Rabu, 08 Desember 2021 14:55

Peduli Banjir, Relawan Yayasan Peduli Berbagi Buka Dapur Umum dan Bagikan Makanan

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Relawan dari Yayasan Peduli dan Berbagi Pangkep membagikan makanan kepada warga yang terisolasi banjir.
Relawan dari Yayasan Peduli dan Berbagi Pangkep membagikan makanan kepada warga yang terisolasi banjir.

Dapur umum didirikan di Sekretariat Yayasan Peduli dan Berbagi, jalan poros Makassar--Pangkep, Kelurahan Samalewa, Kecamatan Bungoro. Dapur umum inipun diserbu warga yang terjebak banjir sejak pagi hingga malam hari.

RAKYATKU.COM, PANGKEP - Banjir yang merendam empat kecamatan di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel), Selasa (7/12/2021), membuat sejumlah warga terisolasi dan kesulitan mendapatkan makanan.

Relawan dari Yayasan Peduli dan Berbagi Pangkep bergerak cepat menyalurkan makanan dan membuka dapur umum untuk warga yang terjebak banjir di poros utama trans Sulawesi.

Dapur umum didirikan di Sekretariat Yayasan Peduli dan Berbagi, jalan poros Makassar--Pangkep, Kelurahan Samalewa, Kecamatan Bungoro. Dapur umum inipun diserbu warga yang terjebak banjir sejak pagi hingga malam hari.

Baca Juga : BBPJN Siapkan Solusi Jangka Pendek Banjir Mandalle, Dinas Tata Ruang Pangkep: Proyek Kereta Api Jangan Seenaknya

Nurzam, salah satu relawan, mengatakan bahwa pembukaan dapur umum untuk solusi warga yang terdampak banjir dan warga dari luar daerah yang terjebak di lokasi banjir.

"Kita sudah membagikan ratusan nasi kotak kepada sejumlah warga yang terisolir, serta membuat dapur umum gratis untuk seluruh warga yang dalam perjalanan kemudian terjebak banjir," ucap Nurzam.

 

Banjir yang merendam Pangkep sejak pagi hingga malam hari membuat sejumlah toko dan warung terpaksa tutup.

Baca Juga : Bupati Pangkep Serahkan Bantuan untuk Korban Banjir di Kampung Ujungloe

Relawan masih terus bergerak membagikan makanan kepada warga terdampak banjir dan warga yang melintas di jalan poros trans Sulawesi.

Sponsored by MGID

Sejumlah lokasi masih terendam banjir dan masih kesulitan mendapatkan makanan, mengingat air masih tinggi yang diperparah dengan pemadaman listrik dan jaringan telekomunikasi terganggu.

Penulis : Tajuddin Mustaming
#Banjir Sulsel #Banjir Pangkep #Yayasan Peduli dan Berbagi Pangkep