RAKYATKU.COM, WAJO - Ketua DPRD Kabupaten Wajo Hadiri peringatan Nuzululqur’an 1444 Hijriah pada malam tujuh belas Ramadhan atau tanggal enam belas malam diperingati umat muslim sebagai malam Nuzululqur'an yaitu malam diturunkannya Al-Qur'an dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW.
Memperingati momen Istimewa di Bulan Ramadhan ini, Pemerintah Kabupaten Wajo bekerjasama dengan Kemenag Wajo, Majelis Ulama Indonesi (MUI) Kab Wajo, Pengurus Pusat Pondok Pesantren As'adiyah, Pengurus Hari-hari Besar Islam (PHBI) Kab Wajo dan Pengurus Masjid Agung Ummul Quraa Sengkang menggelar Peringatan Nuzulul Qur'an 1444 H yang digelar di Masjid Agung Ummul Quraa, Sengkang, Jum'at (7/4/2023).
Ketua DPRD Kabupaten Wajo H. Andi Muhammad Alauddin Palaguna bersama para DPRD Kabupaten Wajo melaksanakan salat isya dan tarawih secara berjamaah serta mendengarkan Hikmah Nuzululqur’an yang turut dihadiri Bupati Wajo H Amran Mahmud, Wakil Bupati Wajo H. Amran, jajaran Forkopimda, Sekda bersama Staf Ahli Bupati, Asisten Sekda, Kepala OPD, jajaran Pemkab Wajo, Pimpinan BUMN/BUMD, Pimpinan Organisasi Wanita, Ormas, Alim Ulama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama serta jamaah masjid Agung Ummul Quraa Sengkang.
Baca Juga : Amshar Apresiasi Kesiapan Pengamanan Lebaran dalam Apel Operasi Ketupat 2026
Melalui momentum peringatan Nuzululqur’an tahun ini Bupati Wajo Amran Mahmud menyampaikan bahwa nuzulul qur'an ini menjadi tradisi yang diperingati oleh umat muslim baik di pemerintah tingkat pusat sampai desa/kelurahan.
"Peringatan Nuzululqur'an yang mulia ini semoga menjadi momen untuk lebih memantapkan dan menjadikan semangat bagi kita dalam menjadikan al-qur'an sebagai pedoman dalam kehidupan kita," ucap Amran Mahmud.
Untuk meraih taqwa, lanjut Amran Mahmud, al-qur'an haruslah menjadi pegangan kita karena di dalamnya tidak ada keraguan.
Baca Juga : DPRD Wajo Desak Pemenuhan Dokter Spesialis dan Alat Medis di RKPD 2027
"Al-qur'an menjadi petunjuk yang lengkap sebagai pedoman dalam hidup kita. Mari kita senantiasa untuk membumikan al-qur'an, mendidik anak-anak kita menjadi generasi qur'ani," ajaknya.
“Mari menjadikan Al Qur’an sebagai pedoman hidup dengan keyakinan penuh, tanpa ada keraguan didalamnya karena Al Qur’an telah mengatur seluruh aspek kehidupan manusia” katanya.
Ketua DMI Wajo ini menguraikan bahwa untuk upaya menciptakan generasi qur'ani, saat ini Kabupaten Wajo sudah ada 76 pondok tahfidz dengan jumlah adak yang menghafal Al-Qur'an lebih dari 3.000 anak.
Baca Juga : PAN Sulsel Tetapkan Andi Merly Iswita Pimpin DPD PAN Wajo Periode 2025–2030
"Harapannya, sepuluh atau dua puluh tahun ke depan akan lahir generasi bangsa yang kuat dan bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman. Apalagi transformasi teknologi dan zaman semakin cepat sehingga yang bisa menjadi filter adalah al-qur'an," ucapnya.
Sementara, Kepala Kantor Kemenag Wajo, Muhammad Yunus yang membawakan hikmah Peringatan Nuzululqur'an menjelaskan bahwa al-qur'an diturunkan secara berangsur-angsur selama 22 tahun 2 bulan 22 hari.
"Maknanya adalah dalam mendidik ataupun belajar, kita tidak bisa sekaligus, harus berangsur-angsur, tidak bisa seklaigus tetapi harus berkesinambungan," ucapnya.
Baca Juga : DPRD Wajo Soroti Pelaksanaan MBG, Komisi IV Beri Tenggat Satu Pekan Lengkapi Administrasi
Ketua DPRD Wajo Andi Alauddin Palaguna berharap semoga nuzululqur'an ini menjadi tradisi yang diperingati oleh umat muslim baik di pemerintah tingkat pusat sampai desa/kelurahan.
“Semoga dengan peringatan nuzululqur’an ini kita bisa lebih meningkatkan iman dan takwa kita dan Al Qur’an sebagai pedoman hidup dengan keyakinan penuh, tanpa ada keraguan didalamnya karena Al Qur’an telah mengatur seluruh aspek kehidupan manusia,” singkatnya.
