RAKYATKU.COM,BITUNG — PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menegaskan komitmennya dalam menghadirkan program tanggung jawab sosial yang inklusif dan berkelanjutan melalui kunjungan Dewan Komisaris dan Komite PT Pertamina (Persero) ke Komunitas Tuli Peduli Bitung (KALEB), Kamis (15/1/2026). Program binaan Integrated Terminal (IT) Bitung ini menjadi contoh praktik CSR yang tidak hanya bersifat bantuan sosial, tetapi berorientasi pada pemberdayaan dan kesetaraan bagi penyandang disabilitas.
Kunjungan tersebut bertujuan meninjau langsung implementasi Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sekaligus memastikan program berjalan efektif serta memberi dampak nyata bagi komunitas tuli di Kota Bitung.
Hadir dalam kegiatan ini Komisaris Independen PT Pertamina (Persero) Condro Kirono, didampingi Komite Audit Mohammad Imran Zulkarnain Duki serta Komite Pemantau Investasi dan Manajemen Risiko Muhammad Arfan. Turut mendampingi Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Deny Sukendar, bersama jajaran manajemen.
CSR Berbasis Empati dan Kesetaraan
Dalam kunjungan tersebut, rombongan berdialog langsung dengan anggota komunitas KALEB dan menyaksikan berbagai aktivitas pemberdayaan yang dijalankan. Salah satu momen yang menarik perhatian adalah ketika Condro Kirono mencoba mempelajari bahasa isyarat secara langsung, dipandu oleh anggota komunitas tuli.
“Pengalaman ini membuka perspektif baru tentang pentingnya empati dan ruang yang setara. Program KALEB menunjukkan bahwa CSR Pertamina tidak berhenti pada formalitas, tetapi hadir dengan pendekatan kemanusiaan yang nyata,” ujar Condro Kirono.
Baca Juga : Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi hingga 125 Persen Hadapi Ramadan
Ia menilai, pendekatan inklusif seperti ini menjadi contoh bagaimana perusahaan BUMN dapat berperan aktif dalam membangun masyarakat yang adil dan berdaya.
Mendorong Pemberdayaan, Bukan Sekadar Bantuan
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Deny Sukendar, menegaskan bahwa KALEB merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menciptakan lingkungan yang memberi peluang setara bagi semua lapisan masyarakat.
“Melalui KALEB, kami ingin memastikan bahwa penyandang disabilitas memiliki ruang untuk berkembang, mandiri, dan berkontribusi. Program ini menjadi bukti bahwa Pertamina hadir merangkul semua tanpa terkecuali,” jelas Deny.
Menurutnya, keberhasilan TJSL diukur dari sejauh mana program mampu meningkatkan kapasitas dan kepercayaan diri komunitas binaan secara berkelanjutan.
Dampak Nyata bagi Komunitas Tuli
Local Hero KALEB, Donna Christha Renata, menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan Pertamina. Ia mengungkapkan bahwa dukungan tersebut membawa perubahan signifikan bagi komunitas tuli di Bitung.
“Pendampingan dari Pertamina membuat kami merasa diakui dan dilibatkan. Kami menjadi lebih percaya diri, berani berinteraksi, dan menunjukkan bahwa kami juga mampu berkontribusi bagi masyarakat,” ungkap Donna melalui bahasa isyarat.
Sejalan dengan SDGs dan Prinsip ESG
Baca Juga : Direktur Manajemen Risiko Pertamina Tinjau Fuel Terminal Luwuk, Pastikan Keandalan Distribusi BBM Sulawesi
Area Manager Communication, Relations, and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, T. Muhammad Rum, menambahkan bahwa Program Komunitas Tuli Peduli Bitung selaras dengan komitmen perusahaan terhadap pembangunan berkelanjutan.
“KALEB mendukung pencapaian SDGs, khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta SDG 10 tentang Mengurangi Kesenjangan. Program ini dirancang untuk memberdayakan, bukan sekadar memberi bantuan,” jelasnya.
Program KALEB berfokus pada peningkatan kapasitas, kemandirian, serta penguatan peran sosial dan ekonomi penyandang disabilitas tuli agar dapat berpartisipasi aktif di masyarakat.
Baca Juga : Direktur Manajemen Risiko Pertamina Tinjau Fuel Terminal Luwuk, Pastikan Keandalan Distribusi BBM Sulawesi
Melalui kunjungan ini, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi kembali menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program TJSL yang inklusif, berkelanjutan, dan selaras dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional dan global.
