RAKYATKU.COM, MAKASSAR — PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (GMTD) menegaskan arah ekspansi dan penguatan bisnis melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026. Selain menyetujui pembagian dividen, perseroan juga merombak jajaran pengurus sebagai bagian dari strategi memperkuat kinerja di tengah dinamika industri properti.
RUPS yang digelar secara hybrid ini menjadi momentum konsolidasi bagi GMTD setelah menghadapi tantangan pasar sepanjang 2025. Presiden Komisaris Irawan Yusuf menyebut, perusahaan mampu menjaga stabilitas kinerja melalui strategi penjualan yang adaptif.
“Kinerja pra-penjualan tetap solid di tengah tekanan pasar. Ini menunjukkan fundamental bisnis yang masih terjaga,” ujarnya.
Baca Juga : Unismuh Genjot Kampus Hijau, Strategi Tembus Peringkat Global
Keputusan pembagian dividen menjadi sinyal positif bagi investor, sekaligus mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menjaga arus kas dan profitabilitas. Langkah ini juga mempertegas komitmen GMTD dalam memberikan nilai tambah kepada pemegang saham di tengah fluktuasi sektor properti.
Di sisi lain, restrukturisasi manajemen menjadi agenda strategis untuk memperkuat arah bisnis jangka menengah. Jajaran komisaris dan direksi baru yang disahkan akan memimpin perusahaan hingga 2029, dengan fokus pada peningkatan kinerja dan akselerasi pertumbuhan.
Direktur Utama GMTD, Ali Said, bersama tim direksi diharapkan mampu mendorong optimalisasi pengembangan kawasan Tanjung Bunga yang selama ini menjadi tulang punggung bisnis perseroan.
Baca Juga : Krisis Air Utara Makassar Disorot, DPRD Desak PDAM Tuntaskan dalam 6 Bulan
Sebagai pengembang kawasan terpadu, GMTD telah mentransformasi Tanjung Bunga menjadi kota mandiri dengan lebih dari 7.900 unit hunian dan ribuan keluarga yang bermukim. Kawasan ini juga menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Makassar bagian barat.
Di tengah tren pemulihan sektor properti nasional, langkah GMTD memperkuat struktur manajemen dan menjaga kepercayaan investor dinilai krusial. Apalagi, industri properti masih menghadapi tantangan dari sisi daya beli, suku bunga, hingga dinamika makroekonomi.
Ke depan, perseroan menargetkan strategi pertumbuhan berkelanjutan dengan mengoptimalkan portofolio bisnis, mulai dari pengembangan residensial, kawasan komersial, hingga sektor pariwisata.
Baca Juga : Pegadaian Dorong Investasi Emas Lewat Golden Run 2026, Literasi Keuangan dan Dampak Sosial Diperkuat
Dengan kombinasi dividen, restrukturisasi manajemen, dan penguatan strategi bisnis, GMTD mengirim sinyal bahwa sektor properti Makassar masih memiliki ruang tumbuh, meski di tengah tekanan pasar yang belum sepenuhnya pulih.
