RAKYATKU.COM,MAKASSAR — Wakil Wali Kota Parepare, Hermanto, mewakili Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Optimasi Pengairan Pertanian Provinsi Sulawesi Selatan. Rakor tersebut digelar di Baruga Asta Cita, Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Kamis (17/04/2025).
Baca Juga : Appi: PSEL di TPA Antang Paling Efisien, Tekan Beban Daerah
Baca Juga : Pemprov Sulsel Bantah Penggunaan Anggaran Rp2 Miliar untuk Sewa Helikopter
Rapat dipimpin langsung oleh Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, dan dihadiri oleh seluruh perwakilan kepala daerah se-Sulawesi Selatan. Dalam kesempatan itu, Hermanto didampingi Kepala Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan (PKP) Kota Parepare, Wildana. Juga jajaran Dinas PU.
Baca Juga : Appi: PSEL di TPA Antang Paling Efisien, Tekan Beban Daerah
Baca Juga : Pemprov Sulsel Bantah Penggunaan Anggaran Rp2 Miliar untuk Sewa Helikopter
Salah satu topik utama dalam rakor adalah pemaparan data realisasi luas tanam padi per April 2025. Berdasarkan data yang disampaikan, Kota Parepare mencatatkan Luas Baku Sawah (LBS) sebesar 753 hektare. Target tanam dari pemerintah pusat untuk April 2025 ditetapkan sebanyak 110 hektare. Hingga 1-16 April, realisasi tanam telah mencapai 22,90 hektare, atau 20,82 persen dari target pusat.
Baca Juga : Appi: PSEL di TPA Antang Paling Efisien, Tekan Beban Daerah
Baca Juga : Pemprov Sulsel Bantah Penggunaan Anggaran Rp2 Miliar untuk Sewa Helikopter
Baca Juga : 44 Jemaah Umrah Asal Parepare Terlantar di Arab Saudi, Diduga Tertipu Travel
Wakil Wali Kota Parepare, Hermanto, menjelaskan bahwa capaian ini merupakan hasil sinergi antara pemerintah kota dan para petani dalam menjaga ketahanan pangan di tengah tantangan perubahan iklim.
Baca Juga : Appi: PSEL di TPA Antang Paling Efisien, Tekan Beban Daerah
Baca Juga : Pemprov Sulsel Bantah Penggunaan Anggaran Rp2 Miliar untuk Sewa Helikopter
Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Parepare berkomitmen mendukung kebijakan pemerintah pusat dalam penguatan sektor pertanian, termasuk dengan memperkuat infrastruktur irigasi dan ketersediaan alat mesin pertanian (alsintan).
Baca Juga : Appi: PSEL di TPA Antang Paling Efisien, Tekan Beban Daerah
Baca Juga : Pemprov Sulsel Bantah Penggunaan Anggaran Rp2 Miliar untuk Sewa Helikopter
"Pertanian adalah sektor strategis yang menopang ketahanan pangan. Pemerintah akan terus hadir dalam memastikan kebutuhan petani terpenuhi, baik dari segi sarana, prasarana, maupun pendampingan teknis," ujar Hermanto.(*)
