Kamis, 03 Juni 2021 07:02

Naoemi Octarina Paparkan Program PKK Sulsel Terkait Penanganan Stunting dan Pandemi Corona

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Naoemi Octarina Paparkan Program PKK Sulsel Terkait Penanganan Stunting dan Pandemi Corona

PKK Sulsel juga turut andil dalam penanganan Covid-19

RAKYATKU.COM - Pelaksana tugas Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman membuka acara Hari Kesatuan Gerak PKK dan Rapat Kerja Daerah PKK Tingkat Provinsi Sulsel Tahun 2021 yang dilaksanakan di Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Rabu (2/6/2021).

Dalam kesempatan itu, Andi Sudirman Sulaiman mengapresiasi upaya PKK Provinsi Sulsel dan kabupaten kota yang selama ini turun melaksanakan program pemberdayaan keluarga. Apalagi di tengah pandemi, PKK juga gencar melakukan sosialisasi pelaksanaan protokol kesehatan.

"PKK Sulsel juga banyak berperan dalam penanganan stunting, gizi buruk, hingga membantu warga miskin atau prasejahtera," kata Andi Sudirman Sulaiman saat menyampaikan sambutan.

Baca Juga : Waspada! Oknum Gunakan Nama Pj Gubernur Sulsel Penipuan Dana Hibah Masjid

Meski telah banyak membantu pemerintah, Andi Sudirman Sulaiman mengatakan masih banyak tugas PKK yang perlu dilaksanakan ke depannya. Salah satunya adalah menciptakan generasi berkualitas.

"Semoga PKK bisa membangun Sulsel lebih baik lagi ke depannya. Melakukan penanganan stunting, kesehatan ibu dan anak, mengatasi anak putus sekolah, ketahanan pangan, dan lain-lain. PKK Provinsi dan kabupaten kota, harus bersinergi, bekerja bersama-sama," harap Andi Sudirman.

Sementara itu, pelaksana tugas Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel, Naoemi Octarina, memaparkan sejumlah program PKK Sulsel. Naoemi menyampaikan sejumlah upaya yang dilakukan PKK Sulsel untuk ikut andil dalam kemajuan Indonesia melalui program-programn seperti pendidikan, kesehatan, perbankan, dan sebagainya.

Baca Juga : Pj Gubernur Sulsel Imbau Masyarakat Bersihkan Lingkungan untuk Antispasi Banjir

"Untuk mengakses layanan tersebut, tentu membutuhkan kelengkapan dokumen. Saat pelaksanaan Rakernas PKK, program KISAK ini menjadi rekomendasi. Dan Sulsel menjadi pelopor, provinsi pertama yang menindaklanjuti hasil Rakernas ini," kata Naoemi.

PKK Provinsi Sulsel dan kabupaten kota disebut akan bersinergi menyadarkan masyarakat akan pentingnya dokumen kependudukan, sehingga dapat mengakses pelayanan publik. Mulai dari akta kelahiran hingga KTP, sangat dibutuhkan. PKK Sulsel juga berupaya menjadikan keluarga sebagai pelopor perubahan untuk penanganan stunting, angka kematian ibu hamil, dan angka kematian bayi.

"Sejauh ini belum ada data yang akurat mengenai angka kematian ibu dan bayi. Kita akan perbaiki sama-sama. Ke depan ada wacana, bagaimana jika data tersebut wajib ditembuskan ke PKK, agar bisa lebih diperhatikan," tambah Naoemi.

Baca Juga : Pj Gubernur Sulsel Jadi Pembicara Kunci Prominent Leaders Academy Program MIPI

Terkait penanganan stunting, Naoemi mengatakan PKK Sulsel sudah membentuk tim stunting yang akan turun ke kabupaten kota, menggandeng Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Dokter Spesialis Obgyn. Ke depannya, tambah Naoemi, PKK akan menjadi organisasi mandiri. Tidak hanya sekadar mengandalkan OPD, tetapi juga pihak swasta dan BUMN.

"Dalam pelaksanaan programnya, PKK Sulsel juga menitikberatkan pada lingkungan hidup, dimana PKK aktif melakukan penghijauan," bebernya.

Selain itu, PKK Sulsel juga turut andil dalam penanganan Covid-19. Naoemi mengungkapkan, PKK Sulsel aktif melakukan sosialisasi, apalagi masih banyak warga yang tidak memakai masker dan enggan mengikuti program vaksinasi.

Baca Juga : Penjabat Gubernur Sulsel Pastikan Stok Beras Aman Hingga Juni 2024

"Bagaimana peningkatan ekonomi selama pandemi Covid-19, PKK melakukan program inovasi agar perempuan bisa diberdayakan. Mulai dari memanfaatkan lahan pekarangan, hingga pelatihan untuk perempuan," jelasnya.

Adapun Ketua TP PKK Pusat, Tri Tito Karnavian dalam video sambutannya menyampaikan, Hari Kesatuan Gerak PKK merupakan momentum mendasar dan memiliki arti strategis, dalam implementasi 10 program pokok PKK. Gerakan PKK dikelola dari, oleh, dan untuk masyarakat.

"PKK dalam hal ini tim penggerak di seluruh pelosok nusantara, menjadi garda terdepan meewujudkan keluarga berkualitas. Gerakan PKK bukan semata menempatkan keluarga sebagai objek sasaran pemerintah, tapi mampu menginisiasi menuju kehidupan lebih baik, sebagaimana tujuan pembangunan nasional," tuturnya.

Baca Juga : BI Sulsel Siap Dukung Pengembangan Sektor Pertanian, Perikanan, dan Peternakan lewat KUR

Dalam kesempatan ini, juga dilakukan launching program Keluarga Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (KISAK), penandatanganan perpanjangan MoU PKK dan OPD lingkup Pemprov Sulsel, pemberian apresiasi bagi pemenang lomba, dan peninjauan stan pameran.

 

Penulis : Syukur
#TP-PKK Sulsel #Naoemi Octarina #Pemprov Sulsel