Senin, 27 April 2026 16:26

Masuk 900 Besar, Unhas Kini Bidik 500 Dunia dengan Strategi Agresif

Lisa Emilda
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas)  Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc..
Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc..

Rektor Unhas periode kedua menargetkan masuk 500 besar dunia dengan strategi penguatan AI, riset global, hingga inovasi pertanian berbasis drone.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR Universitas Hasanuddin (Unhas) memasuki fase baru penguatan daya saing global di bawah kepemimpinan periode kedua Rektor. Fokus utama diarahkan pada akselerasi inovasi berbasis teknologi, penguatan riset strategis, serta target ambisius menembus 500 besar dunia dalam pemeringkatan internasional.

Rektor Unhas Prof Dr.Ir. Jamaluddin Jompa menegaskan, arah pengembangan lima tahun ke depan tidak hanya melanjutkan program yang telah berjalan, tetapi juga merespons perubahan global yang berlangsung cepat, terutama dalam bidang Artificial Intelligence (AI), robotik, dan transformasi digital.

“Kami tidak hanya melanjutkan, tetapi harus beradaptasi dengan perubahan yang sangat cepat. Pemanfaatan AI dan teknologi baru menjadi fokus utama, termasuk pembukaan program studi baru yang relevan dengan kebutuhan masa depan,” ujarnya.

Baca Juga : Kalla Institute Bongkar Strategi Tembus Beasiswa, Tekankan Mindset dan Perencanaan Karier Sejak Dini

Akselerasi Teknologi: Dari AI hingga Drone Pertanian

Sebagai bagian dari strategi inovasi, Unhas mulai mengembangkan teknologi berbasis kebutuhan nasional, termasuk pertanian modern berbasis drone. Teknologi ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi sektor pangan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Menariknya, pengembangan drone tersebut dilakukan secara mandiri oleh tim internal kampus, dengan pendekatan riset yang berorientasi pada solusi lokal.

Baca Juga : Kalla Translog Perkuat ESG, Donor Darah Rutin dan Distribusi Bibit Pohon Dorong Dampak Sosial Berkelanjutan

Drone ini bukan sekadar dibeli, tetapi kami kembangkan sendiri. Salah satunya untuk menanam padi, yang disesuaikan dengan kebutuhan Indonesia,” jelasnya.

Langkah ini menunjukkan pergeseran peran perguruan tinggi dari sekadar institusi pendidikan menjadi pusat inovasi dan pengembangan teknologi terapan.

Sinkronisasi dengan Agenda Nasional

Baca Juga : Astra Motor Sulsel Perkuat Ekosistem Komunitas dan Edukasi Safety Riding, Dongkrak Loyalitas Konsumen Honda

Dalam konteks pembangunan nasional, Unhas menyatakan komitmennya untuk mendukung program prioritas pemerintah, termasuk agenda Asta Cita yang diusung Presiden dan Wakil Presiden.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui kontribusi riset, pengembangan SDM, serta solusi terhadap berbagai tantangan yang dihadapi sektor industri, pemerintah, dan masyarakat.

“Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk ikut menyelesaikan persoalan bangsa, termasuk peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga : Unismuh Makassar Perkuat Daya Saing SDM Hukum Bisnis, Bidik Akreditasi Unggul dan Standar Global

Strategi Global: Bangun Hub Riset Internasional

Untuk memperkuat posisi di tingkat global, Unhas juga mendorong kolaborasi internasional, salah satunya melalui pembentukan ASEAN–China Center of Excellence di bidang metalurgi dan sumber daya kelautan.

Inisiatif ini menempatkan Unhas sebagai hub riset regional, sekaligus membuka akses terhadap transfer teknologi dan penguatan kapasitas inovasi.

Baca Juga : MG Perkuat Pasar EV di Indonesia Timur, MGS5 EV Tawarkan SUV Listrik Efisien Berbasis Teknologi RWD

Unhas tidak hanya mengikuti, tetapi harus menjadi bagian dari pengembangan global, termasuk menghadirkan inovasi yang bisa dimanfaatkan secara luas,” ujarnya.

Target Ranking Dunia: Tantangan Kompetisi Global

Salah satu target strategis adalah menembus QS World University Rankings 500 besar dunia. Namun, Rektor mengakui bahwa tantangan tersebut tidak ringan, mengingat persaingan global yang semakin ketat.

Baca Juga : MG Perkuat Pasar EV di Indonesia Timur, MGS5 EV Tawarkan SUV Listrik Efisien Berbasis Teknologi RWD

“Ranking itu kompetitif. Kita bisa naik, tetapi jika universitas lain naik lebih cepat, posisi kita tetap bisa turun. Karena itu, peningkatan kualitas harus menyeluruh,” jelasnya.

Untuk mencapai target tersebut, Unhas menekankan peningkatan standar dosen, mahasiswa, serta kualitas riset agar sesuai dengan benchmark global.

Kampus Aman Jadi Prioritas

Baca Juga : MG Perkuat Pasar EV di Indonesia Timur, MGS5 EV Tawarkan SUV Listrik Efisien Berbasis Teknologi RWD

Selain fokus pada akademik dan riset, Unhas juga menempatkan pencegahan kekerasan di lingkungan kampus sebagai program prioritas. Pendekatan yang dilakukan mencakup seluruh bentuk kekerasan, baik fisik, verbal, maupun seksual.

Melalui penguatan satuan tugas (Satgas) yang melibatkan berbagai unsur, termasuk pihak eksternal, Unhas menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman dan inklusif.

“Semua bentuk kekerasan tidak akan ditoleransi. Kami pastikan setiap pelanggaran akan ditindak secara tegas dan adil,” tegas Rektor.

Baca Juga : MG Perkuat Pasar EV di Indonesia Timur, MGS5 EV Tawarkan SUV Listrik Efisien Berbasis Teknologi RWD

Konsolidasi Internal dan Dukungan Eksternal

Dalam periode kedua ini, konsolidasi internal menjadi kunci untuk mempercepat transformasi. Rektor menekankan pentingnya dukungan dari seluruh sivitas akademika serta peran media dalam mengawal transparansi dan akuntabilitas.

Unhas hanya bisa kuat jika kita bersatu. Dukungan dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan media sangat penting dalam mencapai target besar ini,” ujarnya.

Baca Juga : MG Perkuat Pasar EV di Indonesia Timur, MGS5 EV Tawarkan SUV Listrik Efisien Berbasis Teknologi RWD

Dengan strategi berbasis inovasi, kolaborasi global, dan penguatan SDM, Unhas menargetkan tidak hanya meningkatkan reputasi akademik, tetapi juga memperkuat kontribusi terhadap pembangunan nasional dan daya saing Indonesia di kancah global.

#unhas #Universitas Hasanuddin #Pendidikan Tinggi #ranking dunia #QS ranking #AI #Inovasi #Riset #kampus Indonesia #makassar #teknologi #Drone #global #Akademik #Indonesia