Kamis, 21 Januari 2021 09:45

Buah Naga Identik dengan Tiongkok, India Ubah Namanya Menjadi Teratai dalam Bahasa Sansekerta

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
ILUSTRASI
ILUSTRASI

Karena bentuk buahnya seperti teratai, Gujarat mengganti nama buah naga dengan teratai. Tapi menggunakan bahasa Sansekerta, kamalam.

RAKYATKU.COM -- India melakukan "perang" total dengan China. Setelah menghentikan sejumlah aplikasi buatan Tiongkok, nama buah-buahan pun diubah.

Salah satunya buah naga. Nama ini dianggap identik dengan China. Pemerintah negara bagian Gujarat di India memutuskan untuk mengubah nama buah naga.

Karena bentuk buahnya seperti teratai, Gujarat mengganti nama buah naga dengan teratai. Tapi menggunakan bahasa Sansekerta, kamalam.

Baca Juga : Pemberi Mengaku Hanya Menunggu Kematian, Penarik Becak Ini Diberi Warisan Rp2 Miliar

"Tidak ada yang politis tentang itu," kata menteri utama Gujarat Vijay Rupani seperti dikutip dari Gulf News, Rabu (20/1/2021).

Teratai atau kamal dalam bahasa Hindi adalah simbol dari Partai Bharatiya Janata (BJP) yang berkuasa. "Buah tersebut selanjutnya akan dikenal sebagai kamalam di negara bagian tersebut," kata Rupani, yang berasal dari BJP.

 

India dan China saat ini terkunci dalam kebuntuan militer di sepanjang perbatasan Himalaya mereka. New Delhi menanggapi kematian 20 tentaranya pada bulan Juni dengan melarang aplikasi buatan China dan membatasi impor.

Baca Juga : Anak Menteri di India Ditangkap Terkait Pembunuhan Petani

Perkembangan itu terjadi beberapa bulan setelah Perdana Menteri Narendra Modi memuji petani dalam program radio untuk membudidayakan buah naga di wilayah gersang Kutch di Gujarat.

Sponsored by MGID

"Setelah itu para petani mendekati saya, dan menyarankan untuk mengubah nama buah naga menjadi kamalam," kata Vinod Chavda, anggota Parlemen BJP dari Kutch seperti dikutip dari Reuters.

"Saya senang negara telah menerima usulan tersebut," lanjutnya.

Baca Juga : Baku Tembak di Ruang Sidang, Bos Gangster Ditembak di Kepala hingga Tewas

Seorang petani, Haresh Thakkar mengatakan, ada lebih dari 200 petani di Kutch yang menanam buah naga pada lahan lebih dari 1.500 hektare.

"Nama buah India akan membawa lebih banyak kebahagiaan bagi kami. Kami rasa tingkat penerimaan buah ini juga akan meningkat jika dipandang sebagai buah India," kata Thakkar yang telah menanam buah naga selama lima tahun ini.

Smentara oposisi menyebut perubahan nama itu tipu muslihat.

Baca Juga : Uji Klinis Berhasil, Umifenovir Efektif Obati COVID-19

"Pemerintah tidak memiliki apa pun yang berharga untuk ditampilkan sebagai pencapaian, dan sedang berusaha mengalihkan perhatian dari masalah nyata," kata juru bicara Kongres Gujarat Manish Doshi.

 

Sponsored by advertnative
 
#buah naga #India