Kamis, 14 Mei 2026 17:27

Kisruh Kehadiran PHBI di Kelurahan Biring Romang Kecamatan Manggala

Syukur Nutu
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Kantor Lurah Biring Romang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar. (Dok Rakyatku)
Kantor Lurah Biring Romang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar. (Dok Rakyatku)

"Setahu saya PHBI dibentuk atas dasar aspirasi masyarakat, khususnya unsur-unsur pengurus masjid," kata Mariyani, Lurah Biring Romang

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Pengurus masjid Al-Muhajirin, komplek perumahan Unhas, Kelurahan Biring Romang, Kecamatan Manggala, Makassar kecewa dengan pengelolaan hari raya oleh PHBI Kelurahan Biring Romang. Hal ini dikarenakan PHBI disebut hanya melibatkan jamaah yang dianggap tidak mewakili masjid setempat.

"Jemaahnya dilibatkan tapi tidak mewakili masjid, tidak ada pengurus yang mengetahui. Jamaahnya yang dicomot jadi panitia jadi seakan-akan PHBI yang melaksanakan di situ bukan panitia bersama," kata Hamid, Bendahara Pengurus masjid Al-Muhajirin, komplek perumahan Unhas, Kelurahan Biring Romang, Kecamatan Manggala, Makassar pada Rabu 13 Mei 2026.

Dikatakan, saat pelaksanaan shalat idul Fitri lalu pihak masjid Muhajirin menjadi pelaksana kegiatan dimana semua berjalan dengan baik.

Baca Juga : Pemkot Makassar Sambut Baik Rekomendasi DPRD Dalam Rapat Paripurna

"Namun entah ada masalah apa dibilang tidak sukses sementara PHBI saat itu tak ada muncul di lapangan," sambung Hamid.

Sebelum munculnya PHBI di Biring Romang kurang lebih 7 tahun lalu, Hamid menyebut pengelolaan hari raya berjalan dengan lancar dimana masjid Amirul Mukminin dan masjid Al-Muhajirin secara bergantian menjadi pelaksana. Namun setelah munculnya PHBI kebersamaan disebut menjadi renggang. Ia berharap PHBI ke depan ditiadakan mengingat kepengurusan akan berakhir pada tahun 2027.

"Tidak ada manfaatnya. Sebelum ada PHBI kita bersatu, Muhajirin dan Amirul Mukminin bergantian. Misalnya idul Adha Muhajirin, idul Fitri Amirul mukminin," sebutnya.

Baca Juga : Pansel Umumkan 10 Besar Calon Pimpinan BAZNAS Makassar

Bahkan ia menyebut pihaknya sudah pernah mempertanyakan urgensi kehadiran PHBI ke Lurah Biring Romang.

"Waktu ada rapat kami bertanya ke Lurah apa manfaat PHBI dipertahankan, hanya mencerai beraikan saja jamah di sini. Kami masih bisa tanpa dia," sebutnya.

Sementara itu, Prof Mardi Adi Armin selaku Ketua PHBI Manggala menegaskan bahwa pihaknya telah mengakomodir semua pihak dalam kepanitiaan.

Baca Juga : 10 Tahun Berdiri di Atas Fasum, 25 PK5 Tamalanrea Bongkar Lapak Secara Mandiri

"Mengakomodir. Bukan masjidnya tetapi jamaahnya ada di dalam panitia. Bukan hanya Muhajirin paling tidak 3 masjid terlibat kali ini Muhajirin, Amirul Mukminin dan masjid di RW1. Ke tiga jamaah dari masjid-masjid itu dimasukkan dalam kepanitiaan Idul Adha sebagai wujud kerjasama dan persatuan ummat islam. Kita tetap mengedepankan persatuan untuk bersinergi membangun ummat," kata Prof Mardi.

Ia juga mengapresiasi peran pemerintah setempat dalam upaya menjaga kerukunan dan toleransi dan sesama ummat beragama.

"Peran pimpinan kelurahan luar biasa untuk ikut bersinergi menciptakan suasana kondusif agar ummat islam dapat melaksanakan ibadah dengan baik dan rukun damai serta toleransi kepada ummat beragama yang lain. Ummat Islam harus memberi contoh mengenai spirit kedamaian dan ketentraman tersebut," tambah Prof Mardi.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Konsultasi ke Kemendagri, 24 Peserta Siap Ikuti Tahap Wawancara Direksi PDAM

Tokoh masyarakat RW 1 Biring Romang, Rahmat Saleh membenarkan dirinya masuk struktur kepanitian PHBI.

"Di SK saya sebagai pembina," kata Rahmat 

Adapun Mariyani selaku Lurah Biring Romang memastikan semua pihak dilibatkan dalam kepanitian sesuai SK yang diketahui oleh pihak kelurahan.

Baca Juga : Korban Geng Motor di Ablam Dirawat di RS Daya, Biaya Ditanggung Pemkot Makassar

"Unsur-unsurnya ada. Untuk lebih absahnya bisa cek SK tersebut ke PHBI. Lurah hanya mengetahui," kata Mariyani.

Terkait keinginan agar pelaksanaan hari besar dikembalikan ke masjid masing-masing, Mariyani menyebut kehadiran PHBI merupakan aspirasi dari masyarakat termasuk unsur-unsur pengurus masjid.

"PHBI Kelurahan Biring Romang dibentuk sebelum saya menjabat Lurah. Setahu saya PHBI dibentuk atas dasar aspirasi masyarakat, khususnya unsur-unsur pengurus masjid. Mungkin yang mengatakan tidak perlu, kemungkinan tidak ikut dalam rapat pembentukannya dulu," cetus Mariyani.

#Munafri Arifuddin