Senin, 10 Januari 2022 14:54

Lima Vaksin COVID-19 Booster Dapat Izin Darurat BPOM, Khusus Moderna Hanya Pakai Setengah Dosis

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Kelima vaksin itu adalah Coronavac PT Bio Farma, Pfizer, AstraZeneca, Moderna, dam Zifivax.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Lima jenis vaksin COVID-19 untuk booster sudah mendapat izin penggunaan darurat atau emergency use (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Kelima vaksin itu adalah Coronavac PT Bio Farma, Pfizer, AstraZeneca, Moderna, dan Zifivax.

"Pertama vaksin Coronavac PT Bio Farma ini adalah untuk booster homologus (satu jenis vaksin) akan diberikan sebanyak satu dosis setelah enam bulan dari vaksinasi primer dosis lengkap untuk usia 18 tahun," kata Penny Kusumastuti Lukito, Kepala BPOM, dalam konferensi pers secara virtual, Senin (10/1/2022).

Baca Juga : Kemenkes: Booster Kedua Vaksin Covid-19 Dimulai Pekan Ini

Coronavac Bio Farma berbahan baku vaksin Coronavac yang diproduksi Sinovac, perusahaan asal Cina. Homologus berarti vaksin booster yang disuntikan sama dengan vaksin primer atau dosis pertama dan kedua.

Penny mengungkapkan, vaksin Pfizer bisa diberikan untuk vaksin booster dengan pemberian satu dosis yang bersifat homologus dan diberikan untuk usia 18 tahun ke atas.

 

"Kemudian, vaksin AstraZeneca sifatnya juga homologus juga ini menunjukkan data keamanan dapat ditoleransi dengan baik dan ringan," ujarnya.

Baca Juga : Mau Nonton PSM Makassar di Stadion, Syaratnya Wajib Vaksin Booster

Lalu, vaksin Moderna dengan pemberian setengah dosis yang bersifat homologus. Selanjutnya, vaksin Moderna yang bersifat heterologus atau jenis yang berbeda diberikan pada dosis kedua AstraZeneca dan Johnson and Johnson.

Sponsored by MGID

"Heterologus vaksin moderna ke vaksin primernya adalah AZ dan Johnson and Johnson dengan dosis setengah. Ini menunjukkan respons imun antibodi netralisasi sebesar 13 kalinya, setelah dosis booster," ucapnya.

Penny mengatakan, vaksin Zifivax juga mendapat izin penggunaan darurat sebagai vaksin booster yang sifatnya heterologus. "Untuk heterologus ke vaksin primer sinovac dan sinopharm, pemberian enam bulan ke atas," ucapnya. (*)

#Vaksin Booster #bpom #Penny Kusumastuti Lukito