RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (TN Babul) belum membuka pendakian di Gunung Bulusaraung pasca insiden kecelakaan pesawat ATR 42-500.
Kepala Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, Abdul Rajab, mengatakan bahwa pihaknya saat ini tengah fokus melakukan pembersihan sampah serta penataan jalur pendakian yang terdampak aktivitas evakuasi dan pencarian korban.
"Kami masih menyiapkan site pendakian Gunung Bulusaraung dengan kegiatan bersih sampah dan pemulihan kawasan pascaoperasi SAR. Untuk sementara, aktivitas pendakian belum dapat kami buka," kata Rajab kepada wartawan pada Senin (26/1/2026).
Baca Juga : 10 Jenazah Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 Ditemukan Tim SAR
Terkait serpihan pesawat yang masih ada ditemukan di lereng Gunung Bulusaraung, Rajab menyebut hal tersebut akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Namun ia memastikan bahwa komponen vital pesawat seperti Black Box dan Emergency Locator Transmitter (ELT) telah dibawa oleh KNKT ke Jakarta.
"Informasi dari KNKT menyebutkan bahwa serpihan, Black Box, dan dokumentasi yang dibawa sudah cukup mewakili proses identifikasi sementara. Karena itu, proses evakuasi di lapangan telah dihentikan," tambahnya.
Sebagai informasi, sebelumnya, pesawat ATR 42-500 dengan nomor registrasi PK-THR mengalami kecelakaan di kawasan Pegunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan pada Sabtu (17/1/2026).
