Senin, 02 Maret 2026 11:40

OJK Nilai Sektor Jasa Keuangan Sulsel Tetap Stabil dan Resilien Sepanjang 2025

Lisa Emilda
Konten Redaksi Rakyatku.Com
OJK Nilai Sektor Jasa Keuangan Sulsel Stabil dan Resilien Sepanjang 2025
OJK Nilai Sektor Jasa Keuangan Sulsel Stabil dan Resilien Sepanjang 2025

OJK mencatat sektor jasa keuangan Sulawesi Selatan tetap stabil dan tumbuh positif sepanjang 2025, menopang pertumbuhan ekonomi daerah.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat menilai kinerja sektor jasa keuangan di Sulawesi Selatan sepanjang tahun 2025 berada dalam kondisi stabil dan tetap resilien, meskipun dihadapkan pada dinamika perekonomian nasional maupun global. Kondisi tersebut mencerminkan daya tahan sistem keuangan daerah dalam menopang aktivitas ekonomi secara berkelanjutan.

Stabilitas sektor jasa keuangan tercermin dari kinerja positif di berbagai sektor utama, mulai dari perbankan, pasar modal, hingga industri keuangan non-bank (IKNB). Kinerja tersebut turut memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan yang pada tahun 2025 tercatat 5,43 persen, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang berada di level 5,02 persen.

Perbankan Tumbuh Positif, Intermediasi Tetap Terjaga

Baca Juga : OJK dan Industri Perbankan Perkuat Komitmen Transisi Ekonomi Rendah Karbon, Luncurkan Kemitraan Strategis Indonesia–Inggris

Pada posisi Desember 2025, kinerja perbankan di Sulawesi Selatan menunjukkan pertumbuhan pada seluruh indikator utama. Total aset perbankan tumbuh 5,33 persen (yoy) menjadi Rp214,32 triliun, sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 9,74 persen (yoy) mencapai Rp146,61 triliun. Struktur DPK didominasi oleh tabungan dengan porsi 59,92 persen, diikuti deposito 25,23 persen dan giro 14,85 persen.

Penyaluran kredit juga mengalami pertumbuhan 5,26 persen (yoy) dengan nilai mencapai Rp172,92 triliun, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit tahun 2024 sebesar 4,23 persen. Pertumbuhan tersebut menandakan percepatan pembiayaan ke sektor riil seiring membaiknya aktivitas ekonomi daerah.

Dari sisi komposisi, kredit produktif mendominasi dengan porsi 53,07 persen dan berhasil tumbuh 3,06 persen, setelah sempat terkontraksi pada tahun sebelumnya. Sementara itu, kredit konsumtif tetap mencatatkan pertumbuhan kuat sebesar 7,85 persen. Berdasarkan sektor ekonomi, penyaluran kredit terbesar masih berada pada sektor perdagangan besar dan eceran dengan porsi 22,19 persen.

Baca Juga : Perkuat Talenta DigitaL, OJK dan BI Inisiasi Pusat Inovasi Digital Indonesia

Kinerja intermediasi perbankan tercatat tetap terjaga dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) di level 117,95 persen dan rasio kredit bermasalah (NPL) yang terkendali pada 3,65 persen.

Perbankan Syariah Catat Pertumbuhan Signifikan

Perbankan syariah di Sulawesi Selatan juga menunjukkan kinerja impresif. Total aset perbankan syariah tumbuh 22,38 persen (yoy) menjadi Rp21,81 triliun. Penghimpunan DPK meningkat 20,64 persen menjadi Rp14,66 triliun, sementara penyaluran pembiayaan tumbuh 23,69 persen mencapai Rp17,58 triliun.

Baca Juga : OJK Denda Rp5,35 Miliar Influencer Saham dan Tiga Pihak Manipulator Harga, Tegaskan Komitmen Jaga Integritas Pasar Modal

Tingkat intermediasi perbankan syariah berada di level 119,94 persen, dengan rasio pembiayaan bermasalah (NPF) yang terjaga rendah di angka 1,72 persen.

Kredit UMKM Didominasi Segmen Mikro

Penyaluran kredit kepada sektor UMKM di Sulawesi Selatan mencapai Rp61,69 triliun atau setara 36,40 persen dari total kredit, dengan pertumbuhan 0,27 persen (yoy) pada Desember 2025. Kredit UMKM didominasi oleh segmen mikro dengan porsi 53,99 persen, disusul UMKM kecil 31,33 persen dan menengah 14,68 persen.

Baca Juga : OJK, BPS, dan LPS Pantau Langsung SNLIK 2026 di Sulsel, Pastikan Data Literasi Keuangan Akurat

Secara keseluruhan, kredit UMKM telah disalurkan kepada 907.439 debitur. OJK terus mendorong penguatan pembiayaan UMKM melalui pengembangan ekosistem sektor jasa keuangan yang kontributif, termasuk peningkatan akses pembiayaan dan pendampingan yang terintegrasi dalam rencana bisnis industri jasa keuangan.

IKNB dan Pasar Modal Tetap Tumbuh Adaptif

Di sektor IKNB, kinerja sepanjang 2025 menunjukkan perkembangan yang beragam namun tetap berada di jalur positif. Penyaluran pembiayaan perusahaan pembiayaan tumbuh 0,14 persen, modal ventura 7,97 persen, dan fintech peer-to-peer lending mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 34,56 persen. Total aset dana pensiun meningkat 8,28 persen, sementara penjaminan tumbuh 36,64 persen. Di sisi lain, premi dan klaim asuransi masing-masing mengalami kontraksi -8,10 persen dan -16,82 persen.

Baca Juga : OJK, LPS, dan BPS Gelar SNLIK 2026, Perluas Cakupan hingga Tingkat Provinsi

Sementara itu, kinerja pasar modal di Sulawesi Selatan terus menguat seiring meningkatnya partisipasi masyarakat. Jumlah investor dengan Single Investor Identification (SID) tumbuh 31,23 persen (yoy) menjadi 525.596 SID pada Desember 2025. Pertumbuhan tertinggi tercatat pada investor saham yang naik 40,46 persen, dengan nilai transaksi saham sepanjang 2025 mencapai Rp39,90 triliun.

Edukasi dan Perlindungan Konsumen Terus Diperkuat

Pada Januari 2026, OJK Sulsel-Sulbar telah melaksanakan 19 kegiatan edukasi keuangan, baik secara tatap muka maupun digital, yang menjangkau 288.063 peserta dari berbagai segmen masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan secara kolaboratif bersama industri jasa keuangan dan pemerintah daerah.

Baca Juga : OJK, LPS, dan BPS Gelar SNLIK 2026, Perluas Cakupan hingga Tingkat Provinsi

Dalam hal layanan konsumen, OJK mencatat 179 layanan pada Januari 2026, yang terdiri dari penerimaan informasi, pemberian informasi, dan layanan pengaduan. Selain itu, terdapat 3.264 layanan permohonan SLIK, baik secara langsung maupun daring.

Di awal tahun 2026, OJK juga melaksanakan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 di 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan dan 6 kabupaten di Sulawesi Barat, bekerja sama dengan BPS dan LPS. Survei ini diharapkan menjadi dasar perumusan kebijakan peningkatan literasi dan inklusi keuangan ke depan.

Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Moch. Muchlasin, menegaskan bahwa stabilitas sektor jasa keuangan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

#OJK #OJK Sulsel #Sektor Jasa Keuangan #perbankan Sulawesi Selatan #Kredit UMKM #pasar modal #Fintech #literasi keuangan #SNLIK 2026