RAKYATKU.COM, MAKASSAR — Yayasan Islamic Center Al-Markaz Al-Islami Makassar menggelar rangkaian kegiatan Haul ke-22 almarhum Jenderal M. Jusuf, tokoh yang dikenal sebagai inisiator, pendiri, sekaligus perintis berdirinya Masjid Al-Markaz Al-Islami Makassar.
Rangkaian kegiatan diawali dengan ziarah ke Makam Jenderal M. Jusuf di Kompleks Pekuburan Islam Panaikang, Makassar. Ziarah tersebut diikuti jajaran pengurus Yayasan Islamic Center Al-Markaz Al-Islami, para imam, pengurus badan pengelola, pengurus lembaga pendidikan dan pesantren, santri, serta unsur keamanan.
Ketua Harian Yayasan Islamic Center Al-Markaz Al-Islami, Prof. Mustari Mustafa, mengatakan kegiatan haul menjadi momentum untuk mengenang sekaligus menjaga nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskan Jenderal M. Jusuf.
Baca Juga : Kapolda dan Gubernur Sulsel Lepas Bhayangkara Off Road Merdeka Seri V Tahun 2026
"22 tahun peringatan ini tentu kewajiban nilai yang selama ini kita pertahankan. Nilai inisiator, nilai perhatian terhadap syiar Islam dengan membangun masjid yang sangat luar biasa seperti ini," ujar Prof. Mustari saat ditemui di Kompleks Pekuburan Islam Panaikang.
Menurutnya, keberadaan Masjid Al-Markaz Al-Islami hingga saat ini menjadi salah satu bentuk nyata warisan perjuangan Jenderal M. Jusuf dalam pengembangan syiar Islam di Sulawesi Selatan, khususnya Kota Makassar.
Ia menyebut Masjid Al-Markaz Al-Islami juga telah menjadi salah satu destinasi wisata religi di Sulawesi Selatan yang memberikan kebanggaan sekaligus rasa syukur bagi masyarakat.
Baca Juga : Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kota Makassar Sanksi Siswa-siswi Karena Pelanggaran
Usai ziarah makam, rangkaian Haul ke-22 Jenderal M. Jusuf dilanjutkan dengan tahlil dan doa bersama di Masjid Al-Markaz Al-Islami.
Selanjutnya pada tanggal 12 September, kegiatan akan dilanjutkan melalui seminar publik yang diadakan di Masjid Al-Markaz Al-Islami.
Prof Mustari menjelaskan, format kegiatan tahun ini memiliki perbedaan dibandingkan pelaksanaan haul tahun sebelumnya. Jika tahun lalu diadakan kegiatan khusus yang disebut KOBRAS, tahun ini panitia memilih seminar publik sebagai bagian dari rangkaian haul.
Baca Juga : Puncak Harganas Jadi Momentum Perkuat Komitmen Bangun Keluarga Tangguh dan Berkualitas
"Kalau kegiatan kan sama, ziarah kubur, tahlil dan doa bersama. Kemudian kalau tahun lalu kita lakukan, kita bentuk tim khusus. Dulu kita punya kegiatan semacam KOBRAS khusus untuk peringatan Haul Jenderal Jusuf. Nah, kali ini karena waktu KOBRAS tidak memungkinkan, maka kita melakukan seminar publik secara khusus di tanggal 12," jelasnya.
Lebih dari sekadar kegiatan tahunan, Prof. Mustari berharap Haul Jenderal M. Jusuf menjadi momentum untuk menggali kembali nilai-nilai perjuangan, pendidikan, keteladanan, serta kontribusi tokoh bangsa tersebut.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut relevan untuk direfleksikan di tengah berbagai permasalahan sosial yang dihadapi masyarakat saat ini.
Baca Juga : Gubernur Andi Sudirman Kukuhkan Mardiyanto Arif Rakhmadi sebagai Kepala Perwakilan BPKP Sulsel
“Kita seolah-olah menggali atau mengingat kembali nilai-nilai dari sejarah tokoh besar kita,” katanya.
Ia berharap warisan nilai yang ditinggalkan Jenderal M. Jusuf dapat menjadi sumber inspirasi dan optimisme bagi generasi saat ini untuk menghadapi berbagai tantangan kehidupan berbangsa dan bermasyarakat.
“Semangat kita tidak boleh putus asa dan pesimis. Kita harus optimistis. Salah satu sumber semangat optimisme kita adalah apa yang ditinggalkan oleh tokoh-tokoh perjuangan bangsa seperti beliau,” tutupnya.
