RAKYATKU.COM,MAKASSAR — Wakil Wali Kota Parepare, Hermanto, mewakili Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Optimasi Pengairan Pertanian Provinsi Sulawesi Selatan. Rakor tersebut digelar di Baruga Asta Cita, Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Kamis (17/04/2025).
Baca Juga : BPK Serahkan LHP LKPD 2025, Kota Parepare Pertahankan Predikat WTP
Baca Juga : Awali Bulan Juni, Wadir RSUD Andi Makkasau Terus Tekankan Peningkatan Kualitas Layanan
Rapat dipimpin langsung oleh Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, dan dihadiri oleh seluruh perwakilan kepala daerah se-Sulawesi Selatan. Dalam kesempatan itu, Hermanto didampingi Kepala Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan (PKP) Kota Parepare, Wildana. Juga jajaran Dinas PU.
Baca Juga : BPK Serahkan LHP LKPD 2025, Kota Parepare Pertahankan Predikat WTP
Baca Juga : Awali Bulan Juni, Wadir RSUD Andi Makkasau Terus Tekankan Peningkatan Kualitas Layanan
Salah satu topik utama dalam rakor adalah pemaparan data realisasi luas tanam padi per April 2025. Berdasarkan data yang disampaikan, Kota Parepare mencatatkan Luas Baku Sawah (LBS) sebesar 753 hektare. Target tanam dari pemerintah pusat untuk April 2025 ditetapkan sebanyak 110 hektare. Hingga 1-16 April, realisasi tanam telah mencapai 22,90 hektare, atau 20,82 persen dari target pusat.
Baca Juga : BPK Serahkan LHP LKPD 2025, Kota Parepare Pertahankan Predikat WTP
Baca Juga : Awali Bulan Juni, Wadir RSUD Andi Makkasau Terus Tekankan Peningkatan Kualitas Layanan
Baca Juga : Gubernur Andi Sudirman Apresiasi Pengungkapan Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi
Wakil Wali Kota Parepare, Hermanto, menjelaskan bahwa capaian ini merupakan hasil sinergi antara pemerintah kota dan para petani dalam menjaga ketahanan pangan di tengah tantangan perubahan iklim.
Baca Juga : BPK Serahkan LHP LKPD 2025, Kota Parepare Pertahankan Predikat WTP
Baca Juga : Awali Bulan Juni, Wadir RSUD Andi Makkasau Terus Tekankan Peningkatan Kualitas Layanan
Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Parepare berkomitmen mendukung kebijakan pemerintah pusat dalam penguatan sektor pertanian, termasuk dengan memperkuat infrastruktur irigasi dan ketersediaan alat mesin pertanian (alsintan).
Baca Juga : BPK Serahkan LHP LKPD 2025, Kota Parepare Pertahankan Predikat WTP
Baca Juga : Awali Bulan Juni, Wadir RSUD Andi Makkasau Terus Tekankan Peningkatan Kualitas Layanan
"Pertanian adalah sektor strategis yang menopang ketahanan pangan. Pemerintah akan terus hadir dalam memastikan kebutuhan petani terpenuhi, baik dari segi sarana, prasarana, maupun pendampingan teknis," ujar Hermanto.(*)
