RAKYATKU.COM, JAKARTA - Para petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi tengah mengikuti bimbingan teknis (bimtek) di asrama haji Pondok Gede, Jakarta.
Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas, menilai bimtek sebagai tahapan penting untuk memastikan petugas kompeten dalam melayani jemaah.
"Luruskan niat. Ikuti bimtek ini dengan baik agar saudara dapat memberikan layanan maksimal ke jemaah," tegas Menag Yaqut di asrama haji Pondok Gede Jakarta, Rabu (12/4/2023).
Baca Juga : Pemerintah Tetapkan Iduladha 1447 H Jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026
Menag Yaqut juga minta agar petugas bukan hanya memberikan pelayanan, tetapi juga menjadi provlem solver atas masalah yang dihadapi jemaah di tanah suci. "Jangan sampai petugas haji malah menjadi bagian masalah," pekiknya mengingatkan.
Menurutnya, pada operasional haji 2022, masih ada petugas yang bermasalah sehingga harus berususan dengan polisi Saudi. Hal itu pada akhirnya menjadi pekerjaan tambahan bagi petugas lainnya.
"Saya tidak ingin dan tidak mau ini terulang. Jalankan semua peraturan. Pahami apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan di Saudi. Minta tolong ini dijaga, jangan sampai saudara justru jadi bagian masalah," kata Gus Men, panggilan akrabnya.
Baca Juga : Banyak Hoaks Menyerang, Menag Tegaskan Tak Ada Toleransi untuk Tindak Kekerasan Seksual
Hal kedua yang dipesankan Menag Yaqut adalah agar petugas sabar dalam menjalankan tugasnya. Menurutnya, sabar adalah kunci.
"Melayani lansia harus sabar. Kalau orang bilang sabar ada batasnya, saya berharap saudara untuk bersabar tanpa batas," sebutnya.
Sabar itu, kata dia, ketika orang berhak dan pantas untuk marah, tetapi memilih untik menahannya. "Tugas saudara di tanah suci akan sangat menantang, kadang mengganggu emosi kita. Tetaplah bersabar," pesannya.
Baca Juga : GERAK Syariah 2026 Catat Lonjakan Signifikan, OJK Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah
"Kalau ingin marah, minum zamzam. Insyaallah tidak akan kering sumur zamzam," kelakarnya.
Tahun lalu, kata dia, masih ada petugas yang emosional saat melayani jemaah. Hal itu agar tidak terulang. Kesabaran petugas tetap dituntut dan tidak boleh dengan alasan apapun kehilangan kesabaran.
"Jangan bentak jemaah. Saudara tidak akan bisa berangkat ke tanah suci untuk bertugas kalau tidak ada jemaah haji. Hormati dan layani mereka dengan baik. Jangan sakiti mereka. Itu sama saja menyakiti tamu Allah. Saya yakin saudara mampu menjaga kesabaran," tuturnya.
Baca Juga : Wali Kota Parepare Terima Penghargaan PENAIS Award 2025 dari Kementerian Agama
Menag Yaqut juga berpesan agar para petugas bekerja secara teamwork. Menurutnya, bimtek bertujuan membentuk tim agar bisa bekerja bersama mewujudkan cita-cita bersama dan memberikan layanan terbaik kepada para jemaah.
"Tolong kerja tim. Hilangkan ego sektoral. Kita zemua bekerja sebagai tim. Itu bekerja sebagaimana organ tubuh. jika ada yang sakit, semua merasakannya," pesannya.
"Hormat saya kepada saudara sekalian, cinta saya kepada saudara sekalian. Insyaallah ini akan mendapat pahala setimpal," tutupnya.
Baca Juga : Kemenag Dukung Cek Kesehatan Gratis bagi 12,5 Juta Siswa Lintas Agama
Bimtek ini akan berlangsung hingga 16 April 2023. Bimtek diikuti 1.234 peserta terdiri atas 928 petugas Kementerian Agama (Kemenag) dan 306 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
