Jumat, 17 Juli 2026 20:15

Air Mata Seorang Ibu di Wisuda Tahfidz RHIS: "Jadilah Anak yang Mencintai Allah, Rasulullah, dan Membanggakan Orang Tua"

Lisa Emilda
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Air Mata Seorang Ibu di Wisuda Tahfidz RHIS: "Jadilah Anak yang Mencintai Allah, Rasulullah, dan Membanggakan Orang Tua"

Tangis haru Hasnawati mewarnai Wisuda Tahfidz Ranu Harapan Islamic School 2026. Ia berharap putrinya, Kirana Anggreny Asnan, tumbuh menjadi generasi Qurani yang berakhlak mulia, mencintai Rasulullah, agama, dan kedua orang tuanya.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR Di antara senyum para wisudawan dan riuh tepuk tangan yang memenuhi Sandeq Ballroom Claro Hotel Makassar, ada sepasang mata yang tak mampu lagi membendung air mata. Air mata itu bukan karena kesedihan, melainkan rasa syukur seorang ibu yang melihat buah hatinya tumbuh bersama Al-Qur'an.

Perempuan itu adalah Hasnawati, ibu dari Kirana Anggreny Asnan, salah seorang peserta Wisuda Tahfidz Ranu Harapan Islamic School (RHIS) 2026. Dengan suara yang beberapa kali bergetar menahan haru, ia mengungkapkan harapan sederhana yang selama ini selalu dipanjatkannya dalam setiap doa.

"Saya hanya ingin anak saya menjadi ciptaan Allah yang memiliki akhlak yang baik, memiliki ilmu agama yang kuat, mencintai Rasulullah, mencintai kedua orang tuanya, dan mencintai agamanya," ucap Hasnawati sembari menyeka air mata.

Baca Juga : Di Balik Hafalan 29 Juz, Ada Doa Orang Tua dan Kesabaran Guru yang Tak Pernah Lelah

Bagi Hasnawati, capaian yang diraih putrinya bukan sekadar tentang jumlah hafalan Al-Qur'an. Lebih dari itu, ia melihat perjalanan tersebut sebagai proses pembentukan karakter yang akan menjadi bekal sepanjang kehidupan.

Ia menyadari bahwa mendidik anak di era modern bukan perkara mudah. Banyak tantangan yang harus dihadapi orang tua agar anak tetap tumbuh dengan nilai-nilai agama yang kuat. Karena itu, ia merasa bersyukur menemukan lingkungan pendidikan yang mampu berjalan seiring dengan harapan keluarga.

Menurutnya, Ranu Harapan Islamic School tidak hanya mengajarkan anak-anak untuk menghafal Al-Qur'an, tetapi juga membiasakan mereka hidup dengan nilai-nilai Islam dalam keseharian. Dari situlah ia melihat perubahan pada diri putrinya yang semakin santun, disiplin, dan memiliki kecintaan yang lebih besar terhadap Al-Qur'an.

Baca Juga : Muhammad Ramli Rahim: Membangun Generasi Qurani adalah Investasi Peradaban

Di tengah suasana haru wisuda, Hasnawati pun menitipkan pesan yang kelak ingin selalu diingat oleh Kirana sepanjang hidupnya.

"Nak, teruslah menjadi penghafal Al-Qur'an yang baik. Jangan pernah berhenti belajar, jangan pernah meninggalkan Al-Qur'an, dan jadilah anak yang selalu membanggakan orang tua dengan akhlak serta perbuatanmu," pesannya penuh haru.

Baginya, keberhasilan seorang anak tidak diukur dari tingginya jabatan ataupun banyaknya harta yang dimiliki. Kebahagiaan terbesar seorang ibu adalah melihat anaknya tumbuh menjadi pribadi yang beriman, berilmu, serta mampu memberikan manfaat bagi orang lain.

Baca Juga : Di Balik Lahirnya Hafidz Cilik, Ada Perjuangan Orang Tua Menjaga Semangat Anak Menghafal Al-Qur'an

Hasnawati berharap perjalanan Kirana bersama Al-Qur'an tidak berhenti setelah prosesi wisuda. Justru ia ingin hafalan yang telah dibangun selama ini terus dijaga, dipahami maknanya, dan diamalkan dalam setiap langkah kehidupan.

Momen haru itu menjadi salah satu potret yang mewarnai Wisuda Tahfidz RHIS 2026. Di balik setiap anak yang berdiri menerima penghargaan, tersimpan perjuangan panjang orang tua yang tak pernah lelah mendoakan, mendampingi, dan menitipkan harapan agar kelak anak-anak mereka tumbuh menjadi generasi Qurani yang berakhlak mulia.

Air mata Hasnawati hari itu bukan sekadar ungkapan kebahagiaan. Air mata itu menjadi simbol bahwa setiap ayat Al-Qur'an yang berhasil dihafalkan seorang anak sesungguhnya juga lahir dari doa-doa panjang seorang ibu yang tak pernah putus dipanjatkan kepada Allah SWT.

#Kirana Anggreny Asnan #Hasnawati #Ranu Harapan Islamic School #RHIS #Wisuda Tahfidz #Tahfidz Al-Qur'an #pendidikan Islam #Generasi Qurani #makassar #Yayasan Ranu Prima