RAKYATKU.COM, MAKASSAR – Di tengah kekhawatiran banyak orang tua terhadap tingginya ketergantungan anak pada gawai dan media sosial, Devi memilih jalan yang berbeda. Ia menginvestasikan waktu, tenaga, dan komitmennya untuk memperkenalkan olahraga kepada anak-anaknya, sebuah keputusan yang kini berbuah prestasi sekaligus membentuk karakter yang kuat.
Hasilnya terlihat jelas pada Soraya dan Pilar, dua putrinya yang berhasil menorehkan prestasi dalam Rozora Internal Competition 2026. Soraya meraih medali emas di Level 3, sementara Pilar sukses membawa pulang medali perak di Level 1.
Namun bagi Devi, pencapaian terbesar bukanlah medali yang tergantung di leher kedua putrinya.
Baca Juga : Pegadaian Tanam Investasi Masa Depan Lewat Program Gold Generation di Gowa
"Yang paling berharga adalah perubahan karakter mereka. Mereka menjadi lebih disiplin, berani, percaya diri, dan belajar bertanggung jawab terhadap apa yang mereka mulai," ujarnya.
Perjalanan itu tidak dibangun dalam waktu singkat.
Semua berawal ketika Pilar, putri bungsunya, mulai diperkenalkan pada gimnastik saat berusia empat tahun. Saat itu Devi harus mengantar latihan dengan jarak yang cukup jauh dari rumah. Rutinitas tersebut berlangsung berbulan-bulan tanpa pernah terpikir bahwa olahraga itu kelak mengubah kehidupan keluarganya.
Baca Juga : Kallafriends Hadir di Makassar Half Marathon 2026, Perkuat Pengalaman Digital dan Dukung Ekonomi Event
Di sisi lain, Soraya hanya menjadi penonton.
Setiap pekan ia duduk di pinggir arena latihan sambil menyaksikan adiknya berlatih. Namun dari kebiasaan sederhana itu tumbuh rasa ingin tahu yang kemudian berubah menjadi kecintaan terhadap gimnastik.
Tanpa paksaan, Soraya meminta bergabung.
Baca Juga : PKS Makassar Jadikan Kurban sebagai Gerakan Pelayanan Sosial dan Penguatan Kepedulian Masyarakat
Keputusan tersebut menjadi titik awal lahirnya seorang atlet muda yang kini telah beberapa kali tampil di ajang nasional dan internasional. Dalam dua tahun terakhir, Soraya telah mengikuti kompetisi di Jakarta, Jawa Barat, Bangkok, hingga Singapura.
Bagi Devi, pengalaman tersebut memberikan pelajaran penting bahwa prestasi anak tidak selalu dimulai dari bakat luar biasa. Yang lebih menentukan adalah konsistensi, lingkungan yang mendukung, dan keberanian orang tua untuk memberikan ruang bagi anak menemukan potensinya.
Di tengah budaya serba instan yang semakin kuat, olahraga mengajarkan sesuatu yang tidak bisa diperoleh secara cepat: proses.
Baca Juga : Kalla Aspal Jaga Suplai di Tengah Lonjakan Harga Global, Dukung Proyek Infrastruktur Tetap Berjalan
Setiap gerakan dalam gimnastik harus dilatih berulang kali. Setiap kegagalan harus dihadapi. Setiap target membutuhkan kesabaran dan disiplin.
Nilai-nilai itulah yang menurut Devi menjadi bekal penting bagi anak-anak menghadapi masa depan.
Founder dan Coach Leader Rozora Gymnastics, Ricady Aldy Zenea, menilai kisah Soraya dan Pilar menjadi contoh bagaimana olahraga dapat menjadi instrumen pendidikan karakter yang efektif.
Baca Juga : Dikepung Merek Baru, Kalla Toyota Masih Kuasai 36 Persen Pasar Sulawesi
Menurutnya, gimnastik merupakan salah satu cabang olahraga yang melatih hampir seluruh aspek perkembangan anak, mulai dari koordinasi motorik, fleksibilitas, kekuatan tubuh, hingga kemampuan mengelola emosi dan tekanan.
"Anak-anak yang terbiasa berlatih olahraga sejak dini cenderung memiliki disiplin dan daya juang yang lebih baik. Mereka belajar bahwa hasil besar tidak datang secara instan, melainkan melalui proses yang panjang," jelasnya.
Di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan yang semakin pesat, aktivitas fisik juga menjadi ruang penting bagi anak-anak untuk membangun interaksi sosial, kesehatan mental, dan ketahanan diri.
Baca Juga : Dikepung Merek Baru, Kalla Toyota Masih Kuasai 36 Persen Pasar Sulawesi
Karena itu, bagi Devi, medali emas dan perak yang diraih Soraya dan Pilar hanyalah bonus.
Yang sesungguhnya sedang ia bangun adalah generasi yang tangguh, mampu menghadapi tantangan, dan memahami bahwa keberhasilan selalu lahir dari kerja keras.
Dan semua itu bermula dari keputusan sederhana seorang ibu yang tidak pernah lelah mengantar anaknya ke tempat latihan.
