Rabu, 22 Juli 2026 12:57

PT Pertamina Trans Kontinental Gaungkan Aksi Bersih Pantai di Bitung, Jaga Coral Triangle dan Dukung Ekonomi Pesisir Berkelanjutan

Lisa Emilda
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Kegiatan yang berlangsung pada 18 Juli 2026 itu melibatkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), pemerintah kelurahan, PKK, komunitas lingkungan, masyarakat, hingga siswa sekolah dasa
Kegiatan yang berlangsung pada 18 Juli 2026 itu melibatkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), pemerintah kelurahan, PKK, komunitas lingkungan, masyarakat, hingga siswa sekolah dasa

PT Pertamina Trans Kontinental bersama Pertamina Group dan masyarakat menggelar Coastal Clean Up di Pantai Tangkoko, Bitung, untuk menjaga ekosistem Coral Triangle, mengurangi sampah plastik, dan mendukung SDGs.

RAKYATKU. COM, BITUNG Kelestarian ekosistem pesisir menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan industri maritim sekaligus mempertahankan keanekaragaman hayati laut Indonesia. Berangkat dari komitmen tersebut, PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) bersama Pertamina Group dan berbagai elemen masyarakat menggelar aksi Coastal Clean Up and Coastal Education di Pantai Tangkoko, Batuputih Bawah, Kota Bitung, Sulawesi Utara, sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan kawasan pesisir dan mendukung pembangunan berkelanjutan.

Kegiatan yang berlangsung pada 18 Juli 2026 itu melibatkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), pemerintah kelurahan, PKK, komunitas lingkungan, masyarakat, hingga siswa sekolah dasar.

Kolaborasi tersebut mencerminkan bahwa upaya menjaga laut tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan sinergi antara dunia usaha, pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat.

Baca Juga : Pertamina Mulai Salurkan Biosolar B50 di Sulawesi, Perkuat Ketahanan Energi dan Transisi Menuju BBM Lebih Ramah Lingkungan

Cegah Sampah Plastik Berakhir di Laut

Pelaksana Tugas Direktur Utama PT Pertamina Trans Kontinental, Eko Cahyadi, mengatakan kegiatan bersih pantai tidak sekadar menjadi aksi seremonial, tetapi merupakan langkah nyata mengurangi sampah, terutama plastik, yang berpotensi mencemari laut dan mengancam kehidupan biota.

Menurutnya, sampah yang tertinggal di kawasan pantai akan terbawa arus laut dan pada akhirnya dapat dikonsumsi oleh berbagai organisme laut sehingga mengganggu keseimbangan ekosistem.

Baca Juga : Astra Motor Sulsel Gandeng UMKM KT Cokonuri Edukasi 150 Siswa SMPN 40 Makassar Pilah Sampah

"Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memahami pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga secara langsung mengambil tindakan nyata untuk menjaga kebersihan dan kelestarian kawasan pesisir. Perubahan besar selalu dimulai dari tindakan-tindakan sederhana yang dilakukan secara bersama dan berkelanjutan," ujar Eko.

Selain membersihkan kawasan pantai, kegiatan tersebut juga diisi dengan edukasi lingkungan bagi peserta sebagai upaya membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya menjaga laut sejak usia dini.

Menjaga Jantung Keanekaragaman Hayati Laut Dunia

Baca Juga : Astra Motor Perluas Pemanfaatan Energi Surya, Targetkan Operasional Lebih Hijau Lewat Solar PV

Pantai Tangkoko memiliki nilai ekologis yang sangat tinggi. Berdasarkan kajian Seascapes Working Group CTI-CFF, kawasan tersebut termasuk bagian dari Coral Triangle, wilayah yang dikenal sebagai pusat keanekaragaman hayati laut terbesar di dunia.

Kondisi tersebut menjadikan Pantai Tangkoko sebagai kawasan strategis yang tidak hanya penting bagi Indonesia, tetapi juga bagi konservasi ekosistem laut global.

Melalui aksi bersih pantai, PTK berharap kawasan tersebut tetap terjaga sehingga mampu mempertahankan fungsi ekologisnya sekaligus meningkatkan daya tarik wisata bahari di Sulawesi Utara.

Baca Juga : Pertamina Dorong Ekonomi Kreatif Pesisir, Rumah Anak Pesisir Bitung Disiapkan Jadi Inkubator Wirausaha Baru

Lingkungan pesisir yang bersih diyakini dapat mendorong peningkatan kunjungan wisatawan, memperbesar Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta menciptakan multiplier effect bagi perekonomian masyarakat pesisir melalui sektor pariwisata, perikanan, dan usaha mikro.

Komitmen Industri Maritim Hijau

Direktur Armada PT Pertamina Trans Kontinental, Dewi Susanti, menegaskan bahwa keberadaan PTK sebagai perusahaan yang bergerak di sektor logistik dan transportasi maritim harus memberikan kontribusi nyata terhadap pelestarian lingkungan.

Baca Juga : Pertamina Patra Niaga Sulawesi Perkuat Kepedulian Sosial melalui Program BERKAH di Makassar

Menurutnya, keberlanjutan industri pelayaran hanya dapat diwujudkan apabila kesehatan ekosistem laut tetap terjaga.

"Sebagai pilar utama dalam industri maritim, kesehatan ekosistem laut menjadi prioritas jangka panjang bagi PTK. Komitmen keberlanjutan tersebut memastikan operasional industri dan kelestarian alam dapat berjalan beriringan," kata Dewi.

Komitmen tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina Group dalam mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam aktivitas bisnis perusahaan.

Baca Juga : Pertamina Patra Niaga Sulawesi Perkuat Kepedulian Sosial melalui Program BERKAH di Makassar

Dukung Target SDGs

Melalui kegiatan Coastal Clean Up and Coastal Education, PT Pertamina Trans Kontinental menegaskan komitmennya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 14 (Life Below Water) mengenai pelestarian ekosistem laut dan Tujuan 13 (Climate Action) terkait penanganan perubahan iklim.

Lebih dari sekadar aksi membersihkan pantai, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa menjaga laut merupakan investasi jangka panjang bagi keberlanjutan lingkungan, ekonomi, dan kehidupan masyarakat pesisir Indonesia.

#Pertamina Trans Kontinental #PTK #Coastal Clean Up #Pantai Tangkoko #Bitung #sulawesi utara #Coral Triangle #Ekosistem Laut #lingkungan #SDGs #perubahan iklim #Sampah Plastik #Pertamina Group #maritim #ESG.