Senin, 14 Juni 2021 17:33

Demo PMII Ricuh di Bulukumba, Andi Utta Tendang Ban Pengunjuk Rasa, Massa Berhamburan

Fathul Khair Akmal
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Demo ricuh di depan kantor bupati Bulukumba. Bupati Bulukumba Andi Utta menendang ban.
Demo ricuh di depan kantor bupati Bulukumba. Bupati Bulukumba Andi Utta menendang ban.

Demo PMII di Bulukumba ricuh. Bupati Bulukumba, Andi Utta menendang ban pengunjuk rasa.

RAKYATKU.COM, BULUKUMBA - Aksi demonstrasi di Bulukumba ricuh, Senin (14/6/2021). demo ricuh" href="https://rakyatku.com/tag/demo-ricuh">Demo ricuh di Bulukumba, berawal saat Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf alias andi utta" href="https://rakyatku.com/tag/andi-utta">Andi Utta, menendang ban yang dibawa pengunjuk rasa.

Andi Utta menendang ban, saat kelompok pengunjuk rasa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Bulukumba, menuntut realisasi 100 hari kerja pemerintah Andi Utta-Edy Manaf.

Andi Utta yang memakai kacamata hitam, tiba-tiba muncul di tengah pengunjuk rasa. Dia langsung menendang ban, saat salah seorang pengunjuk rasa menyampaikan orasinya. Demonstrasi yang awalnya tertib dan kondusif ini, tiba-tiba memanas.

Baca Juga : Mantan Anggota DPRD Bulukumba Tiga Periode Bang Philip Gabung Partai Demokrat

"Siapa ini yang bawa ban," kata Andi Utta dalam video yang diterima Rakyatku.com.

Pengunjuk rasa berhamburan. Namun situasi bisa dikendalikan oleh aparat kepolisian.

Ketua PMII Bulukumba, Andi Chaidir Alif, mengatakan, pihaknya melakukan demonstrasi dengan aman dan kondusif. Dia mengklaim, kericuhan terjadi, saat oknum ASN dan Satpol PP ikut memukul salah satu demonstran.

Baca Juga : Kapal Tenggelam Saat Menuju Malaysia, Gubernur Sulsel Fasilitasi Pemulangan Jenazah PMI ke Bulukumba

"Tagline-nya kan dikerja bukan dicerita. Saat kami orasi kami bilang, dicerita bukan dikerja. Bupati datang langsung bilang, Apa yang dicerita ini, siapa yang bawa ban. Di situ langsung tendang ban, dan oknum ASN dan Satpol PP lakukan pemukulan pakai bambu dan ada yang dibanting," kata, Andi Chaidir.

Sponsored by MGID

Andi Chaidir menyayangkan sikap bupati Bulukumba yang menurutnya arogan dan bertindak represif terhadap demonstran.

"Seharusnya bupati (Andi Utta) tidak melakukan tindakan arogan seperti itu," katanya.

Baca Juga : Panti Asuhan di Bulukumba Terima Bantuan Dari Bintara PK 97 Catur Perkasa

Atas kejadian ini, PMII mengancam akan melakukan aksi demonstrasi lebih besar lagi.

Sementara itu, Humas Pemkab Bulukumba, Andi Ayatullah memberikan klarifikasi atas insiden siang tadi. Ia mengaku, Bupati Bulukumba, Muchtar Ali Yusuf justru harus diapresiasi karena menemui para pendemo.

"Ini artinya bupati memiliki respons baik jika ada elemen masyarakat ingin menyampaikan aspirasinya," ujarnya.

Baca Juga : Evaluasi 100 Hari Kerja Andi Utta-Edy Manaf, Nasdem Bulukumba Keluarkan 13 Rekomendasi

Ia mebeberkan, saat pendemo dari mahasiswa PMII Bulukumba datang di depan Kantor Bupati, saat bersamaan Bupati Muchtar Ali Yusuf sementara mengikuti video conference pembekalan Kepala Daerah yang dilaksanakan Kemendagri.

Kegiatan materi pembekalan ini sebenarnya kata Andi Ullah, tidak bisa ditinggalkan. Namun karena Andi Utta menghargai para pengunjuk rasa, maka meminta izin kepada penyelenggara untuk menemui pendemo.

"Beliau pun turun dari ruangannya dan meminta para pendemo untuk bertemu/berdialog di tempat parkir mobil Bupati," tambah Andi Ullah.

Baca Juga : Pesta Miras di Bulukumba Berujung Maut, Dada Pria Bertato Ditikam Teman Minum

Ia mengaku, demosntran beberapa kali dipanggil untuk bertemu di halaman kantor Bupati untuk berdialok. Namun pengunjuk rasa tidak mau masuk, dengan alasan mereka masih mau orasi dan bakar ban.

"Bupati Andi Utta berharap, para pendemo tidak perlu harus teriak-teriak di luar. Bisa langsung masuk di halaman kantor bupati untuk menyampaikan aspirasinya," tambahnya.

Namun karena respons pendemo atas ajakan bupati untuk berdialog tidak ditanggapi baik, maka Andi Utta langsung menemui mereka di luar pagar kantor.

Baca Juga : Pesta Miras di Bulukumba Berujung Maut, Dada Pria Bertato Ditikam Teman Minum

"Bupati menganggap para pendemo ini tidak memiliki iktikad baik untuk melakukan dialog. Makanya dia menendang ban yang hendak dibakar oleh pendemo," sambung Andi Ullah.

Sementara itu, melalui salah satu grup whatsApp "Rilau Ale", Bupati Bulukumba, Andi Utta menyampaikan klarifikasi atas kejadian ini.

Berikut klarifikasi Andi Muchtar Ali Yusuf.

Baca Juga : Pesta Miras di Bulukumba Berujung Maut, Dada Pria Bertato Ditikam Teman Minum

"Anda sopan saya segan,,adek2 sdh sy ajak masuk 3 x untuk saya ajak dialog tapi tdk juga masuk kantor,, teriak saja saya kalau bupati tdk tau kerja hanya CARITAJI saja sementara saya kadang istirahat hanya 4 jam saja Bekerja pikirkan apa yg bisa saya lakukan Pertama Pengendalian banjir yg Tiap tahun lanjut program pemulihan ekonomi dgn mengajak org luar masuk berivestasi dgn jaminan keamanan dari sy sehingga bisa berinvestasi diblkb dan lapangan kerja buat adek2 saya spy tdktinggalkan semua blkb,, fasilitas semua bkn fasilitas negara saya gunakan.. semua milik saya Demi mau melihat blkb dan tinggalkan zona nyaman saya tp adek2 saya harus sadar sampai kapan blkb bisa lbh baik kalau harus di demo terus,, aspirasi tdk harus menjelekkan BUPATI dan WAKIL jg legislatif tp dialog kapan saja saya siap,, tp adek2 harus py bukti kalau minta diganti atau dicopot modal nya asn yg pungli misalnya,,kL tdk otentik tdk boleh,, ada regulasi yg atur."

Penulis : Rahmatullah
#Demo Ricuh #andi utta #Bulukumba #Andi Utta-Edy Manaf