Selasa, 30 November 2021 11:02

Pengusaha Mesir Senang Berbisnis Orang Indonesia, Tim Promosi Pertanian Hasilkan Kontrak Dagang Rp4,7 Triliun

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Pengusaha Mesir Senang Berbisnis Orang Indonesia, Tim Promosi Pertanian Hasilkan Kontrak Dagang Rp4,7 Triliun

Dan dengan penambahan enam komitmen kontrak dagang baru senilai Rp4,4 triliun, maka menggenapkan total kontrak dagang tim tur promosi Kementan di 10 negara, Odicoff di Kairo, Mesir sebanyak Rp4,7 triliun.

RAKYATKU.COM,KAIRO -- Rangkaian promosi yang dilakukan Kementerian Pertanian di Mesir menggenapkan kontrak dagang menjadi Rp4,7 triliun.

Kontrak tersebut ditandatangani enam perusahaan di bidang agribisnis asal Mesir pada rangkaian acara temu wicara dalam rangkaian One Day with Coffee, Fruits and Floriculture (Odicoff) di Kairo.

Lima perusahaan berminat dengan kopi dan satu lainnya berminat pada produk olahan kelapa sawit berupa RBD Palm Olien asal Indonesia.

Baca Juga : Minta Masyarakat Jaga Kondisi Tetap Kondusif, Pakar IPB Sebut PMK Bisa Dikendalikan

"Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan, dan kami atas nama pemerintah Indonesia akan mengawal Saudara," kata Kepala Badan Karantina Pertanian, Bambang selaku ketua Delri Odicoff, saat menjadi narasumber pada temu wicara yang bertajuk Meningkatkan Akses Pasar Pertanian Indonesia-Mesir, di Kairo, Senin (29/11/2021).

Bambang hadir bersama dengan Mohamed Abdelrahman Baraka, pimpinN Baraka Contracting & Trading Co, yang membagikan kisah suksesnya berbisnis dengan pengusaha Indonesia.

"Berbisnis dengan pelaku usaha di Indonesia membawa berkah. Saya tidak pernah ditipu dan regulasi pemerintahnya pun jelas," kata Baraka.

Baca Juga : Bupati Bima: Kerja Cerdas SYL Mampu Tingkatkan Produksi Beras Nasional

Ia yang sudah hampir satu dekade berbisnis industri karet berupa ban ini, berencana akan menginvestasikan dananya sebesar USD 600 juta untuk budi daya kapas dan olahannya.

Sponsored by MGID

Menurutnya harga komoditas pertanian di Indonesia relatif lebih murah dibandingkan dengan China. Dan dari segi kualitas juga sangat baik dan terjaga.

"Buat saya, Indonesia adalah negara kedua bagi saya, dan saya sudah melihat potensi yang besar pada pertaniannya," tambahnya lagi.

Baca Juga : Langkah Cepat Kementan Tangani Wabah PMK Kembali Diapresiasi Anggota DPR RI

Temu wicara yang digelar secara hybrid ini dihadiri langsung 87 pelaku usaha Mesir dan 24 pelaku usaha asal Indonesia yang hadir secara daring.

Setelah diskusi bisnis berlangsung, dipenghujung acara enam perusahaan menyatakan minatnya untuk berkomitmen melakukan kontrak dagang. Yakni Egyptian Mediterranean Service untuk RBD Palm Olein sebanyak 20 ribu ton per bulan.

Empat perusahaan masing-masing adalah Trade Act, Al Rehab dan Golden Coffee Bean, dengan total 9.440 ton di tahun 2022. Dan International for Trading and Import Tax memesan Kopi Robusta dan Arabika asal Indonesia dengan berbagai tingkatan atau level mutu sebanyak 2.400 per tahun.

Baca Juga : Mentan SYL Koordinasi Pengendalian dan Pencegahan PMK di Lampung

Sementara satu perusahaan, CV Mabrouk memesan kopi khusus asal Batu-Jawa Timur, dengan total pemesanan 240 ton di tahun 2022.

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko yang turut menyaksikan penandatanganan kesepakatan ini mengaku senang dan berjanji akan mengawal komitmen dagang ini dengan pelaku usaha di daerahnya.

"Semoga ini menjadi jalan bagi kopi asal Batu, Jawa Timur yang memiliki rasa yang khas di pasar global," ujarnya.

Baca Juga : DPR Apresiasi Upaya Kementan Tangani Wabah PMK Dengan Cepat

Sebagai informasi, sesaat sebelumnya empat perusahaan eksportir kopi Tanah Air telah berhasil membukukan kontrak dagang dengan total nilai Rp366,7 miliar.

Dan dengan penambahan enam komitmen kontrak dagang baru senilai Rp4,4 triliun, maka menggenapkan total kontrak dagang tim tur promosi Kementan di 10 negara, Odicoff di Kairo, Mesir sebanyak Rp4,7 triliun.

 

Penulis : Usman Pala
#kementan