RAKYATKU.COM, PAREPARE – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Biosolar di Kota Parepare dan wilayah sekitarnya berada dalam kondisi aman. Pasokan energi bersubsidi tersebut terus disalurkan secara rutin setiap hari guna menjawab kebutuhan operasional masyarakat serta memastikan roda perekonomian daerah tetap bergerak stabil.
Langkah penegasan ini diambil sekaligus sebagai respons cepat Pertamina dalam menyikapi dinamika informasi dan perhatian publik terkait pelayanan pengisian Biosolar yang terjadi di SPBU 74.911.53 Kilometer 3 Parepare.
Antisipasi Penumpukan: Pasokan Dikirim Tiap Hari dan Antrean Diatur
Baca Juga : Persempit Ruang Penyalahgunaan, Pertamina Sulawesi Perketat Pengawasan BBM Subsidi di Kota Parepare
Guna meredam kekhawatiran masyarakat, Pertamina menegaskan bahwa tidak ada kendala dalam hal suplai makro. Hambatan yang sempat memicu perhatian publik lebih bersifat teknis operasional di lapangan yang kini langsung dimitigasi.
Sales Branch Manager II Fuel Sulselbar Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Muhammad Ridho Hasbullah, menjelaskan bahwa distribusi Biosolar ke lembaga penyalur di Parepare berjalan dengan skema pengiriman harian secara konsisten.
"Pasokan Biosolar untuk wilayah Parepare saat ini dalam kondisi aman dan pengiriman dilakukan setiap hari. Dalam pelaksanaannya, SPBU juga melakukan pengaturan pelayanan dan antrean agar proses penyaluran dapat berjalan tertib, aman, serta tidak mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar area SPBU," terang Ridho.
Ridho juga menambahkan bahwa apabila terjadi dinamika operasional yang memaksa adanya penyesuaian jadwal pengisian, petugas SPBU berkewajiban menyampaikan informasi tersebut secara transparan kepada konsumen berdasarkan ketersediaan riil di tangki pendam.
Edukasi Operator SPBU untuk Cegah Miskomunikasi
Menindaklanjuti keluhan terkait pola pelayanan di lapangan, Pertamina langsung mengambil tindakan tegas berupa pengarahan dan pembinaan kepada manajemen serta operator SPBU 74.911.53. Aspek komunikasi publik para garda depan (frontliner) kini menjadi fokus evaluasi agar lebih komunikatif dan patuh pada standar operasional prosedur (SOP).
Baca Juga : Pertamina Tambah Penyaluran Biosolar di Makassar hingga 15 Persen
Langkah pembinaan ini diperkuat oleh pernyataan Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto. Ia menyebutkan bahwa kepuasan pelanggan dan kondusifitas tangki penyalur merupakan prioritas utama.
"Pertamina terus berupaya memastikan kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhi dengan baik. Kami juga melakukan evaluasi rutin terhadap operator SPBU agar dapat memberikan pelayanan optimal dan nyaman bagi seluruh pelanggan," jelas Lilik.
Pengawasan Lintas Sektor dan Imbauan Bijak Konsumsi
Di sisi lain, Pertamina kembali mengetuk kesadaran para pengguna jalan dan pelaku industri untuk melakukan pembelian BBM secara bijak. Pembatasan dan pengawasan ketat diberlakukan agar Biosolar—yang merupakan hak masyarakat ekonomi lemah dan sektor transportasi publik tertentu—tidak bocor ke tangan pihak yang tidak berhak.
Monitoring lapangan secara berkala akan terus diintensifkan dengan menggandeng pihak SPBU serta pemangku kepentingan terkait. Pertamina juga membuka ruang aduan bagi konsumen yang mendapati adanya kendala pelayanan atau kejanggalan distribusi melalui Pertamina Contact Center (PCC) 135 demi transparansi tata kelola energi nasional.
