Selasa, 08 September 2026 21:46

Sineas Makassar Unjuk Gigi: Film "Jangan Lupa Bahagia" Sajikan Haru dan Tawa Perjuangan Keluarga

Lisa Emilda
Konten Redaksi Rakyatku.Com
(ki-kan) Sutradara,  Andi Burhamzah, Penulis dan Pemain : Abu dan Tumming, Ulla diperankan Alghifahri Jasin, Anggu Batari,M Akif Dhifullah (anak bungsu)
(ki-kan) Sutradara, Andi Burhamzah, Penulis dan Pemain : Abu dan Tumming, Ulla diperankan Alghifahri Jasin, Anggu Batari,M Akif Dhifullah (anak bungsu)

Resensi & kabar rilis film "Jangan Lupa Bahagia" karya sutradara Andi Burhamzah. Dibintangi Abu, Tumming, dan Alghifahri Jasin, film sinema Makassar ini menyajikan kisah hangat perjuangan tulang punggung keluarga.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR — Sinema lokal Indonesia kembali menunjukkan taji dan kualitasnya. Film terbaru garapan sutradara Andi Burhamzah berjudul Jangan Lupa Bahagia merayakan momen penting peluncurannya lewat acara Gala Premiere dan konferensi pers bersama para awak media.

Ditulis sekaligus dibintangi oleh duo komedian populer asal Makassar, Abu dan Tumming, film ini menghadirkan perpaduan hangat antara drama kehidupan yang menyentuh hati dan komedi segar khas daerah.

Kisah Perjuangan dan Solidaritas Sahabat

Baca Juga : Gala Premiere Film Uang Passolo di Makassar, Wakil Wali Kota Apresiasi Karya Budaya Lokal

Jangan Lupa Bahagia mengangkat kisah Ulla (diperankan oleh Alghifahri Jasin), seorang anak sulung yang harus berhadapan dengan kenyataan pahit. Setelah kepergian kedua orang tuanya, Ulla mendadak harus menjadi tulang punggung keluarga bagi adik-adiknya, termasuk si bungsu yang diperankan oleh M Akif Dhifullah.

Di tengah impitan ekonomi dan beratnya beban hidup, Ulla tidak berjuang sendirian. Dua sahabat karibnya (Tumming dan Abu) hadir mengulurkan tangan, membantu meringankan beban serta memberikan warna dalam hidup Ulla. Tak hanya itu, kehadiran karakter kasir yang diperankan Anggu Batari turut memberi dinamika cerita yang memikat.

Pesan Moral yang Mendalam

Baca Juga : Film “Badik”: Warisan Bugis-Makassar di Layar Lebar, Kisahkan Kehormatan dan Cinta dalam Bingkai Budaya Lokal

Lebih dari sekadar hiburan tawa, film ini membawa refleksi mendalam mengenai arti kebahagiaan. Sang sutradara menekankan bahwa kebahagiaan sering kali salah diartikan hanya saat tujuan akhir tercapai. Lewat film ini, penonton diajak untuk menyadari bahwa di setiap proses perjuangan hidup—seberat apa pun itu—kebahagiaan selalu bisa ditemukan jika dijalani bersama.

Buah Kesabaran 4 Tahun Produksi

Proses penggarapan film yang mengambil lokasi syuting di kawasan Makassar (seperti daerah Tinumbu/Makassar Utara) ini telah diproduksi sejak tahun 2022. Setelah menempuh perjalanan panjang selama 4 tahun hingga siap tayang di layar lebar, film ini menjadi bukti dedikasi tinggi para sineas daerah.

Baca Juga : Film “Badik”: Warisan Bugis-Makassar di Layar Lebar, Kisahkan Kehormatan dan Cinta dalam Bingkai Budaya Lokal

Sebagai karya sinema anak bangsa yang kaya akan nilai budaya lokal, humor cerdas, serta pesan kekeluargaan yang kuat, Jangan Lupa Bahagia menjadi salah satu tontonan berbobot yang patut diapresiasi dan didukung penuh oleh masyarakat Indonesia.

#Jangan Lupa Bahagia #film Makassar #Cinema Indonesia #Abu Tumming #Andi Burhamzah #Alghifahri Jasin #Anggu Batari #M Akif Dhifullah #Gala Premiere #Film lokal