Jumat, 17 Juli 2026 19:00

Muhammad Ramli Rahim: Membangun Generasi Qurani adalah Investasi Peradaban

Lisa Emilda
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Muhammad Ramli Rahim, Pembina Yayasan Ranu Prima, dalam mengembangkan Ranu Harapan Islamic School (RHIS)
Muhammad Ramli Rahim, Pembina Yayasan Ranu Prima, dalam mengembangkan Ranu Harapan Islamic School (RHIS)

Pembina Yayasan Ranu Prima Muhammad Ramli Rahim menegaskan Ranu Harapan Islamic School berkomitmen mencetak generasi Qurani yang unggul dalam akademik, berakhlak mulia, dan siap menjadi pemimpin masa depan.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR Di tengah derasnya arus digitalisasi, perubahan sosial, dan tantangan moral yang dihadapi generasi muda, pendidikan Islam tidak lagi cukup hanya mengajarkan kemampuan membaca Al-Qur'an. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana nilai-nilai Al-Qur'an mampu membentuk karakter, integritas, dan kepemimpinan anak sejak usia dini.

Keyakinan itulah yang menjadi fondasi perjuangan Muhammad Ramli Rahim, Pembina Yayasan Ranu Prima, dalam mengembangkan Ranu Harapan Islamic School (RHIS). Baginya, membangun generasi Qurani bukan sekadar mencetak anak yang mampu menghafal ayat-ayat suci, melainkan menyiapkan generasi yang kelak mampu membawa nilai-nilai Al-Qur'an ke dalam setiap aspek kehidupan.

"Ketika kita mendidik seorang anak menjadi dekat dengan Al-Qur'an, sesungguhnya kita sedang membangun masa depan bangsa. Ini bukan hanya investasi pendidikan, tetapi investasi peradaban," ujar Muhammad Ramli Rahim usai Wisuda Tahfidz RHIS di Sandeq Ballroom Claro Hotel Makassar, Jumat (17/7/2026).

Baca Juga : Air Mata Seorang Ibu di Wisuda Tahfidz RHIS: "Jadilah Anak yang Mencintai Allah, Rasulullah, dan Membanggakan Orang Tua"

Pernyataan tersebut menjadi benang merah dari perjalanan RHIS selama empat tahun terakhir. Sekolah yang lahir dengan semangat menghadirkan pendidikan Islam berkualitas itu terus membangun sistem pembelajaran yang mengintegrasikan kecerdasan akademik, pembinaan karakter, serta budaya mencintai Al-Qur'an.

Menurut Ramli, tantangan pendidikan saat ini bukan semata-mata bagaimana melahirkan siswa yang memperoleh nilai akademik tinggi, melainkan bagaimana membentuk manusia yang memiliki akhlak, integritas, empati, dan tanggung jawab sebagai bekal menghadapi masa depan.

Ia meyakini bahwa kecerdasan tanpa akhlak akan kehilangan arah. Sebaliknya, ketika ilmu pengetahuan berjalan seiring dengan nilai-nilai Al-Qur'an, maka akan lahir generasi yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.

Baca Juga : Di Balik Hafalan 29 Juz, Ada Doa Orang Tua dan Kesabaran Guru yang Tak Pernah Lelah

Karena itu, RHIS terus memperkuat program tahfidz sebagai bagian dari pembentukan karakter. Menghafal Al-Qur'an, menurutnya, bukanlah tujuan akhir, melainkan pintu masuk untuk menanamkan kedisiplinan, kesabaran, kejujuran, serta kecintaan kepada ajaran Islam.

"Yang kami cita-citakan bukan hanya melahirkan hafidz dan hafidzah. Kami ingin melahirkan dokter yang hafidz, guru yang hafidz, pengusaha yang hafidz, ilmuwan yang hafidz, pemimpin yang hafidz. Mereka inilah yang kelak membawa nilai-nilai Al-Qur'an dalam profesi dan pengabdiannya kepada masyarakat," tegasnya.

Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari angka kelulusan atau capaian akademik semata. Keberhasilan sesungguhnya adalah ketika sekolah mampu melahirkan generasi yang cerdas, berakhlak mulia, memiliki kepedulian sosial, serta siap menjadi pemimpin yang membawa manfaat bagi umat.

Baca Juga : Di Balik Lahirnya Hafidz Cilik, Ada Perjuangan Orang Tua Menjaga Semangat Anak Menghafal Al-Qur'an

Ke depan, Yayasan Ranu Prima berkomitmen terus memperkuat kualitas pendidikan di RHIS melalui inovasi pembelajaran, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, serta pengembangan program-program yang mampu menjawab kebutuhan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam.

"Harapan kami sederhana tetapi besar. RHIS harus terus menjadi rumah bagi lahirnya generasi Qurani yang unggul, berkarakter, dan siap menjadi bagian dari pembangunan bangsa. Sebab membangun pendidikan hari ini sejatinya sedang membangun peradaban Indonesia di masa depan," tutup Muhammad Ramli Rahim.

#Muhammad Ramli Rahim #Ranu Harapan Islamic School #RHIS #Yayasan Ranu Prima #pendidikan Islam #Generasi Qurani #Tahfidz Al-Qur'an #makassar #Pendidikan Karakter #Wisuda Tahfidz