Jumat, 17 Juli 2026 19:15

Di Balik Hafalan 29 Juz, Ada Doa Orang Tua dan Kesabaran Guru yang Tak Pernah Lelah

Lisa Emilda
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Di Balik Hafalan 29 Juz, Ada Doa Orang Tua dan Kesabaran Guru yang Tak Pernah Lelah

Perjalanan Inka Ashahra Rianti menghafal 29 juz Al-Qur'an menjadi bukti sinergi orang tua dan guru RHIS. Sitti Rahmatia mengaku terus mempercayakan pendidikan putrinya di Ranu Harapan Islamic School hingga jenjang SMA.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR Menghafal Al-Qur'an bukanlah perjalanan yang selesai dalam hitungan bulan. Ia adalah ikhtiar panjang yang dipenuhi perjuangan, air mata, rasa lelah, bahkan godaan untuk menyerah. Namun di balik setiap ayat yang berhasil dihafalkan, selalu ada tangan-tangan yang ikut menguatkan: orang tua di rumah dan guru di sekolah.

Kisah itu tergambar dari perjalanan Inka Ashahra Rianti, siswi Ranu Harapan Islamic School (RHIS) yang berhasil menuntaskan hafalan hingga 29 juz. Capaian tersebut menjadi buah dari proses panjang yang dijalani bersama keluarga dan para guru yang terus mendampingi tanpa mengenal lelah.

Bagi sang ibu, Sitti Rahmatia, keberhasilan putrinya bukanlah hasil instan. Ada rutinitas murojaah, menjaga semangat ketika mulai jenuh, hingga memastikan anak tetap menikmati proses belajar tanpa merasa terbebani.

Baca Juga : Air Mata Seorang Ibu di Wisuda Tahfidz RHIS: "Jadilah Anak yang Mencintai Allah, Rasulullah, dan Membanggakan Orang Tua"

"Perjalanan menghafal Al-Qur'an tentu tidak mudah. Ada saat-saat anak merasa lelah, tetapi kami sebagai orang tua selalu berusaha mendampingi dan memberikan semangat. Begitu juga guru-guru di RHIS yang sabar membimbing setiap hari. Alhamdulillah, berkat kerja sama itu anak kami bisa menyelesaikan hafalan hingga 29 juz," tuturnya.

Menurut Sitti Rahmatia, keberhasilan seorang anak tidak pernah berdiri sendiri. Di balik pencapaian itu ada sinergi antara keluarga dan sekolah yang saling menguatkan untuk menjaga semangat anak tetap menyala.

Kepercayaan keluarga terhadap RHIS pun bukan tanpa alasan. Sejak duduk di bangku SMP, Inka telah mengenyam pendidikan di sekolah tersebut. Ketika menyelesaikan jenjang tersebut, keluarga bahkan tidak pernah mempertimbangkan untuk mencari sekolah lain.

Baca Juga : Muhammad Ramli Rahim: Membangun Generasi Qurani adalah Investasi Peradaban

"Bagi kami, setelah lulus SMP tidak pernah terpikir untuk pindah sekolah. Kami langsung mendaftarkan Inka ke jenjang SMA di RHIS karena sudah merasakan sendiri kualitas pendidikannya," katanya.

Keputusan itu lahir dari keyakinan bahwa RHIS mampu menghadirkan keseimbangan antara pendidikan akademik dan pembinaan keislaman. Menurutnya, kedua aspek tersebut berjalan beriringan sehingga anak-anak tidak hanya dipersiapkan menjadi siswa yang berprestasi, tetapi juga pribadi yang berakhlak mulia.

"Menurut saya RHIS seratus persen bagus. Pendidikan agamanya sangat baik, begitu juga pendidikan umumnya. Anak-anak dibimbing menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, sekaligus mencintai Al-Qur'an," ungkapnya.

Baca Juga : Di Balik Lahirnya Hafidz Cilik, Ada Perjuangan Orang Tua Menjaga Semangat Anak Menghafal Al-Qur'an

Sitti Rahmatia berharap RHIS terus berkembang sebagai lembaga pendidikan Islam yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Inovasi, menurutnya, menjadi kunci agar sekolah mampu menjawab tantangan pendidikan masa depan tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam yang menjadi fondasi utamanya.

"Saya berharap RHIS semakin maju, terus menghadirkan inovasi-inovasi baru yang bermanfaat bagi perkembangan pendidikan anak-anak. Semoga sekolah ini terus melahirkan generasi Qurani yang unggul, cerdas, dan berakhlak mulia," ujarnya.

Di balik prosesi Wisuda Tahfidz yang berlangsung khidmat, kisah Inka menjadi pengingat bahwa setiap hafalan yang terpatri dalam hati anak-anak bukan sekadar hasil kerja keras mereka sendiri. Ada doa yang tak pernah putus dipanjatkan orang tua, ada kesabaran guru yang setiap hari membimbing dengan penuh keikhlasan, dan ada sekolah yang menghadirkan lingkungan terbaik agar kecintaan terhadap Al-Qur'an tumbuh menjadi bagian dari kehidupan.

Baca Juga : Satu Keluarga Percayakan Empat Anak di Ranu Harapan Islamic School, Bukti Kepercayaan pada Pendidikan Qurani

Bagi keluarga Sitti Rahmatia, itulah makna sesungguhnya dari pendidikan. Bukan hanya mengejar prestasi, tetapi menanamkan nilai-nilai Al-Qur'an sebagai bekal yang akan menemani anak sepanjang hidupnya.

#Ranu Harapan Islamic School #RHIS #Inka Ashahra Rianti #Sitti Rahmatia #Wisuda Tahfidz #Tahfidz Al-Qur'an #pendidikan Islam #makassar #Generasi Qurani #Yayasan Ranu Prima