RAKYATKU.COM, MAKASSAR — Ratusan kader dan pengurus Nahdlatul Ulama (NU) menyambut hangat kehadiran KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) di Hotel Claro Makassar. Cicit Pendiri NU sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng tersebut hadir dalam agenda silaturahmi Pembumian Qanun Asasi untuk Nahdlatul Ulama.
Dalam kesempatan yang dihadiri jajaran Pengurus Wilayah (PWNU) dan Pengurus Cabang (PCNU) se-Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat tersebut, Gus Kikin secara terbuka menyatakan kesiapannya untuk melangkah dalam kontestasi calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
"Siap. Namanya berkhidmat di NU itu ya berkhidmat. Bukan jadi pemimpin di NU itu terus menikmati. Khidmat itu tanggung jawab kepada umat," ujar Gus Kikin saat ditemui usai kegiatan.
Baca Juga : Sambut HUT ke-28 dan HUT RI ke-81, GMTD Gelar Syukuran dan Berbagi Bantuan ke Panti Asuhan
Dukungan untuk Gus Kikin terus mengalir. Selain mengantongi dukungan resmi dari PWNU Jawa Timur dan 45 PCNU se-Jawa Timur, kini arus dukungan juga datang dari kader serta pengurus NU di wilayah Sulselbar. Kesiapan ini ia tanggapi dengan tenang tanpa ambisi pribadi.
"Waduh, saya tidak menghitung itu. Kalau mau dipilih ya silakan saja. Kesiapannya siap. Kalau ditunjuk siap, kalau tidak dipilih ya saya tidak apa-apa," tuturnya lepas.
Membumikan Kembali Mahakarya 1926 Warisan Hadratus Syekh
Baca Juga : Andi Tenri Uji Idris Dorong Warga Mamarita Manfaatkan Layanan Disdukcapil Go Digital
Selain agenda konsolidasi, kehadiran Gus Kikin di Makassar membawa misi penting untuk mengenalkan dan menghidupkan kembali Qanun Asasi—dokumen pedoman dasar pergerakan NU yang dirumuskan langsung oleh sang kakek buyut, Hadratus Syekh KH Hasyim Asy'ari, pada periode 1926–1929.
Gus Kikin menilai Qanun Asasi merupakan roh dan kompas organisasi agar NU dapat terus menjadi wadah yang menyatukan dan menentramkan bangsa.
"Kehadiran saya di Makassar, pertama adalah merajut silaturahmi. Yang kedua, saya mengenalkan buku Qanun Asasi," jelasnya.
Baca Juga : Usung Konsep Marketing 7.0, Pegadaian Kanwil VI Sinergikan Teknologi AI dan Sentuhan Empati
Ia berharap melalui nilai-nilai yang terkandung dalam Qanun Asasi, nilai kekeluargaan dan kesantunan di tubuh NU dapat terus terjaga secara berkelanjutan.
"Supaya NU nanti itu jadi guyub, jadi adem, jadi ayem, tentrem," tegasnya.
