Minggu, 20 Maret 2022 22:34

Pengurus Pimpinan Pusat Lidmi Resmi Dilantik, Siap Galakkan Transformasi Gerakan Progresif dan Kolaboratif

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Pimpinan Pusat Lingkar Dakwah Mahasiswa Indonesia (PP Lidmi).
Pimpinan Pusat Lingkar Dakwah Mahasiswa Indonesia (PP Lidmi).

Asrullah menyampaikan pentingnya gerakan progresif dan kolaboratif untuk menjawab tiap permasalahan yang sedang dihadapi oleh bangsa saat ini.

RAKYATKU . COM , MAKASSAR - Pimpinan Pusat Lingkar Dakwah Mahasiswa Indonesia (PP Lidmi) sukses menggelar kegiatan pelantikan pengurus, yang bertempat di Baruga Karaeng Mattoayya, rumah jabatan Ketua DPRD Kota Makassar, Ahad (20/3/2022).

Kegiatan ini mengangkat tema tentang Transformasi Gerakan Progresif dan Kolaboratif dengan menghadirkan tiga narasumber, yakni Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Aswanto, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Amirsyah Tambunan, dan Asrullah sebagai Pimpinan Pusat LIDMI periode 2022-2024.

Dalam sambutannya, Asrullah menyampaikan pentingnya gerakan progresif dan kolaboratif untuk menjawab setiap permasalahan yang dihadapi oleh bangsa saat ini.

Baca Juga : Ketua Umum Lidmi Dukung Aswanto Jadi Pj Gubernur Sulsel: Orang yang Tepat di Waktu yang Tepat

"Transformasi gerakan progresif dan kolaboratif adalah suatu konsekuensi logis dan sebuah keniscayaan yang harus digalakkan untuk menjawab setiap permasalahan umat dan bangsa hari ini," ucapnya.

Hal tersebut senada dengan pernyataan Wakil Ketua MK dalam sambutannya yang mengatakan pentingnya kolaborasi dengan setiap elemen gerakan kepemudaan.

"Setiap masalah itu perlu diselesaikan dengan mengedepankan kolaborasi antara setiap elemen yang ada, termasuk di dalamnya adalah gerakan kepemudaan," ujar Aswanto.

Baca Juga : Ketua Lidmi Soroti Keputusan MK Perpanjang Masa Jabatan Pimpinan KPK

Ketua Umum Pimpinan Pusat Lidmi juga memberikan penekanan tentang makna progresif yang diharapkan kepada seluruh stakeholder yang ada.

"Di antara visi progresif yang diharapkan bagi seluruh pemangku kepentingan Lidmi hanya dengan menunjukkan ciri khas dakwah dan karakter intelektualnya semata. Tetapi, lebih dari itu semua juga bisa lebih peka terhadap realita sosial di tengah masyarakat," tegasnya.

Menutup sambutannya, program mahasiswa Doktoral Universitas Hasanuddin (Unhas) ini mengajak seluruh pengurus dan kader Lidmi untuk melihat sejarah sebagai sumber kekuatan untuk bergerak.

Baca Juga : Dialog Kebangsaan di Untad, Ketum PP Lidmi Tekankan Pentingnya Literasi Intelektual

"Sejarah jangan hanya sebatas pengetahuan tekstual saja. bagaimana ia mampu menjadi roh dan sumber dari sebuah kekuatan yang dapat melahirkan gerakan-gerakan nyata dalam memberikan kontribusi besar dalam menyelesaikan masalah keumatan dan kebangsaan," harapnya. (*)

Laporan: Muh. ikram

#PP Lidmi