RAKYATKU.COM, MAKASSAR — Bulan Ramadan tidak hanya identik dengan ibadah puasa, tetapi juga menjadi momentum bagi banyak komunitas dan institusi untuk memperkuat kepedulian sosial. Tradisi berbagi dengan anak yatim maupun masyarakat sekitar kerap menjadi cara sederhana untuk menumbuhkan kembali nilai kebersamaan yang sering kali terpinggirkan dalam rutinitas sehari-hari.
Hal tersebut juga tercermin dalam kegiatan yang digelar oleh Vasaka Hotel Makassar, yang memanfaatkan Ramadan sebagai ruang untuk mempertemukan karyawan dan anak-anak dari Panti Asuhan An-Nur dalam suasana kebersamaan.
Kegiatan berbuka puasa bersama yang berlangsung di lingkungan hotel tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga bagian dari upaya membangun hubungan sosial yang lebih dekat antara dunia usaha dengan komunitas di sekitarnya.
Baca Juga : KALLA Land Perkuat Silaturahmi dengan Media Lewat Buka Puasa Bersama di Makassar
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, para peserta juga mendapatkan tausiyah dari Mahdin Muhammad yang mengangkat tema “Ramadan sebagai pelajaran hidup”. Pesan yang disampaikan menekankan bahwa Ramadan tidak sekadar ritual tahunan, tetapi juga kesempatan untuk memperbaiki diri, menumbuhkan empati, serta memperkuat kepedulian terhadap sesama.
Momentum seperti ini dinilai penting karena dunia kerja yang semakin dinamis sering kali membuat interaksi sosial menjadi terbatas. Melalui kegiatan kebersamaan di bulan Ramadan, ruang untuk saling berbagi pengalaman dan perhatian kembali terbuka.
Cluster General Manager Vasaka Hotel Makassar, Anton Subiyakto, menilai bahwa kegiatan berbagi selama Ramadan menjadi cara sederhana untuk memperkuat nilai kemanusiaan di lingkungan kerja sekaligus memberikan perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan.
Baca Juga : Pelindo Regional 4 Bukber Bersama Pedagang Asongan di Pelabuhan Makassar
Menurutnya, kegiatan sosial semacam ini diharapkan dapat memberikan kebahagiaan bagi anak-anak yang hadir sekaligus memperkuat rasa kebersamaan di antara para karyawan.
Di tengah kesibukan industri perhotelan yang terus bergerak, kegiatan sosial selama Ramadan menjadi pengingat bahwa keberhasilan bisnis tidak hanya diukur dari layanan kepada tamu, tetapi juga dari kontribusi nyata terhadap lingkungan sosial di sekitarnya.
