom #strategic holding telkom #seno soemadji #holding bumn danantara #efisiensi telkom #restrukturisasi bumn #saham tlkm terbaru