RAKYATKU.CIM,MAKASSAR – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan operasional SPBU Cokro di Jalan Cokroaminoto, pintu 1 Universitas Hasanuddin, Makassar, tetap berjalan normal setelah insiden yang melibatkan dua konsumen pada Minggu pagi (19/7/2026). Perusahaan juga menegaskan bahwa pelayanan pengisian bahan bakar minyak (BBM) kepada masyarakat tetap berlangsung sesuai standar operasional dengan mengutamakan aspek keamanan dan kenyamanan konsumen.
Berdasarkan informasi awal yang diterima Pertamina, insiden tersebut diduga dipicu oleh kesalahpahaman saat proses antrean pengisian BBM. Perkara tersebut kini telah ditangani aparat kepolisian sesuai kewenangannya.
Berawal dari Kesalahpahaman Antrean
Baca Juga : Pertamina Pastikan Pasokan BBM di Sulawesi Aman, Distribusi Terus Dioptimalkan hingga Daerah
Hasil koordinasi awal dengan pengelola SPBU menunjukkan salah seorang konsumen yang menjadi korban hendak melakukan pengisian BBM non-subsidi melalui jalur pelayanan yang memang telah disediakan khusus.
Namun, kondisi tersebut diduga dipersepsikan oleh konsumen lain sebagai upaya memotong antrean sehingga memicu perselisihan yang berujung pada insiden di lokasi.
Petugas SPBU segera memberikan pertolongan pertama kepada korban sebelum dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara itu, pihak yang diduga terlibat telah diamankan aparat kepolisian dan proses hukum sepenuhnya berada dalam penanganan pihak berwenang.
Baca Juga : Pertamina Perkuat Sinergi dengan Kejati Sultra, Dorong Tata Kelola Energi yang Transparan dan Akuntabel
Operasional SPBU Tetap Berjalan Normal
Sales Branch Manager Sulselbar I Fuel Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Muhammad Yoga Prabowo, menegaskan bahwa kejadian tersebut tidak mengganggu aktivitas operasional SPBU maupun pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, Pertamina terus berkoordinasi dengan pengelola SPBU agar seluruh layanan tetap berjalan aman, tertib, dan sesuai prosedur.
"Pertamina terus berkoordinasi dengan pengelola SPBU untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berlangsung dengan aman dan tertib. Kami juga mengimbau seluruh konsumen agar mengikuti mekanisme antrean dan arahan petugas di lapangan sehingga proses pengisian BBM dapat berlangsung dengan lancar serta memberikan kenyamanan bagi seluruh pengguna layanan," ujar Yoga.
Ia menjelaskan, setiap SPBU memiliki prosedur operasional dalam mengatur arus kendaraan, termasuk pemisahan jalur pelayanan berdasarkan jenis BBM maupun kebutuhan operasional. Sistem tersebut diterapkan untuk menjaga kelancaran pelayanan sekaligus menghindari potensi kepadatan antrean.
Perkuat Pengawasan dan Koordinasi
Sementara itu, Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan keamanan dan keselamatan konsumen menjadi prioritas dalam setiap aktivitas pelayanan di SPBU.
Karena itu, Pertamina akan terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan operasional di lapangan, termasuk memperkuat pengawasan serta koordinasi dengan pengelola SPBU dan aparat terkait.
"Keamanan dan keselamatan konsumen menjadi perhatian dalam setiap aktivitas pelayanan di SPBU. Pertamina bersama pengelola SPBU akan terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pelayanan di lapangan, memperkuat pengawasan, serta meningkatkan koordinasi dengan aparat dan para pemangku kepentingan agar kegiatan operasional berlangsung tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh konsumen," kata Lilik.
Pertamina juga mengajak masyarakat untuk selalu menjaga ketertiban saat berada di area SPBU, mematuhi arahan petugas, serta mengedepankan penyelesaian setiap persoalan secara baik tanpa tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
Sebagai bentuk komitmen terhadap pelayanan publik, Pertamina membuka akses pengaduan bagi masyarakat melalui Pertamina Contact Center (PCC) 135 apabila menemukan kendala layanan maupun indikasi pelanggaran dalam penyaluran BBM. Seluruh laporan yang diterima akan diteruskan kepada unit terkait untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.
