RAKYATKU. COM, MAKASSAR – Otoritas Jasa Keuangan terus mendorong penguatan dukungan pembiayaan bagi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah.
Langkah tersebut dilakukan melalui penguatan sinergi dengan industri jasa keuangan guna memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM sekaligus meningkatkan kapasitas usaha agar lebih berdaya saing.
Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Moch Muchlasin, menegaskan bahwa UMKM memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi serta menciptakan lapangan kerja di masyarakat.
Baca Juga : Momentum Ramadan, OJK Rangkul Industri Jasa Keuangan Sulselbar
“UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional. Karena itu, akses terhadap pembiayaan yang memadai serta pendampingan usaha menjadi faktor penting agar UMKM dapat terus berkembang dan naik kelas,” ujarnya.
Menurut Muchlasin, OJK bersama pelaku industri jasa keuangan terus memperkuat berbagai program yang bertujuan memperluas inklusi keuangan bagi pelaku UMKM, termasuk melalui peningkatan literasi keuangan, penguatan ekosistem pembiayaan, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Selain mendorong akses pembiayaan, OJK juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas pelaku UMKM dalam mengelola usaha secara profesional, termasuk dalam hal pengelolaan keuangan, pemasaran, serta pemanfaatan teknologi digital.
Baca Juga : OJK Edukasi 300 Santri di Maros tentang Keuangan Syariah
Dengan dukungan ekosistem keuangan yang semakin kuat, diharapkan UMKM dapat memperluas skala usaha, meningkatkan produktivitas, serta berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
OJK menilai penguatan sektor UMKM menjadi salah satu langkah strategis dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian.
Melalui kolaborasi yang erat antara regulator, industri jasa keuangan, dan pelaku usaha, diharapkan akses pembiayaan bagi UMKM dapat semakin luas sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
