Kamis, 26 Januari 2023 09:48

Mentan SYL Tutup Rakernas Pertanian 2023, Ajak Jajaran Tingkatkan Produksi dan Kendalikan Inflasi

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Menteri Pertanian (Mentan) RI, Syahrul Yasin Limpo (SYL), pada Rapat Kerja Nasional (rakernas) Pembangunan Pertanian 2023 di Hotel Bidakara Jakarta, Rabu (25/1/2023).
Menteri Pertanian (Mentan) RI, Syahrul Yasin Limpo (SYL), pada Rapat Kerja Nasional (rakernas) Pembangunan Pertanian 2023 di Hotel Bidakara Jakarta, Rabu (25/1/2023).

"Inilah saatnya idelisme kita keluarkan, perkuat dengan nasionalisme untuk membangun kepentingan bangsa, negara dan rakyat dan mengendalikan inflasi serta tingkatkan produksi," kata Mentan SYL.

RAKYATKU.COM, JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) RI, Syahrul Yasin Limpo (SYL), menutup Rapat Kerja Nasional (rakernas) Pembangunan Pertanian 2023 di Hotel Bidakara Jakarta, Rabu (25/1/2023).

Dalam penutupan ini, Mentan SYL mengajak seluruh jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) RI meningkatkan kinerjanya dalam mengendalikan inflasi serta mewujudkan pertanian yang lebih kuat dengan meningkatkan produksi.

 

"Inilah saatnya idelisme kita keluarkan, perkuat dengan nasionalisme untuk membangun kepentingan bangsa, negara dan rakyat dan mengendalikan inflasi serta tingkatkan produksi. Kalian harus jadi pembela negara, kalian harus jadi pejuang dan pembela rakyatnya. Tentu kita mau lihat ke depan rakyat kita hidupnya makin sejahtera," ujar Mentan SYL.

Baca Juga : Mentan SYL Minta Jajaran Perkuat Harmonisasi-Sejahterakan Petani

Sejauh ini, kata Mentan SYL, pertanian memberi kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional serta mampu mengendalikan inflasi secara nyata. Pertanian juga menjadi salah satu solusi atas lapangan kerja hingga berjuta-juta.

"Kinerjamu sudah luar biasa sehingga mampu mempertahankan dan mengendalikan inflasi yang ada. Jadi, ke depan tidak ada lagi pertanaman yang hanya berkutik di budidaya, pikiranmu harus tertuju pada pasca panen, pengolahan dan market," katanya.

Ke depan, Mentan SYL mengungkapkan bahwa tantangan sektor pertanian makin berat karena terjadi perubahan akibat berbagai gekolak dunia. Di antaranya perang berkepanjangan antara Rusia dan Ukraina. Karena itu, pertanian harus dijaga dan dikerjakan bersama terutama dalam memperkukuh pangan Indoensia.

Baca Juga : Ketua Bidang Pangan Oase-KIM Dorong Pemanfaatan Pekarangan Sebagai Sumber Makanan Sehat

"Maju mandiri dan modern itu salah satunya menyikapi inflasi dan subtitusi impor. Kita tanam kedelai, yuk, dan jangan dibeli dengan harga Rp5.000. Minimal sama dengan harga jagunglah supaya petani mau bertanam," ucapnya.

Sponsored by MGID

Sebelumnya, Wakil Presiden (Waprs) RI, Maruf Amin, mengapresiasi capaian dan kinerja jajaran Kementan yang mampu menjaga kondisi pangan Indonesia disaat krisis dunia melanda.

"Saya memberikan apresiasi buat teman-teman pertanian dan untuk jajaran Kementan yang selama ini telah menjaga dan mempertahankan pertanian Indonesia," tuturnya.

Baca Juga : Pemprov Bali Pastikan Ketersediaan Beras Dalam Kondisi Aman

Selain itu, Wapres Ma'ruf mengapresiasi kolaborasi dan semangat kerja petani dalam meningkatkan produksi padi sehingga pada tiga tahun terakhir, yakni 2019 hingga 2021, Indonesia sukses mewujudkan swasembada beras dengan tidak mengimpornya dari luar negeri.

"Terima kasih karena pertanian dan pangan Indonesia dipandang tangguh dan berhasil mencapai swasembada beras selama 2019-2021 dan kita mendapatkan penghargaan dari international. Saya kira ini tidak hanya cukup dipertahankan, tapi perlu terus ditingkatkan demi kemandirian pangan yang berkelanjutan dan kesejahteraan nyata bagi masyarakat dan tentunya para petani," jelasnya.

#Kementerian Pertanian #Syahrul Yasin Limpo