RAKYATKU.COM, MAKASSAR — Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar terus memantapkan transformasi tata kelola kampus menuju standar internasional dengan memperkuat budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Komitmen tersebut ditegaskan melalui kegiatan sosialisasi dan workshop K3 yang digelar di Balai Sidang Muktamar ke-47 Unismuh Makassar, Kamis (15/1/2026).
Kegiatan ini melibatkan jajaran pimpinan universitas, para dekan, kepala lembaga, ketua program studi, dosen, tenaga kependidikan, hingga unsur pengamanan kampus. Keterlibatan lintas unsur tersebut menegaskan bahwa K3 diposisikan sebagai tanggung jawab kolektif seluruh sivitas akademika.
Keselamatan Kerja dalam Perspektif Islam
Baca Juga : Unismuh Makassar Peringkat 62 Nasional dan 624 Dunia di UI GreenMetric 2025
Wakil Rektor III Unismuh Makassar, Dr. Mawardi Pewangi, menegaskan bahwa keselamatan kerja bukan semata kewajiban administratif, melainkan prinsip fundamental dalam ajaran Islam. Menurutnya, Islam secara tegas mengajarkan pentingnya menjaga keselamatan diri, orang lain, serta lingkungan dalam setiap aktivitas, termasuk bekerja dan menuntut ilmu.
“Bekerja dalam Islam adalah bagian dari ibadah. Karena itu, keselamatan fisik, mental, dan spiritual harus dijaga secara seimbang. Prinsip menghindari mudarat harus didahulukan daripada mengejar kemaslahatan,” ujar Mawardi, seraya mengutip sejumlah dalil Al-Qur’an dan hadis.
Ia menambahkan, internalisasi nilai-nilai K3 di lingkungan kampus sejalan dengan misi Unismuh sebagai perguruan tinggi Islam yang mengedepankan etika, tanggung jawab, dan kemaslahatan bersama.
Baca Juga : Unismuh Makassar Kukuhkan 10 UKM, Perkuat Regenerasi dan Arah Kampus Go International
K3 sebagai Pilar Tata Kelola Kampus Unggul
Rektor Unismuh Makassar, Dr. Abd Rakhim Nanda, menyampaikan bahwa penguatan K3 merupakan bagian tak terpisahkan dari pembangunan sistem pengelolaan universitas yang modern dan berdaya saing global. Setelah meraih akreditasi unggul dan sertifikasi ISO Manajemen Pendidikan, Unismuh kini memperkuat aspek keselamatan dan kesehatan kerja sebagai fondasi tata kelola kampus berkelas dunia.
“Unismuh Makassar telah masuk dalam berbagai pemeringkatan internasional, seperti Times Higher Education Impact Ranking, THE World University Rankings, dan UI GreenMetric. Ke depan, penguatan K3 juga diarahkan pada sertifikasi internasional ISO 45001 tentang sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja,” jelas Rakhim.
Menurutnya, kampus yang unggul tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari jaminan keselamatan dan kenyamanan seluruh sivitas akademika dalam menjalankan aktivitas tridarma perguruan tinggi.
Komitmen Pimpinan Menentukan Keberhasilan K3
Narasumber utama kegiatan, Prof. Lalu Muhammad Saleh, Guru Besar K3 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin, menekankan bahwa keberhasilan implementasi K3 sangat ditentukan oleh komitmen pimpinan institusi.
Baca Juga : Kalla Beton Raih Tiga Sertifikasi ISO Sekaligus, Tegaskan Standar Mutu dan Keselamatan Kelas Dunia
“K3 bukan sekadar soal alat pelindung atau rambu keselamatan. Ia adalah sistem yang mencakup kebijakan, kompetensi sumber daya manusia, serta konsistensi pengawasan. Tanpa komitmen pimpinan, K3 sulit berjalan optimal,” ujarnya.
Prof. Lalu menilai, komitmen tersebut telah terlihat jelas dalam langkah-langkah strategis yang ditempuh Unismuh Makassar.
Antisipasi Risiko Keselamatan di Lingkungan Kampus
Baca Juga : Hadisaputra Raih Gelar Doktor di Unhas, Angkat Islam Berkemajuan di Bajeng Gowa
Lebih lanjut, Prof. Lalu mengingatkan bahwa lingkungan kampus memiliki beragam potensi risiko keselamatan, mulai dari laboratorium, gedung perkuliahan, kantin, hingga aktivitas mahasiswa di luar kampus seperti KKN, praktikum lapangan, dan penelitian.
Ia menekankan pentingnya edukasi keselamatan berkelanjutan, pengawasan fasilitas kampus, serta perlindungan asuransi bagi mahasiswa dan sivitas akademika yang menjalankan aktivitas berisiko.
“Kampus-kampus besar dunia menjadikan K3 sebagai fondasi menuju world class university. Keselamatan adalah investasi jangka panjang. Kampus yang aman akan melahirkan sivitas yang produktif dan berkelanjutan,” tegasnya.
Baca Juga : Hadisaputra Raih Gelar Doktor di Unhas, Angkat Islam Berkemajuan di Bajeng Gowa
Melalui sosialisasi dan workshop ini, Unismuh Makassar menargetkan terbentuknya budaya K3 yang terintegrasi dalam seluruh aktivitas tridarma perguruan tinggi. Dengan demikian, keselamatan dan kesehatan kerja tidak berhenti sebagai kewajiban formal, tetapi tumbuh menjadi kesadaran kolektif seluruh warga kampus.
