Jumat, 22 Mei 2026 23:36

BEI Bidik Pekerja Aviasi, Perkuat Literasi Investasi untuk Hadapi Masa Pensiun dan Cegah Investasi Ilegal

Lisa Emilda
Konten Redaksi Rakyatku.Com
pembukaan Sharia Investment Week (SIW) 2026 di Main Hall Bursa Efek Indonesia ini menjadi langkah strategis untuk membangun budaya investasi yang sehat di kalangan pilot, awak kabin, hingga tenaga operasional maskapai penerbangan.
pembukaan Sharia Investment Week (SIW) 2026 di Main Hall Bursa Efek Indonesia ini menjadi langkah strategis untuk membangun budaya investasi yang sehat di kalangan pilot, awak kabin, hingga tenaga operasional maskapai penerbangan.

Bursa Efek Indonesia meluncurkan program Awak Pesawat Investor Saham untuk meningkatkan literasi keuangan pekerja aviasi, mencegah investasi ilegal, dan mempersiapkan masa pensiun yang lebih sejahtera.

RAKYATKU. COM, JAKARTA – Di tengah tingginya mobilitas dan tuntutan profesi di industri penerbangan, persoalan perencanaan keuangan jangka panjang masih menjadi tantangan yang kerap luput dari perhatian. Melihat kondisi tersebut, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memperluas agenda inklusi keuangan nasional dengan menyasar kalangan pekerja aviasi melalui program “Awak Pesawat Investor Saham”.

Program yang diluncurkan bersamaan dengan pembukaan Sharia Investment Week (SIW) 2026 di Main Hall Bursa Efek Indonesia ini menjadi langkah strategis untuk membangun budaya investasi yang sehat di kalangan pilot, awak kabin, hingga tenaga operasional maskapai penerbangan.

BEI menggandeng sejumlah pelaku industri penerbangan nasional, di antaranya Garuda Indonesia Group, Citilink Indonesia, AirAsia Indonesia, serta PT Jaya Trishindo Tbk. Kolaborasi tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan jumlah investor pasar modal, tetapi juga memperkuat ketahanan finansial pekerja sektor aviasi yang selama ini dikenal memiliki tingkat mobilitas tinggi dan pola kerja yang dinamis.

Baca Juga : Tiga Warna Media Network Dorong Literasi Keuangan, Bahas Keamanan Tabungan di Tengah Gejolak Ekonomi Global

Pelaksana Tugas Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menegaskan bahwa peningkatan literasi keuangan menjadi kebutuhan mendesak di tengah maraknya penawaran investasi ilegal yang terus menyasar berbagai kelompok masyarakat, termasuk pekerja dengan tingkat pendapatan stabil.

“Pekerja industri penerbangan perlu memiliki pemahaman yang kuat mengenai pengelolaan keuangan dan investasi yang legal agar mampu mempersiapkan masa depan serta masa pensiun dengan lebih baik,” ujarnya.

Menurut Jeffrey, investasi di pasar modal dapat menjadi salah satu instrumen yang mendukung perencanaan keuangan jangka panjang apabila dilakukan secara terukur, sesuai profil risiko, dan melalui lembaga yang memiliki izin resmi.

Baca Juga : OJK Perketat Industri Pasar Modal, Dua Aturan Baru Siap Ubah Peta Perusahaan Efek dan Manajer Investasi

Langkah BEI ini dinilai relevan mengingat industri penerbangan merupakan salah satu sektor dengan jumlah tenaga kerja profesional yang besar dan memiliki potensi kuat untuk menjadi bagian dari ekosistem investasi nasional. Di sisi lain, karakteristik pekerjaan yang padat dan mobilitas lintas daerah bahkan lintas negara membuat sebagian pekerja rentan menjadi sasaran investasi ilegal yang menawarkan keuntungan instan.

Melalui program tersebut, peserta akan mendapatkan edukasi mengenai dasar-dasar investasi, pengelolaan risiko, perencanaan keuangan, hingga mekanisme pasar modal yang aman dan legal. BEI juga menggandeng perusahaan sekuritas untuk memberikan pendampingan serta mempermudah akses pembukaan rekening efek bagi peserta yang ingin mulai berinvestasi.Program ini dirancang berkelanjutan dengan memanfaatkan platform digital agar dapat menjangkau pekerja penerbangan yang memiliki jadwal kerja tidak menentu. Dengan pendekatan tersebut, edukasi tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diharapkan mampu membentuk kebiasaan investasi yang sehat dan berkelanjutan.

Inisiatif “Awak Pesawat Investor Saham” sekaligus menunjukkan upaya BEI memperluas inklusi pasar modal ke berbagai sektor strategis nasional. Tidak hanya mendorong pertumbuhan jumlah investor, program ini juga diharapkan menjadi instrumen perlindungan finansial bagi para pekerja penerbangan agar tetap memiliki fondasi ekonomi yang kuat, baik selama masa aktif bekerja maupun saat memasuki masa purnatugas.

Baca Juga : OJK Jadikan Rebalancing MSCI Momentum Perkuat Reformasi dan Integritas Pasar Modal Indonesia

Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan semakin kompleksnya tantangan keuangan pribadi, literasi investasi dinilai menjadi kebutuhan dasar yang tidak lagi terbatas pada kalangan pelaku bisnis. Bagi pekerja aviasi yang setiap hari menghubungkan berbagai wilayah Indonesia, kemampuan mengelola dan mengembangkan aset kini menjadi bagian penting dalam menjaga kesejahteraan masa depan.

#BEI #pasar modal #Investasi Saham #literasi keuangan #garuda indonesia #citilink #AirAsia #investor pemula #Edukasi keuangan #Industri Penerbangan #Investasi Legal #pensiun #keuangan pribadi #Sharia Investment Week #Bursa Efek Indonesia