Rabu, 10 Maret 2021 13:13

Penting! Ini Penjelasan Kepala Balai BBWS Pompengan Jeneberang soal Kondisi Bendungan Bili-Bili

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Air yang tidak bisa dikendalikan berasal dari Sungai Jenelata. Biasanya, pintu air di Bili-Bili akan dibuka jika air di Sungai Jenelata berkurang.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Hujan mengguyur dan sekitarnya selama dua hari terakhir. Hujan ini mengakitkan genangan air terjadi di sejumlah tempat di Kota Makassar dan berbagai daerah di Sulawesi Selatan.

Dengan curah hujan tersebut salah satu yang menjadi perhatian adalah kondisi Bendungan Bili-Bili yang berada di Kabupaten Gowa.

"(Sungai) Jeneberang, kan, elevasi waspada di 31,79, tapi versi siaganya 32,24 yang siaga. Memang sekarang ini waspada, tetapi ini terus kita monitor. Kita kendalikan dari hulu, dari Bili-Bili, tapi kita hanya bisa kendalikan dari Bili-Bili karena ada bendungan dari Jenelata kita tidak bisa mengendalikan karena belum ada bangunan," kata Kepala Balai BBWS Pompengan Jeneberang, Adenan Rasyid, Rabu (10/3/2021).

Baca Juga : Tanam Pohon di Hari Air Sedunia, Kapolres Gowa: Jangan Wariskan Air Mata untuk Anak Cucu Kita

Adenan mengatakan, air yang tidak bisa dikendalikan berasal dari Sungai Jenelata. Biasanya, pintu air di Bili-Bili akan dibuka jika air di Sungai Jenelata berkurang.

"Kebanyakan ini karena kontribusi dari Sungai Jenelata yang tidak bisa kita kendalikan sama sekali. Kalau Bili-Bili bisa kita kendalikan. Jadi Bili-Bili ini jika Jenelata banyak airnya, curah hujan tinggi di Bili-Bili kita tahan. Tetapi, begitu Jenelata tidak ada hujan, elevasi turun dan hilirnya Sungai Jeneberang turun, baru kita rilis dari bendungan," bebernya.

 

Namun, jika curah hujan tinggi dan air bersamaan tinggi, hal ini yang dianggap Adenan bikin repot untuk mengaturnya. Meski demikian, saat ini pihaknya masih terus memantau.

Baca Juga : Minimalisir Banjir di Kodam III, Danny Pomanto Instruksikan DPU Keruk Sungai Biring Jenne

"Yang jadi masalah jika berbarengan, seperti satu dua hari ini. Dari hulu Jenelata hujan tinggi kemudian dari hulu Bili-Bili juga curah hujan tinggi. Ini kita agak repot mengaturnya, tapi kita masih berusaha semaksimal mungkin," sebutnya.

Adenan juga mengatakan, pihaknya telah melakukan kordinasi dengan BMKG terkait curah hujan untuk beberapa bulan terakhir. Dengan demikian pihaknya dapat mengetahui prakiraan cuaca.

"Kita sudah komunikasi dengan BMKG terkait prediksi hujan pada bulan Februari, Maret, dan April. Kita dapat konfirmasi, di Maret memang masih hujan, April juga masih ada. Makanya kita siap siaga terus," bebernya.

Baca Juga : Elevasi Waduk Bili-Bili Masih Aman; Warga Jangan Resah, Tingkatkan Kewaspadaan

Dengan kondisi hujan saat ini, Adenan pun menyebut pihaknya mengingatkan kepada masyarakat termasuk kepada pemerintah daerah untuk menginformasikan agar mengurangi kegiatan di bantaran sungai. Hal ini dilakukan guna menghindari hal-hal yang tak diinginkan.

"Sudah kita beri peringatan ke masyarakat termasuk sampaikan ke forkopimda agar masyarakat kurangi aktivitas di bantaran sungai, mengambil ikan tahan dulu," katanya.

Penulis : Syukur
#BBWS Pompengan #Bendungan Bili-bili #Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan-Jeneberang #BBWS Jeneberang