RAKYATKU.COM, MAKASSAR — Pekan Ekonomi Syariah yang berkolaborasi dengan event Trend Hijab Ramadan 2026 resmi digelar di Sandeq Ballroom, Hotel Claro Makassar, mulai 6 hingga 15 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi antara desainer, pelaku UMKM, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendorong perkembangan industri fashion muslim di Sulawesi Selatan.
CEO ArtPro sekaligus penggagas Trend Hijab, Andi Yulham Malebireno, menyampaikan bahwa penyelenggaraan tahun ini merupakan pelaksanaan ke-10 sejak event tersebut pertama kali digelar.
Event ini menghadirkan 96 booth yang diisi oleh pelaku usaha dan desainer dari berbagai kota besar di Indonesia, seperti Bandung, Jakarta, Surabaya, hingga Makassar.
Baca Juga : IM3 Perkenalkan Satspam+ di Makassar, Perkuat Perlindungan Pelanggan dari Ancaman Penipuan Digital
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sulawesi Selatan periode 2025–2030, Naoemi Octarina, mengatakan bahwa Trend Hijab bukan sekadar pameran fashion, tetapi menjadi ruang kolaborasi bagi para desainer, UMKM, dan pelaku industri kreatif.
“Tradisi bertemu dengan karya luar biasa. Trend Hijab menjadi ruang kolaborasi tempat bertemunya desainer, UMKM, dan pelaku usaha dalam memperkuat industri kreatif,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT Dekranas ke-46 dan kegiatan PKK, yang diisi berbagai agenda menarik, termasuk fashion show yang melibatkan 24 Ketua Dekranasda kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.
Baca Juga : Pertamina Patra Niaga Hadirkan Mudik Gratis MyPertamina, Sediakan 6 Bus untuk Tiga Rute di Sulsel–Sulbar
Menurutnya, Dekranasda memiliki misi untuk memberdayakan para pengrajin dan mendorong peningkatan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
“Kami mengajak para desainer muda untuk terus berkarya, membangun jejaring, serta memanfaatkan teknologi digital. Begitu pula bagi pelaku UMKM agar memanfaatkan berbagai dukungan seperti pelatihan dan digitalisasi sehingga dapat naik kelas,” jelasnya.
Ia berharap kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi gerakan bersama untuk memperkuat industri mode di Sulawesi Selatan agar semakin dikenal sebagai salah satu pusat fashion muslim di Indonesia.
Baca Juga : Ramadan Berbagi, KALLA Land & Property Gelar Buka Puasa Bersama Ribuan Anak Panti
Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan, Wahyu Purnama, mengatakan pasar ekspor produk halal saat ini terbuka luas, baik di negara muslim maupun non-muslim.
“Dengan meningkatkan produksi dan ekspor produk halal, termasuk fashion muslim, tentu akan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan bahwa secara global Indonesia saat ini berada di peringkat ketiga dalam ekonomi syariah dunia, sementara untuk sektor fashion muslim Indonesia menempati peringkat pertama di dunia.
Baca Juga : MaRI Fashion Week 2026 Hadirkan Inspirasi Busana Muslim di Mal Ratu Indah
Menurut Wahyu, Pekan Ekonomi Syariah dapat menjadi barometer perkembangan industri fashion di Sulawesi Selatan, yang tidak hanya berkembang di Makassar tetapi juga di berbagai daerah lainnya.
Dalam kegiatan ini, Bank Indonesia juga menghadirkan 34 UMKM binaan, dengan 18 booth yang menampilkan produk fashion dan berbagai produk UMKM lainnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, menilai perkembangan tren hijab dan fashion muslim saat ini sangat pesat. Hal ini didorong oleh perubahan pola belanja masyarakat yang semakin banyak memanfaatkan platform digital dan media sosial.
Baca Juga : Unismuh Makassar Perkuat Kerja Sama Layanan Keuangan dengan Bank Syariah Nasional
“Desainer lokal kini mampu mengkolaborasikan motif-motif lokal dengan desain modern sehingga memiliki nilai jual yang tinggi,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan seperti Trend Hijab dapat terus mendorong pertumbuhan industri fashion lokal serta memperkuat posisi Sulawesi Selatan dalam peta industri fashion muslim nasional.
