Jumat, 25 Juni 2021 21:58

949 Tenaga Kesehatan Meninggal Selama Pandemi, 444 di Antaranya Dokter

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
949 Tenaga Kesehatan Meninggal Selama Pandemi, 444 di Antaranya Dokter

Ada peningkatan kematian dokter secara signifikan di Juni 2021 akibat pandemi Covid-19.

RAKYATKU.COM - Jumlah tenaga kesehatan yang jadi korban pandemi Covid-19 tak kecil. Data Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) menunjukkan hasil menyedihkan.

Total tenaga kesehatan yang meninggal 949 orang. Sebanyak 444 di antaranya dokter. Dari jumlah itu, tercatat 43 orang dokter gigi.

Sekretaris Jenderal PB IDI, M Adib Khumaidi mengatakan, data itu tercatat sejak 12 Maret 2020 hingga 24 Juni 2021 atau selama wabah Covid-19 melanda Indonesia.

Baca Juga : Vaksin COVID-19 Bisa Jadi Akan Disuntikkan Tiap Tahun, Tak Cuma 2 Kali

Adib mengatakan, ada peningkatan kematian dokter secara signifikan di Juni 2021. Sekitar 26 orang dokter meninggal dunia setelah terpapar Covid-19.

"Gambaran ini memang meningkat pada bulan Juni, dari per bulan Juni ini sudah ada 26 orang," kata Adib dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (25/6/2021).

 

Sementara itu, menurut Adib, sebanyak 315 perawat meninggal akibat Covid-19. Jumlah itu menurut data Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) yang dikoordinasikan dengan IDI.

Baca Juga : "Kitong Bakar Vaksin dan Korona," Tokoh Agama Papua Mengaku Tak Percaya Covid-19 Sampai Yesus Datang

Lalu ada tenaga laboratorium 25 orang, apoteker 15, dan bidan 150.

Sponsored by MGID

Makanya, Adib meminta para dokter dan tenaga kesehatan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap Covid-19. Ia meminta, para dokter dan tenaga kesehatan mengatur skala prioritas dan memperketat penggunaan alat pelindung diri (APD).

Adib mengimbau dokter yang berusia di atas 65 tahun tetap di rumah. Juga tidak segan-segan meminta bantuan jika membutuhkan pertolongan.

Baca Juga : Penelitian Terbaru: Virus Corona Dapat Menular Melalui Air Mata Pasien

Di Yogyakarta saat ini tercatat 150 dokter positif Covid-19. Angka itu belum termasuk perawat dan tenaga kesehatan lainnya.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Yogyakarta, Tri Wijaya mengatakan, jumlah dokter yang terpapar Covid-19 masih akan bertambah karena saat ini masih ada sejumlah laporan yang belum masuk.

Adapun jumlah keseluruhan dokter di Yogyakarta saat ini sebanyak 3.000 orang. Tri melanjutkan, di Yogyakarta sendiri ada dua kabupaten dengan tingkat penularan Covid-19 paling tinggi.

Baca Juga : Pakai Teknik Bernapas Era Perang Dunia II, Veteran Berusia 102 Tahun Selamat dari COVID-19

Keduanya yakni Kabupaten Sleman (2.632 kasus positif) dan Kabupaten Bantul (2.602 kasus positif). Kemudian, kondisi RS rujukan Covid-19 di Yogyakarta saat ini hampir seluruhnya sudah penuh.

"Sementara itu pasokan tabung oksigen mulai menurun. Kami mulai menyasar retail oksigen di pinggir jalan untuk mencukupi kebutuhan. Kami usahakan bagaimana pun juga supaya oksigen kita dapat terpenuhi," ungkapnya.

"Termasuk mengambil dulu oksigen dari puskesmas yang saat ini tidak memerlukan kita pinjam dulu," tambahnya.

Baca Juga : Pria Ini Berkelakar soal Pandemi dan Vaksin, Akhirnya Meninggal karena COVID-19

 

Sponsored by advertnative
 
#Covid-19 #Ikatan Dokter Indonesia