Senin, 18 Januari 2021 08:01

"Andai Benar, Aku Lari Duluan," Kepala BMKG Tetap Imbau Warga Menjauh dari Pantai dan Tebing

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
"Andai Benar, Aku Lari Duluan," Kepala BMKG Tetap Imbau Warga Menjauh dari Pantai dan Tebing

BMKG mengatakan pesan berantai itu tidak benar. Lalu, mengapa warga diminta menjauhi pantai?

RAKYATKU.COM -- BMKG dan BNPB membantah kebenaran pesan berantai tentang potensi tsunami di Mamuju. Lalu, mengapa warga diminta menjauh dari pantai?

"Seandainya benar, aku udah lari duluan. Insya Allah Tuhan melindungi," kata Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati di Mamuju, Minggu (17/1/2021).

"Jadi jangan keluar dari Mamuju karena kami pun ada di sini," katanya.

Baca Juga : BMKG: Empat Provinsi Ini Berpotensi Banjir Bandang pada 15 September 2021

Isi pesan berantai itu tak sepenuhnya salah. BMKG memang sejak awal mengimbau warga untuk waspada dengan gempa susulan. Maklum, gempa yang meluluhlantakkan Mamuju dan Majene adalah yang ketiga. Gempa pembuka hanya berkekuatan 5,9 SR.

Gempa tak seperti hujan yang bisa diprakirakan. Berdasarkan pergerakan awan, BMKG bisa memprediksi hujan terjadi kapan dan di wilayah mana, walau kadang juga meleset.

 

Gempa tidak bisa. Hanya potensinya berdasarkan lempeng bumi. Kapan terjadi dan di mana pusatnya, hanya Allah Yang Maha Kuasa yang tahu. Apalagi tsunami.

Baca Juga : Rusak Akibat Gempa, Masjid Babul Jannah Majene Kembali Dibangun

Pesan yang dibantah Dwikorita adalah ajakan untuk meninggalkan Mamuju.

Sponsored by MGID

"Saya mohon masyarakat terutama di Mamuju dan sekitarnya tidak perlu panik dan terpancing terhadap isu apalagi yang mengatakan kekuatannya (gempa) bisa 8,2. Tidak pernah BMKG mengatakan hal seperti itu," katanya.

Dwikorita menyebut, yang dikatakan BMKG sebenarnya ialah analisis mengenai gempa susulan yang kurang lebih sebesar gempa pada Jumat dini hari (15/1/2021). Namun, potensi yang paling mendekati ialah gempa yang berkekuatan lebih rendah.

Baca Juga : Peringatan Tsunami! BMKG Minta Warga Maluku Tengah Jauhi Pantai

"Yang kami imbau adalah jauhi bangunan-bangunan yang mudah runtuh, cari tempat yang aman jauh dari runtuhan bangunan, lereng yang rawan longsor, dan cukup jauh dari pantai," lanjut Dwikorita.

Kepala BNPB, Letjen TNI Doni Monardo juga meminta agar masyarakat Mamuju tidak mudah terpengaruh dengan kabar yang beredar dan meresahkan warga terkait peristiwa gempa bumi.

“Jangan mudah percaya dengan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” kata Doni saat melakukan peninjauan lokasi terdampak gempa bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuldjono dan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, Minggu (17/1/2021).

Baca Juga : BMKG Ingatkan Potensi Tsunami 29 Meter, Warga Diminta Buat Jalur Evakuasi ke Dataran Tinggi

Sebelumnya BMKG telah merilis informasi mengenai adanya potensi gempa susulan. Akan tetapi pihaknya memastikan bahwa kekuatannya tidak akan sebesar gempa kedua atau mainshock seperti yang terjadi pada Jumat dini hari.

BMKG meminta agar masyarakat tetap tenang namun waspada guna mengantisipasi adanya potensi gempa susulan tersebut.

BNPB juga mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan perbukitan dengan tebing curam untuk waspada terhadap longsoran dan reruntuhan batu.

Baca Juga : Soal Gempa Magnitudo 8.5 dan Tsunami pada 4 Juni, Ini Penjelasan Resmi BMKG

Selain itu, bagi yang tinggal di kawasan pantai atau pesisir, diharapkan untuk selalu waspada dan segera menjauhi pantai apabila merasakan adanya gempa susulan.

Sponsored by advertnative
 
#gempa sulbar #bmkg