Senin, 14 Maret 2022 14:08

Serangan Rudal Iran ke Israel Meleset ke Wilayah Arbil Irak

Syukur Nutu
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Ilustrasi -
Foto yang dirilis pada 10 Juli 2008 oleh situs berita Garda Revolusi Iran, Sepah News, tiga rudal meluncur di udara dari lokasi yang dirahasiakan pada 9 Juli 2008. (AFP/SEPAH NEWS)
Ilustrasi - Foto yang dirilis pada 10 Juli 2008 oleh situs berita Garda Revolusi Iran, Sepah News, tiga rudal meluncur di udara dari lokasi yang dirahasiakan pada 9 Juli 2008. (AFP/SEPAH NEWS)

"Sebuah pusat strategis untuk konspirasi dan kejahatan Zionis menjadi sasaran rudal presisi yang kuat yang ditembakkan oleh Korps Pengawal Revolusi Islam"

RAKYATKU.COM - Serangan rudal terjadi pada hari Minggu (13/3) waktu setempat di kota Arbil, Irak utara.

Pihak berwenang di wilayah otonomi Kurdi Irak sebelumnya mengatakan 12 rudal balistik menghujani Arbil dalam serangan sebelum fajar. Serangan itu melukai dua warga sipil sehingga menyebabkan kerusakan material, tanpa ada korban jiwa.

 

Iran mengaku bertanggung jawab atas kejadian itu. Mereka mengatakan serangan itu sebetulnya menargetkan ke 'pusat strategis' Israel namun meleset ke wilayah Irak.

Baca Juga : Uni Eropa Batal Tetapkan IRGC Dalam Daftar Teroris

Pengawal Revolusi Iran mengkonfirmasi mereka menembakkan proyektil dan mengklaim telah menargetkan situs yang digunakan oleh Israel, sebagai sekutu utama Amerika Serikat.

"Sebuah pusat strategis untuk konspirasi dan kejahatan Zionis menjadi sasaran rudal presisi yang kuat yang ditembakkan oleh Korps Pengawal Revolusi Islam," kata Garda, tentara ideologis Iran dalam sebuah pernyataan mengutip AFP, Minggu (13/3).

Serangan ini terjadi hampir satu pekan setelah Garda bersumpah untuk membalas kematian dua perwira mereka yang tewas dalam serangan roket di Suriah. Garda menuduh Israel dan mengatakan Israel akan membayar kejahatannya.

Baca Juga : Iran Peringatkan Konsekuensi Jika Uni Eropa Tetapkan IRGC Sebagai Teroris

Sejauh ini, belum ada reaksi langsung dari Israel terhadap serangan rudal. Kurdi bersikeras jika negara Yahudi itu tidak memiliki 'situs' atau di dekat Arbil. Pihak berwenang Kurdi mengatakan target serangan itu adalah konsulat Arbil Amerika Serikat.

Sponsored by MGID

Sementara itu, Gubernur Arbil Oumid Khouchnaw pada konferensi pers mengatakan ada dua orang yang mengalami luka akibat serangan rudal tersebut. Seorang sopir taksi dan penjaga sebuah peternakan.

Ia menolak dan menyebut tuduhan tak berdasar terkait informasi mengenai keberadaan situs Israel di dan di sekitar Arbil.

Baca Juga : Puluhan Ribu Warga Israel Demo Tolak Pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu

"Kami telah mendengar untuk beberapa waktu bahwa situs Israel hadir. Ini adalah tuduhan tak berdasar. Tidak ada situs Israel di wilayah tersebut," kata Khouchnaw.

Dia mengatakan rudal jatuh ke tanah kosong tetapi bangunan dan rumah rusak. Kementerian dalam negeri di Arbil mengatakan sebuah gedung baru yang menampung konsulat AS di pinggiran kota perumahan menjadi sasaran serangan tersebut.

"Kami mengutuk serangan keterlaluan ini dan menampilkan kekerasan," kata juru bicara Departemen Luar Negeri.

Baca Juga : Protes Anti-Pemerintah Israel Berlangsung di Tel Aviv

Sopir taksi Ziryan Wazir mengatakan sedang berada di mobilnya ketika rudal menghantam.

"Saya melihat banyak debu, kemudian saya mendengar suara yang sangat keras. Kaca mobil saya meledak dan saya terluka di wajah," katanya sembari kepalanya dibalut kain kasa putih dan bekas luka berdarah pada sepanjang pipinya.

Saluran televisi lokal Kurdistan24, yang terletak di dekat konsulat AS memposting gambar di jejaring sosial kantornya yang rusak dengan bagian langit runtuh akibat pecahan kaca.

Baca Juga : Penjualan Senjata Amerika Serikat ke Negara-negara NATO Meningkat

Sementara itu, seorang koresponden AFP di Arbil mengatakan dia mendengar tiga ledakan sebelum fajar.

 

Sumber : CNN

#Iran #Israel #Amerika Serikat #Irak