RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Anggota fraksi Partai Golkar, Rahman Pina menyinggung janji Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto (Danny Pomanto) terkait insentif bagi RT/RW sebesar Rp1 juta per bulan saat rapat paripurna DPRD Makassar.
Menurut Rahman Pina. masih ada suara sumbang jika pembagian insentif tersebut tidak merata Rp1 juta.
Dalam kesempatan itu, Ketua DPRD Makassar Farouk M Betta ikut meminta Danny agar menuntaskan masalah insentif ketua RT/RW yang tidak merata.
“Kami rekomendasikan bahwa distribusi insentif kepada ketua RT/RW dialihkan melalui BPM agar bisa langsung ke rekening bank masing-masing penerima,” terang Farouk.
Menjawab tudingan tersebut, Danny sendiri membantah hal tersebut. Ia memastikan seluruhnya telah mendapatkan haknya sesuai kinerja. Insentif Rp1 juta per bulan diberikan bagi yang memenuhi sembilan kriteria penilaian objektif oleh lurah se-Makassar.
Indikator tersebut, antara lain bagaimana RT/RW mendorong partisipasi masyarakat dalam program strategis, seperti Lorong Garden, Makassar ta’ Tidak Rantasa (kotor), Bank Sampah, Pajak Bumi dan Bangunan, serta menjalankan aktivitas kontrol sosial.
“Tidak ada kriteria ke sepuluh. Saya kasi tahu lurah, kalau salah menilai, mereka yang saya copot,” tegas Danny.
Danny sekaligus menegaskan bahwa insentif merupakan imbalan atas kinerja ketua RT/RW. Ketua yang disambut positif oleh masyarakat sekitarnya tidak mungkin mendapatkan imbalan setara dengan ketua yang tanpa kinerja.
“Semua dapat Rp 1 juta, kecuali yang tidak jalankan fungsi RT/RW dengan baik. Masa semua orang yang sama, ini kan bukan bagi-bagi uang,” pungkas Danny.