RAKYATKU.COM, MAKASSAR — Peningkatan mobilitas masyarakat menjelang Ramadan hingga Idul Fitri mulai berdampak pada kebutuhan energi di wilayah Sulawesi. Data Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menunjukkan konsumsi bahan bakar dan energi mengalami kenaikan signifikan dibandingkan rata-rata harian normal.
Lonjakan tersebut diperkirakan sejalan dengan potensi pergerakan masyarakat selama musim mudik Lebaran. Berdasarkan proyeksi Badan Pusat Statistik Sulawesi Selatan, mobilitas masyarakat pada periode Idul Fitri 2026 diperkirakan mencapai 5 hingga 6 juta orang.
Peningkatan mobilitas tersebut tercermin pada konsumsi berbagai jenis energi. Hingga pertengahan Maret 2026, konsumsi BBM jenis gasoline seperti Pertalite dan Pertamax series tercatat meningkat sekitar 10,3 persen dibandingkan rata-rata normal.
Baca Juga : Jalur Mudik Sulsel Dipantau, Kalla Toyota Siagakan Posko 24 Jam dan Layanan Darurat
Sementara itu, konsumsi BBM jenis gasoil seperti Biosolar dan Dex series naik lebih tinggi, yakni sekitar 12,7 persen. Kenaikan juga terlihat pada LPG yang meningkat 6,6 persen serta avtur yang naik 12,6 persen, seiring meningkatnya aktivitas transportasi udara.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Deny Sukendar, mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk menjaga stabilitas pasokan energi selama periode Ramadan dan Idul Fitri.
Menurutnya, Pertamina memperkuat distribusi BBM, LPG, dan avtur di sejumlah wilayah yang diprediksi mengalami lonjakan konsumsi, khususnya di jalur transportasi utama dan kawasan dengan mobilitas tinggi.
Baca Juga : Direksi Pertamina Tinjau Kesiapan Avtur di Bandara Hasanuddin Jelang Mudik Lebaran
Selain menjaga ketersediaan energi, Pertamina juga menghadirkan fasilitas tambahan bagi pemudik melalui Serambi MyPertamina, yang menyediakan ruang istirahat dan berbagai layanan pendukung perjalanan.
Fasilitas tersebut tersedia di beberapa titik strategis seperti Bandara Internasional Sultan Hasanuddin serta sejumlah SPBU di wilayah Maros, Barru, dan jalur utama lainnya. Layanan ini dilengkapi fasilitas seperti mini klinik, barbershop, ruang ibu dan anak, serta area bermain bagi keluarga yang sedang melakukan perjalanan jauh.
Dengan meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode mudik, kesiapan distribusi energi menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran aktivitas transportasi di berbagai wilayah.
