RAKYATKU.COM, JAKARTA – PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) menunjukkan kinerja solid sepanjang 2025 di tengah ketatnya persaingan industri pembiayaan. Hal ini ditegaskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026 yang sekaligus menyetujui pembagian dividen serta langkah strategis untuk memperkuat struktur bisnis Perseroan.
RUPST dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) digelar secara hybrid di Function Hall Gedung Sentral Senayan 3, Jakarta, serta melalui platform eASY.KSEI. Sejumlah agenda penting dibahas, mulai dari pengesahan laporan keuangan 2025, penggunaan laba bersih, hingga perubahan susunan pengurus dan penunjukan akuntan publik untuk tahun buku 2026.
Presiden Direktur WOM Finance, Djaja Suryanto Sutandar, menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh pemegang saham dan pemangku kepentingan. Ia menegaskan, di tengah tekanan ekonomi dan kompetisi yang tinggi, Perseroan tetap mampu menjaga kinerja positif sekaligus konsisten memberikan nilai tambah melalui pembagian dividen.
Baca Juga : Bukit Baruga Gaspol di PSBM 2026, Tawarkan Hunian Premium dengan Skema Ringan dan Konsep Ramah Lingkungan
“Kepercayaan para stakeholder menjadi fondasi bagi WOM Finance untuk terus tumbuh secara berkelanjutan,” ujarnya.
Dari sisi kinerja, WOM Finance mencatat penyaluran pembiayaan baru sebesar Rp5,94 triliun atau tumbuh 9,35% secara tahunan. Total aset meningkat menjadi Rp7,37 triliun, sementara ekuitas mencapai Rp1,98 triliun.
Direktur WOM Finance, Cincin Lisa Hadi, mengungkapkan Perseroan juga berhasil membukukan laba bersih Rp142,55 miliar dengan rasio profitabilitas yang terjaga, yakni Return on Asset (ROA) sebesar 2,41% dan Return on Equity (ROE) sebesar 7,45%.
Baca Juga : OJK dan Bareskrim Tangkap Tersangka Kasus BPR DCN Malang, Sempat Mangkir dari Pemeriksaan
“Kualitas pembiayaan tetap terjaga dengan rasio NPF gross 2,17% dan NPF net 0,95%. Ini mencerminkan pengelolaan risiko yang prudent serta konsistensi penerapan prinsip kehati-hatian,” jelasnya.
Untuk memperkuat struktur permodalan, WOM Finance telah menerbitkan obligasi melalui Penawaran Umum Berkelanjutan V Tahap II senilai Rp1,5 triliun pada 2025, serta memperoleh tambahan fasilitas kredit perbankan sebesar Rp1,65 triliun.
Selain itu, RUPST juga menyetujui perubahan susunan pengurus Perseroan. Susunan Dewan Komisaris kini dipimpin oleh Presiden Komisaris Steffano Ridwan, sementara jajaran direksi diisi oleh Cincin Lisa Hadi, Hendrik Progo, dan Paulus Cholot Janala. Adapun Dewan Pengawas Syariah tetap diperkuat oleh Abdul Jabar Majid sebagai ketua dan Nadratuzzaman Hosen sebagai anggota.
Baca Juga : DPR Tetapkan Lima Calon Anggota Dewan Komisioner OJK
Dalam RUPSLB, pemegang saham turut menyetujui perubahan Anggaran Dasar guna menyesuaikan dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025, serta rencana pengalihan atau penjaminan sebagian besar hingga seluruh piutang Perseroan.
Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat likuiditas dan mendukung fleksibilitas pendanaan, sekaligus memastikan implementasi strategi korporasi tetap sejalan dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.
Dengan kinerja yang solid dan strategi yang adaptif, WOM Finance optimistis mampu menjaga pertumbuhan berkelanjutan serta memperkuat posisinya di industri pembiayaan nasional pada 2026.
