RAKYATKU.COM, MAKASSAR — Ketua Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI) Sulawesi Selatan, Boas Singkali, menyatakan dukungannya terhadap langkah Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan reshuffle Kabinet Merah Putih.
Reshuffle yang dilakukan pada 1 Oktober 2026 menjadi perombakan kabinet ketujuh sejak Prabowo dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia pada 20 Oktober 2024. Artinya, dalam kurun waktu belum genap dua tahun pemerintahan, Kabinet Merah Putih telah mengalami tujuh kali perombakan.
Boas menilai, penyegaran kabinet merupakan kewenangan Presiden sekaligus bagian dari upaya memastikan pemerintahan berjalan efektif dalam menjalankan agenda pembangunan nasional.
Ia berharap reshuffle kali ini tidak berhenti pada pergantian posisi dan struktur pemerintahan, tetapi benar-benar menghasilkan peningkatan kinerja yang dapat dirasakan masyarakat, terutama dalam sektor ekonomi.
«“Semoga dengan adanya reshuffle ini, pertumbuhan ekonomi di Indonesia makin baik. Kita berharap Indonesia bisa bertumbuh lebih cepat,” ujar Boas Singkali.»
Menurutnya, tantangan pemerintah ke depan bukan hanya bagaimana membentuk komposisi kabinet, tetapi bagaimana memastikan setiap kementerian dan lembaga mampu bekerja secara optimal, cepat dan terukur.
Baca Juga : Dian Harapan Kembali Tembus Empat Besar Honda DBL Sulsel 2026, Konsisten di Fase Akhir
“Yang kita harapkan tentu bukan hanya pergantian orang, tetapi ada peningkatan kinerja. Kalau kinerja pemerintah semakin baik, tentu dampaknya diharapkan bisa dirasakan masyarakat dan dunia usaha,” katanya.
Boas menambahkan, pertumbuhan ekonomi harus menjadi salah satu perhatian utama pemerintah. Pemerintah dinilai perlu memastikan kebijakan yang dihasilkan mampu mendorong investasi, memperluas kesempatan kerja, memperkuat dunia usaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dukungan PIKI Sulsel terhadap reshuffle tersebut, kata Boas, juga dilandasi harapan agar pemerintahan Prabowo-Gibran semakin solid dalam menjalankan program pembangunan.
Baca Juga : Rajawali Kembali ke Final Honda DBL Sulsel 2026, Kebangkitan Setelah Dua Musim Sulit
“Harapan kita sederhana, Indonesia semakin maju, ekonomi semakin kuat dan pertumbuhannya semakin cepat. Kita ingin melihat hasil nyata dari kebijakan pemerintah yang berdampak langsung kepada masyarakat,” ujarnya.
Tujuh Kali Reshuffle
Sejak Kabinet Merah Putih diumumkan pada 20 Oktober 2024, Presiden Prabowo tercatat telah melakukan tujuh kali reshuffle. Perombakan pertama dilakukan pada 19 Februari 2025 dan berlanjut dengan sejumlah perubahan pada 2025 hingga 2026.
Baca Juga : Tembakan Penentu Kevin Christopher Antar SMA Frater Juara AZA 3X3 Honda DBL Sulsel 2026
Reshuffle terbaru pada 1 Oktober 2026 menjadi yang ketujuh. Dalam perombakan tersebut, Prabowo melantik sejumlah menteri dan wakil menteri, termasuk melakukan pergantian pada sejumlah posisi strategis.
Dengan dinamika tersebut, Boas berharap jajaran kabinet yang kini dipercaya Presiden dapat segera bekerja maksimal dan menjadikan momentum reshuffle sebagai bagian dari upaya mempercepat pencapaian target pembangunan nasional.
“Kita berharap kabinet yang ada sekarang bisa bekerja lebih efektif, lebih cepat dan memberikan hasil yang nyata. Pada akhirnya, masyarakat ingin melihat Indonesia tumbuh dan kesejahteraan semakin baik,” pungkasnya.
