Jumat, 19 Maret 2021 14:57

Wanita Ini Meninggal Usai Disuntik Vakisn Covid-19 AstraZeneca

Fathul Khair Akmal
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Wanita Ini Meninggal Usai Disuntik Vakisn Covid-19 AstraZeneca

Wanita ini meninggal dunia setelah disuntik vaksin Covid-19 AstraZeneca. Otoritas Swedia masih akan menghentikan penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca hingga pekan depan.

RAKYATKU.COM - Seorang wanita di Swedia meninggal dunia setelah sepekan mendapat suntikan vaksin Covid-19 AstraZeneca.

"Ini adalah kasus penggumpalan darah di arteri dan vena dan juga perdarahan hebat, yakni peristiwa tak biasa yang menjadi fokus penyelidikan Badan Pengawas Obat Eropa (EMA)," kata Kepala Keamanan Obat Swedish Medical Products Agency, Veronica Arthurson.

Otoritas Swedia pada Kamis (18/3) mengatakan masih akan menghentikan penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca hingga pekan depan.

Baca Juga : Diharamkan MUI, AstraZeneca Justru Vaksin Paling Efektif Lawan Covid-19 di Arab Saudi

Sementara itu, EMA menyimpulkan vaksin Covid-19 yang diproduksi Oxford-AstraZeneca "aman dan efektif".

EMA melakukan investigasi setelah 13 negara anggota Uni Eropa menghentikan sementara vaksinasi Covid-19 setelah muncul kekhawatiran vaksin AstraZeneca "bisa menyebabkan penggumpalan darah".

 

Pada Kamis (18/03), EMA menyatakan "suntikan vaksin tidak menyebabkan peningkatan risiko penggumpalan darah".

Baca Juga : Penduduk Indonesia Terima Vaksin Penuh COVID-19 Baru 9,75 Persen

Direktur eksekutif EMA, Emer Cooke, dalam keterangan pers mengatakan, vaksin AstraZeneca aman dan efektif.

Sponsored by MGID

"Manfaatnya dalam melindungi warga dari Covid-19 terkait dengan potensi kematian dan perawatan di rumah sakit (jika terkena Covid-19) lebih besar daririsiko yang mungkin ditimbulkan," ujar Cooke dikutip dari okezone.com.

EMA mengatakan tetap "sangat yakin" atas manfaat vaksin Oxford-AstraZeneca melebihi risiko yang ditimbulkan.

Baca Juga : Pakar: Vaksin Selamatkan 50 Juta Nyawa, tapi COVID-19 Ancam Kemajuan Masa Depan

Regulator itu kembali menekankan "tak ada indikasi" vaksin itu menyebabkan penggumpalan darah, setelah sejumlah negara besar Eropa menunda distribusi.

Cooke, mengatakan badan itu tetap pada keputusan mereka menyepakati vaksin AstraZeneca. Adapun penyelidikan terkait kasus penggumpalan darah atas 37 orang masih berlangsung.

Terkait hal ini, Italia, Spanyol, dan Jerman mengumumkan mereka akan melanjutkan kembali vaksinasi.

Sponsored by advertnative
 
#Vaksin AstraZeneca #Vaksin Covid-19