RAKYATKU.COM, JAKARTA – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) resmi menuntaskan penyederhanaan (streamlining) terhadap 10 entitas anak usahanya pada paruh pertama tahun 2026. Langkah agresif ini merupakan bagian dari kepatuhan perseroan terhadap amanat Danantara Asset Management (DAM) dan Badan Pengaturan (BP) BUMN dalam merampingkan struktur perusahaan pelat merah.
Aksi korporasi ini terintegrasi langsung dalam strategi transformasi TLKM 30. Melalui penataan ulang portofolio ini, Telkom fokus menyisir tumpang tindih bisnis, mengoptimalkan entitas potensial, serta melepasan unit usaha non-inti (non-core business).
Menuju Arsitektur Strategic Holding
Baca Juga : Usia 61 Tahun, Telkom Dorong Transformasi TLKM 30 Lewat AIcosystem dan ESG
Penyederhanaan ini memicu perubahan fundamental pada model bisnis Telkom, dari semula bertindak sebagai Operating Holding kini bertransformasi menjadi Strategic Holding. Perusahaan mengadopsi model Holding Company-Operating Company (HoldCo-OpCo) untuk mendorong pertumbuhan nilai grup secara jangka panjang.
Dalam arsitektur baru ini, Telkom (HoldCo) akan memegang kendali penuh pada manajemen portofolio, penguatan tata kelola (governance), serta penciptaan sinergi antar-grup. Sementara itu, eksekusi operasional di lapangan diserahkan sepenuhnya kepada OpCo yang bergerak spesifik di empat lini utama:
Segmen B2C
Baca Juga : Telkom Bukukan Laba Rp17,8 Triliun di 2025, Transformasi TLKM 30 Mulai Tunjukkan Hasil
B2B Infrastructure
B2B ICT
International Business
Baca Juga : Kartini BISA Fest Telkom: Dorong UMKM Perempuan Naik Kelas Lewat Digitalisasi dan Standarisasi
Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, Seno Soemadji, mengungkapkan bahwa langkah ini menjadi fondasi penting agar perseroan dapat bergerak lebih lincah (agile) di tengah ketatnya dinamika industri digital global.
"Transformasi menuntut keberanian untuk menata kembali struktur organisasi agar modal kerja dan investasi benar-benar teralokasikan pada core bisnis yang menjadi kekuatan utama kami. Dengan struktur yang lebih ramping, Telkom memiliki fondasi yang kuat untuk pertumbuhan yang berkualitas," ujar Seno, Senin (6/7/2026).
Anatomi Pangkas Gurita Bisnis: Divestasi, Merger, dan Likuidasi
Baca Juga : Telkom Sapu Bersih Penghargaan Konektivitas Digital 2026, Perkuat Peran Strategis di Ekonomi Nasional
Hingga akhir Juni 2026, rekam jejak penyederhanaan 10 anak usaha TelkomGroup dieksekusi melalui tiga skema strategis yang didasarkan pada evaluasi kinerja dan relevansi bisnis:
Divestasi (2 Entitas): Telkom resmi melepas kepemilikan pada dua unit usaha, yang ditandai lewat penandatanganan Sale and Purchase Agreement (SPA) bersama mitra strategis pada 3 Juni 2026.
Merger Vertikal (2 Entitas): Dua perusahaan digabungkan guna mengonsolidasikan kapabilitas bisnis dan memperkuat daya saing pasar.
Baca Juga : TelkomGroup Berangkatkan 1.924 Pemudik Lewat Program Mudik Gratis Bersama BUMN 2026
Likuidasi (6 Entitas): Enam perusahaan resmi masuk dalam tahapan pembubaran menyusul hasil evaluasi yang menunjukkan minimnya kontribusi nilai terhadap jangka panjang grup.
Seno menggarisbawahi bahwa seluruh proses tata kelola ini dijalankan secara pruden, akuntabel, dan transparan. Demi memitigasi risiko hukum, Telkom berkoordinasi ketat dengan Kejaksaan Agung, BPKP, DAM, dan BP BUMN dengan mengedepankan prinsip Good Corporate Governance (GCG) serta Business Judgment Rule (BJR).
Restrukturisasi SDM Lewat Jalur Sukarela
Baca Juga : TelkomGroup Berangkatkan 1.924 Pemudik Lewat Program Mudik Gratis Bersama BUMN 2026
Menyertai perampingan organisasi tersebut, Telkom memastikan pembenahan sektor sumber daya manusia (SDM) dilakukan dengan tetap menghormati hak-hak normatif karyawan yang terdampak.
Manajemen menegaskan tidak ada pemutusan hubungan kerja sepihak. Penyesuaian dilakukan secara sukarela atas kesepakatan bersama melalui skema Early Retirement Program (ERP) atau program pensiun dini, yang pada tahun 2026 ini difokuskan pada level operasional (OpCo).
Melalui konsolidasi besar-besaran menjelang target jangka menengah tahun 2030 ini, Telkom optimistis mampu mengunci efisiensi belanja modal (capex) sekaligus memosisikan diri sebagai motor utama ekosistem digital nasional yang berdaya saing global.
