RAKYATKU.COM, BARCELONA — Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat/IOH) menorehkan tonggak baru transformasi digital Indonesia dengan menampilkan panggilan 5G berbasis kecerdasan artifisial (AI) pertama di Asia Tenggara dalam ajang Mobile World Congress 2026 di Barcelona.
Demonstrasi tersebut memperlihatkan bagaimana instruksi suara, data, hingga video dapat diproses dan dikirim lintas negara secara real-time melalui integrasi AI dan network intelligence. Teknologi ini dikembangkan bersama Nokia dan NVIDIA, memanfaatkan konsep AI-RAN (Artificial Intelligence Radio Access Network).
Uji coba ini bukan sekadar demonstrasi teknologi, melainkan gambaran konkret masa depan jaringan telekomunikasi Indonesia yang cerdas, efisien, dan inklusif.
Baca Juga : Indosat Jadi Satu-satunya Telko Indonesia Masuk Fortune Best Companies to Work For Asia Tenggara 2025
Presiden Direktur dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menegaskan bahwa inovasi tersebut membawa pesan besar tentang pemerataan akses digital.
“Pencapaian ini memastikan setiap orang Indonesia, di mana pun mereka berada, dapat merasakan manfaat digitalisasi dan AI. Komitmen kami sederhana; tidak seorang pun boleh tertinggal,” ujarnya di Barcelona.
AI-RAN: Otak Cerdas di Dalam Jaringan
Baca Juga : Dispar Makassar Hadiri High Level Meeting TP2DD 2025 Dorong Percepatan Digitalisasi Daerah
Melalui AI-RAN, kemampuan AI ditanamkan langsung ke dalam infrastruktur jaringan seluler. Integrasi ini memungkinkan jaringan bekerja lebih cepat, adaptif, dan hemat energi. Latensi ditekan, efisiensi spektrum ditingkatkan, dan performa jaringan dioptimalkan secara dinamis.
Implementasi ini membuka peluang luas di berbagai sektor:
Pertanian: Petani dapat mengakses perangkat pertanian presisi berbasis AI secara langsung.
Baca Juga : SATSPAM Jadi Standar Baru Keamanan Digital, IM3 Targetkan Perlindungan Nasional
Kesehatan: Tenaga medis memanfaatkan diagnostik real-time berbasis AI.
Pendidikan: Guru dapat mempersonalisasi metode pembelajaran di daerah mana pun.
Chief Technology and AI Officer Nokia, Pallavi Mahajan, menyebut kolaborasi ini sebagai standar baru jaringan seluler berbasis AI global.
Baca Juga : Internet Tanpa Kabel, Indosat Dorong Revolusi Digital
“IOH, NVIDIA, dan Nokia membentuk ulang cara jaringan beroperasi sekaligus mempercepat ambisi digital Indonesia,” ujarnya.
Sementara Senior Vice President NVIDIA, Ronnie Vasishta, menekankan AI-RAN sebagai platform distribusi kecerdasan ke masyarakat dan dunia usaha.
Integrasi Jaringan, Cloud, dan GPU
Baca Juga : Ketika 5G Bertemu AI, Jurnalis, Gamer, dan Masyarakat Kini Lebih Terkoneksi
Keunggulan strategis Indosat terletak pada perannya yang unik: sebagai operator telekomunikasi, pengelola pusat data, sekaligus penyedia GPU-as-a-Service. Model terintegrasi ini memungkinkan jaringan, cloud, dan AI berjalan dalam satu ekosistem terpadu.
Pendekatan tersebut mempercepat penyediaan layanan digital sekaligus menjaga keberlanjutan dan ketahanan infrastruktur nasional.
Ke depan, Indosat akan mengembangkan empat klaster AI-RAN di berbagai wilayah Indonesia. Langkah ini menjadi fase transisi dari uji coba menuju implementasi komersial, memperkuat network intelligence serta pertumbuhan aplikasi berbasis AI.
Baca Juga : Ketika 5G Bertemu AI, Jurnalis, Gamer, dan Masyarakat Kini Lebih Terkoneksi
Bangun Talenta Lokal AI
Tak hanya fokus pada infrastruktur, Indosat juga membangun fondasi talenta melalui AI-RAN Research Center di Surabaya, bekerja sama dengan Nokia dan NVIDIA. Program ini memberi akses pembelajaran immersive bagi engineer Indonesia di laboratorium inovasi global.
Inisiatif tersebut mempertegas komitmen Indosat dalam membangun ekosistem AI nasional yang inklusif, tangguh, dan berdaulat.
Baca Juga : Ketika 5G Bertemu AI, Jurnalis, Gamer, dan Masyarakat Kini Lebih Terkoneksi
Dengan integrasi AI langsung di dalam jaringan, layanan smart city, layanan publik, dan aplikasi berbasis AI dapat menjangkau wilayah perkotaan hingga daerah terpencil.
Melalui langkah ini, Indosat tidak sekadar menghubungkan perangkat, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan akses digital bagi masyarakat Indonesia.
