Sabtu, 24 Juli 2021 09:29

Sudah Divaksinasi Lengkap, Dokter Ini Terinfeksi 2 Varian COVID-19 Sekaligus

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Pasien merupakan seorang dokter dan sudah memiliki riwayat vaksinasi lengkap. Dokter itu terinfeksi varian alfa dan delta.

RAKYATKU.COM - India mendeteksi kasus pertama pasien terinfeksi dua varian COVID-19 berbeda dalam waktu bersamaan. Kondisi tersebut dikenal sebagai kasus koinfeksi.

Pasien merupakan seorang dokter dan sudah memiliki riwayat vaksinasi lengkap. Dokter itu terinfeksi varian alfa dan delta.

Kasus koinfeksi serupa juga telah ditemukan sebelumnya di Inggris, Brasil, dan Portugal.

Baca Juga : Uji Klinis Berhasil, Umifenovir Efektif Obati COVID-19

Koinfeksi virus-virus saluran pernapasan pada dasarnya merupakan hal yang biasa terjadi.

Virus RNA seperti influenza dan respiratory syncytial virus (RSV) atau parainfluenza diketahui kerap memicu koinfeksi.

 

Secara umum, sifat virus yang terus bermutasi dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya koinfeksi.

Baca Juga : Dokumen Setebal 900 Halaman Bocor, AS yang Danai Penelitian Virus Corona di Lab Wuhan

Oleh karena itu, dalam kasus COVID-19, mutan virus SARS-CoV-2 dapat memunculkan risiko koinfeksi lebih besar.

Sponsored by MGID

Akan tetapi, untuk saat ini, kasus koinfeksi dengan dua varian Covid-19 masih tergolong sebagai kasus yang langka.

"Delta dan alfa merupakan dua (varian) yang lebih menular," ungkap dokter konsultan ilmu penyakit dalam spesialis diabetes dari Columbia Asia Hospital Dr Vichar Nigam, dilansir Indian Express, dikutip pada Sabtu (24/7/2021).

Sponsored by advertnative
 
#India #Virus Corona #Covid-19