Rabu, 13 Mei 2026 17:40

OJK Jadikan Rebalancing MSCI Momentum Perkuat Reformasi dan Integritas Pasar Modal Indonesia

Lisa Emilda
Konten Redaksi Rakyatku.Com
OJK Jadikan Rebalancing MSCI Momentum Perkuat Reformasi dan Integritas Pasar Modal Indonesia

OJK menilai rebalancing indeks MSCI sebagai momentum memperkuat integritas dan reformasi pasar modal Indonesia di tengah dinamika global dan volatilitas jangka pendek.

RAKYATKU.COM, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan menegaskan bahwa pengumuman Index Review Rebalancing oleh MSCI Inc. menjadi momentum penting untuk melanjutkan reformasi dan memperkuat integritas pasar modal Indonesia di tengah dinamika pasar global.

Dalam siaran pers yang dirilis Rabu (13/5/2026), OJK menyatakan terus mencermati perkembangan pasar modal domestik pasca pengumuman penyesuaian komposisi indeks MSCI yang diumumkan pada 12 Mei 2026.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menjelaskan bahwa perubahan komposisi indeks MSCI merupakan bagian dari mekanisme peninjauan berkala yang mempertimbangkan sejumlah faktor seperti kapitalisasi pasar, free float, likuiditas, hingga dinamika harga saham.

Baca Juga : Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I 2026, Konsumsi Domestik Jadi Penyangga Utama di Tengah Tekanan Global

Menurutnya, fenomena tersebut tidak hanya dialami Indonesia, tetapi juga terjadi hampir di seluruh pasar Asia-Pasifik pada periode review kali ini. Jepang tercatat mengalami 14 emiten keluar dari indeks MSCI Global Standard Index, Taiwan 7 emiten, Malaysia 6 emiten, serta Korea Selatan 3 emiten. Bahkan Tiongkok yang menambah 22 emiten baru juga mengalami keluarnya 24 emiten dari indeks tersebut.

“Rebalancing ini mencerminkan adanya penyesuaian global portfolio allocation dan dinamika pasar yang cukup luas di berbagai negara, bukan semata isu spesifik Indonesia,” ujar Friderica.

OJK memandang kondisi tersebut sebagai peluang untuk memperkuat kualitas pasar modal nasional melalui peningkatan integritas pasar, penguatan likuiditas dan free float saham, perluasan basis investor, serta peningkatan tata kelola emiten.

Baca Juga : OJK Dorong Kepastian Hukum Penanganan Kredit Macet, Tegaskan Pentingnya Business Judgement Rule di Perbankan

Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan daya saing pasar modal Indonesia di tingkat global sekaligus memperkuat kepercayaan investor domestik maupun internasional terhadap stabilitas sistem keuangan nasional.

Friderica menegaskan bahwa fundamental sektor jasa keuangan Indonesia hingga saat ini tetap resilien dan stabil. Karena itu, volatilitas jangka pendek maupun perubahan indeks global tidak mengubah komitmen regulator dalam menjaga pasar modal yang sehat, transparan, dan kredibel.

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas pasar modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menyebut keluarnya sejumlah emiten Indonesia dari indeks MSCI merupakan konsekuensi jangka pendek dari agenda reformasi integritas pasar modal yang tengah dijalankan OJK bersama Self-Regulatory Organizations (SRO).

Baca Juga : OJK Dorong Generasi Muda Melek Risiko Kripto di Tengah Lonjakan Investasi Aset Digital

Menurut Hasan, dampak jangka pendek berupa tekanan terhadap harga saham telah diperhitungkan sejak awal sebagai bagian dari proses pembentukan fondasi baru pasar modal Indonesia.

“Short-term pain ini menjadi konsekuensi yang memang sudah kami perkirakan sejak awal. Namun dalam jangka panjang, reformasi ini diharapkan mampu menghadirkan kualitas emiten yang lebih baik dan meningkatkan daya tarik investasi pasar modal Indonesia,” jelas Hasan.

Ia juga optimistis pasar modal Indonesia tetap memiliki prospek yang kuat, didukung fundamental ekonomi domestik yang stabil, pertumbuhan jumlah investor, serta kinerja emiten yang positif pada triwulan I-2026.

Baca Juga : OJK Perkuat Kerja Sama Indonesia-Australia Tangani Scam Keuangan Lintas Negara

OJK mencatat rasio Price-to-Earnings Ratio (PER) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat ini berada di level 16 kali, disertai pertumbuhan pendapatan dan laba emiten yang tetap positif sepanjang kuartal pertama tahun ini.

Dalam menjaga stabilitas pasar, OJK bersama SRO juga terus memperkuat koordinasi kebijakan, termasuk memperpanjang kebijakan buyback saham tanpa melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Kebijakan tersebut diharapkan dapat menjaga stabilitas dan kepercayaan investor di tengah tekanan pasar global.

Ke depan, OJK menegaskan akan terus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan guna mempercepat reformasi integritas pasar modal dan meningkatkan kredibilitas serta investability pasar modal Indonesia di mata investor global.

#OJK #MSCI #pasar modal #IHSG #Bursa Efek Indonesia #investasi #Saham #Reformasi Pasar Modal #Friderica Widyasari Dewi #Hasan Fawzi