Senin, 13 September 2021 23:22

Literasi Digital Jadi Bekal Berbisnis Daring

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Literasi Digital Jadi Bekal Berbisnis Daring

Kemampuan literasi digital adalah modal mengeksplorasi potensi diri untuk memulai usaha daring di lokapasar.

RAKYATKU.COM, BUTON SELATAN - Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual, Senin (13/9/2021), di Buton Selatan, Sulawesi Tenggara.

Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali adalah “Sejahtera Lewat Dunia Digital”.

Program kali ini menghadirkan 679 peserta dan empat narasumber yang terdiri dari Dosen Universitas Negeri Gorontalo Isnawati Mohamad; Co Founder Indoagribiz.com Diana Sumolang; Akademisi & Tim Ahli LKBH NU M Irsyadi Ramadhany; dan Penulis Blog Canisius Andrew. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Jurnalis, Unik Oke. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.

Baca Juga : Kenali Potensi Diri agar Produktif di Dunia Digital

Acara dimulai dengan sambutan video Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.

Diana Sumolang membuka sesi webinar dengan tema “Peran Literasi Digital di Dunia Marketplace”. Pegiat UMKM tersebut mengungkapkan, kemampuan literasi digital adalah modal mengeksplorasi potensi diri untuk memulai usaha daring di lokapasar. Bisnis daring disebut lebih potensial dan memiliki jangkauan lebih besar, luas serta memiliki angka transaksi meningkat.

 

Sebagai pembicara kedua, Isnawati Mohamad memaparkan materi berjudul “Pengetahuan Dasar dan Aturan Usaha Online”. Dia mengungkapkan, pelanggan yang mengeluh di media sosial dan mendapat tanggapan positif dari perusahaan justru akan menjadi pelanggan loyal ke depan. Sebagai pemilik UMKM, harus tanggap menangani keluhan dan langsung tunjukkan rasa empati serta mengevaluasi untuk meningkatkan kualitas.

Baca Juga : Gegabah Pakai Aplikasi Ubah Wajah, Siap-Siap Kena Jerat Hukum

Kemudian, Canisius Andrew sebagai pemateri ketiga membawakan tema tentang “Literasi Digital Mengubah Mindset Konsumtif menjadi Produktif”. Youtuber ini menyarankan agar tidak mengikuti tren dalam memenuhi kebutuhan belanja. “Banyak hal bisa dimanfaatkan dari media sosial termasuk mengubah mindset untuk lebih produktif, seperti berjualan,” katanya.

Sponsored by MGID

Pemateri keempat, Muhammad Irsyadi Ramadhani mengupas tema mengenai “Perlindungan Hak Cipta di Ranah Digital”. Menurut dia, penggunaan teknologi informasi tidak hanya berperan sebagai konsumen saja, melainkan juga pencipta. “Ada kesadaran menghargai karya orang lain dan sebagai pemilik hak cipta harus juga menyebarkan agar bermanfaat bagi orang lain,” katanya.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Terlihat antusiasme dari para peserta yang mengirimkan banyak pertanyaan kepada para narasumber. Panitia memberikan uang elektronik senilai Rp 100.000 bagi 10 penanya terpilih.

Baca Juga : Cakap Digital agar Belajar Daring Efektif, Aman, dan Menyenangkan

Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.

Sugiarti, salah satu peserta dari kegiatan Literasi Digital di Buton Selatan, menanyakan ihwal aspek-aspek yang diperlukan seorang karyawan yang ingin memulai usaha. Isnawati Mohamad mengatakan, kenali bidang yang disukai. “Jika belum punya modal bisa menjadi reseller terlebih dulu dan tumbuhkan kepercayaan diri agar bisa menyakinkan orang lain sebagai persyaratan menjadi reseller,” katanya.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya.

Baca Juga : Cerdas dan Etis Berinternet Ciptakan Masyarakat Digital Harmonis

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.

Sponsored by advertnative
 
#Literasi Digital Sulawesi