Senin, 26 Juli 2021 14:19

Tak Punya Penyakit Bawaan, Perempuan Positif COVID-19 Meninggal di Usia 38 Tahun

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Adriana Midori Takara. (Foto: Facebook)
Adriana Midori Takara. (Foto: Facebook)

Adriana Midori Takara diketahui tidak memiliki penyakit lain sebelumnya, tetapi kondisinya memburuk setelah dites positif COVID-19 dan meninggal 10 hari sesudahnya.

RAKYATKU.COM - Seorang perempuan berusia 38 tahun asal Brasil meninggal dunia karena COVID-19 di Sydney, Australia.

Adriana Midori Takara diketahui tidak memiliki penyakit lain sebelumnya, tetapi kondisinya memburuk setelah dites positif COVID-19 dan meninggal 10 hari sesudahnya.

Adriana meninggal pada hari Minggu (25/7/2021) di Rumah Sakit Royal Prince Alfred.

Baca Juga : Bekuk Tunisia, Australia Jaga Asa Lolos dari Fase Grup Piala Dunia 2022

Marlene Coimbra, yang memiliki perusahaan konsultan migrasi dan membantu Adriana mendapatkan visa pelajar untuk belajar di Kaplan Business School, mengatakan Adriana, pacarnya, dan seorang teman lain sebelumnya positif terkena virus.

Marlene mengatakan dia terkejut bahwa virus itu menyerang tubuh Adriana begitu cepatnya.

"Ketika mereka dites pertama kali, Adriana negatif dan pacarnya positif," katanya.

Baca Juga : Bappenas - Pemerintah Australia Fasilitasi Pemprov Rancang Pengembangan Transportasi Kawasan Mamminasata

Marlene mengatakan pacar Adriana dan rekan satu apartemennya, seorang perawat, kemudian melakukan isolasi mandiri.

Sponsored by MGID

"Beberapa hari kemudian Adriana melakukan tes kedua, dan hasilnya positif," katanya.

"Begitu cepatnya, begitu cepatnya tubuhnya melemah. Menyedihkan sekali."

Baca Juga : Mentan Australia Kunjungi Indonesia, SYL Sebut Kerjasama Indonesia - Australia Makin Komprehensif

Marlene Coimbra mengatakan keluarga Adriana hanya bisa mengucapkan selamat tinggal lewat sambungan virtual.

"Ketika dokter mengatakan mereka tidak bisa melakukan apa-apa lagi untuk membantu Adriana, mereka menghubungi keluarga untuk memberi kesempatan melakukan perjumpaan terakhir," katanya.

Teman Adriana, Fernanda Ferreira Batista menulis di media sosial mengatakan bahwa Adriana bukan sekadar angka kematian korban COVID-19.

Baca Juga : Danny Pomanto Akan Paparkan Program Inovasi Makassar di Monash University Australia

"Sejak COVID-19 dimulai, kita hanya mendengar angka-angka saja. Jumlah kasus, jumlah infeksi, jumlah vaksin, jumlah kematian," tulis Fernanda di Facebook yang sekarang unggahannya sudah dihapus.

"Dan Adriana bukanlah sekadar angka. Seorang teman yang baik, bukan saja teman saya, namun teman dari begitu banyak orang."

Marlene mengatakan pacar Adriana adalah juga seorang mahasiswa dan mereka berencana menikah setelah menyelesaikan studi.

Baca Juga : Australia Tim Ke-31 Lolos ke Piala Dunia 2022

Sejauh ini enam dari 900 kematian di Australia karena COVID-19 terjadi di kalangan warga berusia di bawah 49 tahun.

Namun, menurut Dr. Danielle, dengan makin banyak mereka yang berusia di atas 60 tahun sudah divaksinasi, kasus penularan yang terjadi di Sydney saat ini banyak dialami oleh warga yang lebih muda.

Ini juga menyebabkan Menteri Utama NSW, Premier Gladys Berejiklian, memberi peringatan bahwa warga muda bisa menjadi korban dari "penyakit yang kejam ini".

Baca Juga : Australia Tim Ke-31 Lolos ke Piala Dunia 2022

"Apabila ada yang berpikiran penyakit ini hanya menyerang orang-orang yang lebih tua, silakan berpikir ulang," katanya.

"Lagi-lagi, saya ingin menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban, orang-orang yang berduka hari ini, tetapi ingat bahwa warga berusia muda yang tidak memiliki penyakit apa pun sebelumnya bisa juga menjadi korban penyakit ini."

Sumber: ABC Indonesia

#australia #Meninggal Covi-19