Kamis, 15 Januari 2026 16:11

Keselamatan Kerja Jadi Fondasi Tata Kelola Kampus Unismuh Makassar

Lisa Emilda
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Makassar — Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar terus memantapkan transformasi tata kelola kampus menuju standar internasional dengan memperkuat budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Komitmen tersebut ditegaskan melalui kegiatan sosialisasi dan workshop K3 yang digelar di Balai Sidang Muktamar ke-47 Unismuh Makassar, Kamis (15/1/2026).
Makassar — Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar terus memantapkan transformasi tata kelola kampus menuju standar internasional dengan memperkuat budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Komitmen tersebut ditegaskan melalui kegiatan sosialisasi dan workshop K3 yang digelar di Balai Sidang Muktamar ke-47 Unismuh Makassar, Kamis (15/1/2026).

Unismuh Makassar memperkuat budaya K3 melalui sosialisasi dan workshop sebagai bagian dari tata kelola kampus berstandar internasional.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR — Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar terus memantapkan transformasi tata kelola kampus menuju standar internasional dengan memperkuat budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Komitmen tersebut ditegaskan melalui kegiatan sosialisasi dan workshop K3 yang digelar di Balai Sidang Muktamar ke-47 Unismuh Makassar, Kamis (15/1/2026).

Kegiatan ini melibatkan jajaran pimpinan universitas, para dekan, kepala lembaga, ketua program studi, dosen, tenaga kependidikan, hingga unsur pengamanan kampus. Keterlibatan lintas unsur tersebut menegaskan bahwa K3 diposisikan sebagai tanggung jawab kolektif seluruh sivitas akademika.

Keselamatan Kerja dalam Perspektif Islam

Baca Juga : Unismuh Makassar Peringkat 62 Nasional dan 624 Dunia di UI GreenMetric 2025

Wakil Rektor III Unismuh Makassar, Dr. Mawardi Pewangi, menegaskan bahwa keselamatan kerja bukan semata kewajiban administratif, melainkan prinsip fundamental dalam ajaran Islam. Menurutnya, Islam secara tegas mengajarkan pentingnya menjaga keselamatan diri, orang lain, serta lingkungan dalam setiap aktivitas, termasuk bekerja dan menuntut ilmu.

“Bekerja dalam Islam adalah bagian dari ibadah. Karena itu, keselamatan fisik, mental, dan spiritual harus dijaga secara seimbang. Prinsip menghindari mudarat harus didahulukan daripada mengejar kemaslahatan,” ujar Mawardi, seraya mengutip sejumlah dalil Al-Qur’an dan hadis.

Ia menambahkan, internalisasi nilai-nilai K3 di lingkungan kampus sejalan dengan misi Unismuh sebagai perguruan tinggi Islam yang mengedepankan etika, tanggung jawab, dan kemaslahatan bersama.

Baca Juga : Unismuh Makassar Kukuhkan 10 UKM, Perkuat Regenerasi dan Arah Kampus Go International

K3 sebagai Pilar Tata Kelola Kampus Unggul

Rektor Unismuh Makassar, Dr. Abd Rakhim Nanda, menyampaikan bahwa penguatan K3 merupakan bagian tak terpisahkan dari pembangunan sistem pengelolaan universitas yang modern dan berdaya saing global. Setelah meraih akreditasi unggul dan sertifikasi ISO Manajemen Pendidikan, Unismuh kini memperkuat aspek keselamatan dan kesehatan kerja sebagai fondasi tata kelola kampus berkelas dunia.

Unismuh Makassar telah masuk dalam berbagai pemeringkatan internasional, seperti Times Higher Education Impact Ranking, THE World University Rankings, dan UI GreenMetric. Ke depan, penguatan K3 juga diarahkan pada sertifikasi internasional ISO 45001 tentang sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja,” jelas Rakhim.

Baca Juga : Wamenlu Anis Matta Isi Kuliah Umum di Unismuh Makassar: Tekankan Pentingnya Ilmu Geografi untuk Geopolitik Global

Menurutnya, kampus yang unggul tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari jaminan keselamatan dan kenyamanan seluruh sivitas akademika dalam menjalankan aktivitas tridarma perguruan tinggi.

Komitmen Pimpinan Menentukan Keberhasilan K3

Narasumber utama kegiatan, Prof. Lalu Muhammad Saleh, Guru Besar K3 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin, menekankan bahwa keberhasilan implementasi K3 sangat ditentukan oleh komitmen pimpinan institusi.

Baca Juga : Kalla Beton Raih Tiga Sertifikasi ISO Sekaligus, Tegaskan Standar Mutu dan Keselamatan Kelas Dunia

“K3 bukan sekadar soal alat pelindung atau rambu keselamatan. Ia adalah sistem yang mencakup kebijakan, kompetensi sumber daya manusia, serta konsistensi pengawasan. Tanpa komitmen pimpinan, K3 sulit berjalan optimal,” ujarnya.

Prof. Lalu menilai, komitmen tersebut telah terlihat jelas dalam langkah-langkah strategis yang ditempuh Unismuh Makassar.

Antisipasi Risiko Keselamatan di Lingkungan Kampus

Baca Juga : Hadisaputra Raih Gelar Doktor di Unhas, Angkat Islam Berkemajuan di Bajeng Gowa

Lebih lanjut, Prof. Lalu mengingatkan bahwa lingkungan kampus memiliki beragam potensi risiko keselamatan, mulai dari laboratorium, gedung perkuliahan, kantin, hingga aktivitas mahasiswa di luar kampus seperti KKN, praktikum lapangan, dan penelitian.

Ia menekankan pentingnya edukasi keselamatan berkelanjutan, pengawasan fasilitas kampus, serta perlindungan asuransi bagi mahasiswa dan sivitas akademika yang menjalankan aktivitas berisiko.

“Kampus-kampus besar dunia menjadikan K3 sebagai fondasi menuju world class university. Keselamatan adalah investasi jangka panjang. Kampus yang aman akan melahirkan sivitas yang produktif dan berkelanjutan,” tegasnya.

Baca Juga : Hadisaputra Raih Gelar Doktor di Unhas, Angkat Islam Berkemajuan di Bajeng Gowa

Melalui sosialisasi dan workshop ini, Unismuh Makassar menargetkan terbentuknya budaya K3 yang terintegrasi dalam seluruh aktivitas tridarma perguruan tinggi. Dengan demikian, keselamatan dan kesehatan kerja tidak berhenti sebagai kewajiban formal, tetapi tumbuh menjadi kesadaran kolektif seluruh warga kampus.

#Unismuh Makassar #K3 kampus #keselamatan kerja perguruan tinggi #budaya K3 #kampus berstandar internasional #ISO 45001 #keselamatan sivitas akademika