Rabu, 15 September 2021 09:47

Ikon Pinisi Pantai Losari Jadi Sorotan Publik, BPPD Sulsel Angkat Bicara

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Ikon kapal pinisi yang beroperasi di sekitar perairan spermonde Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Ikon kapal pinisi yang beroperasi di sekitar perairan spermonde Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Pemerintah Kota Makassar diharapkan bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa ikon pinisi tidak menjadi tumbal akibat permasalahan protokol kesehatan (prokes) yang hampir terjadi di sejumlah titik di kota.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Ikon kapal pinisi yang beroperasi di sekitar perairan spermonde Kota Makassar, Sulawesi Selatan, terancam tidak beroperasi akibat pengunjung lalai menerapkan standar protokol kesehatan pada saat "Sunset Sailing", pekan lalu.

Sekretaris Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Sulawesi Selatan, Hendra Nick Arthur, angkat bicara. Dia mengaku prihatin dengan kondisi ini karena kelalaian pengunjung yang tidak mengindahkan standar protokol kesehatan yang telah diterapkan pengelola kapal edukasi budaya itu.

"Tidak mungkin Pak Wali Kota Makassar mengajak Pak Menteri Pariwisata Sandiaga Uno naik ke pinisi itu. Kalau standar CHSE (Clean, Health, Savety dan Environement) tidak memenuhi standar kementerian. Memang warga kita susah diberikan pemahaman. Kalau ini terus berlanjut, ikon kebanggaan Kota Makassar akan punah," keluh Hendra, Rabu (15/9/2021).

Baca Juga : Kunjungan 13 Influencer Travelers, Wisata Bahari Sulsel Bertumbuh

Hendra yang juga aktif sebagai Sekretaris Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Sulawesi Selatan ini menilai keunikan aktivitas warga yang berada di kapal pinisi ini menjadi sorotan media mainstream. Penggiat akun media sosial juga sulit dihindari sehingga isu prokes cepat sekali menyebar dan viral di masyarakat.

"Aktivitas pelanggaran prokes ini memang menarik bagi penggiat konten sosmed dan kalangan media mainstream. Wajar saja kalo kalau aktivitas pengunjung viral. Hanya saja, pelanggaran prokesnya yang jadi sorotan," keluhnya.

 

Dia berharap Pemerintah Kota Makassar bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa ikon kebanggaan Makassar tidak menjadi tumbal akibat permasalahan prokes yang hampir terjadi di sejumlah titik di kota.

Baca Juga : Kunjungan 13 Influencer Travelers, Wisata Bahari Sulsel Bertumbuh

"Kita harus memberikan edukasi ke masyarakat bahwa menjaga ikon daerah juga penting. Meski kita tidak pungkiri pelanggaran prokes juga penting di terapkan pemda setempat," ucap dia.

Sponsored by MGID

Kasus prokes di kapal edukasi warga Makassar ini, lanjut dia, sebaiknya bisa memberikan pelajaran berharga bagi warga kota termasuk pengelola agar lebih memperketat penerapan protokol kesehatan.

Sebelumnya, pengelola kapal wisata pinisi di Makassar angkat bicara soal heboh ibu-ibu berjoget ria hingga tidak memakai masker. Pengelola menyebut aksi joget itu dipicu kelalaian tamu kapal wisata.

Baca Juga : Kunjungan 13 Influencer Travelers, Wisata Bahari Sulsel Bertumbuh

"Bahwa kondisi itu kelalaian pada tamu kami," ucap pengelola pinisi, Achmad Zulkarnaen Zaenal, saat menyampaikan klarifikasi tertulis.

Zulkarnaen mengatakan pihaknya sebagai pengelola kapal pinisi sebenarnya sudah menerapkan prokes secara ketat. Pengelola juga sudah mengedukasi ibu-ibu yang menjadi tamu di kapal wisata pinisi pada saat itu.

"Jadi kami sudah melakukan prokes yang ketat, sebelum naik (tamu) kita edukasi COVID terlebih dahulu, setiap 25 menit kita menyampaikan untuk mengingatkan tetap menjaga prokes selama berada di pinisi," ucap Zulkarnaen.

Baca Juga : Kunjungan 13 Influencer Travelers, Wisata Bahari Sulsel Bertumbuh

Karena adanya edukasi itulah pengelola menuding para tamu pinisi lalai. Aksi joget ria tidak bermasker tersebut juga diklaim di luar rencana alias tidak diduga sebelumnya oleh pengelola.

"Dikarenakan selesai makan dan spontanitas melakukan gerakan mengikuti irama musik ketika perjalanan pulang dan hendak sampai di dermaga," ungkap Zulkarnaen.

Sponsored by advertnative
 
#kapal pinisi #BPPD Sulsel