Jumat, 11 Desember 2020 12:02

Bayi Ini Lahir dari Embrio yang Dibekukan Selama 28 Tahun

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Foto: NEDC.
Foto: NEDC.

Diketahui, embrio Molly dibekukan pada 14 Oktober 1992. Direktur University of Tennessee Preston Medical Library, Martha Earl, sudah meneliti jurnal medis dan tidak pernah menemukan kasus kelahiran hidup dari embrio yang telah dibekukan lebih dari 20 tahun.

RAKYATKU.COM - Seorang bayi perempuan bernama Molly baru saja lahir pada Oktober 2020 dengan berat sekitar 3 kilogram, setelah embrionya dibekukan sejak 1992 atau 28 tahun yang lalu.

Pada Februari 2020, embrio Molly ditanamkan dalam rahim Tina Gibson, sang ibunda.

Tina dan suaminya telah berjuang hampir lima tahun untuk mendapatkan buah hati. Suatu hari, orang tua Tina mengetahui cerita tentang adopsi embrio di berita lokal dan memberi tahu anaknya.

Baca Juga : 

"Kami merasa sangat diberkati Tuhan karena sudah memutuskan yang menjadi keluarga kami. Saya tidak bisa membayangkan memiliki anak lain, selain mereka," kata Tina.

Tina dan suaminya menghubungi National Embryo Donation Center (NEDC), sebuah organisasi nirlaba di Knoxville, Amerika Serikat (AS). Organisasi ini menyimpan embrio beku pasien yang menjalani proses bayi tabung dan sengaja disimpan untuk didonasikan.

Pasangan yang ingin mendapatkan embrio diberikan 200 sampai 300 profil pendonor, lengkap dengan riwayat keluarga masing-masing. Keluarga Gibson yang sudah lama menginginkan anak, tidak begitu peduli dengan banyaknya pilihan embrio.

 

"Saya dan suami mencoba mempersempit pilihan berdasarkan tinggi dan berat, lalu mencari yang mirip dengan kami," sambungnya.

Kelahiran Molly mencetak rekor baru untuk embrio terlama yang dibekukan dan berhasil dilahirkan. Rekor sebelumnya dipegang kakak Molly, Emma, yang juga lahir dari rahim Tina Gibson pada 2017, melalui proses donor embrio.

Berdasarkan donor embrio, Molly dan Emma adalah saudara kandung. Kedua embrio mereka disumbangkan dan dibekukan pada 1992, saat usia Tina Gibson masih setahun, di mana embrio Molly berusia 27 tahun sedangkan embrio Emma berusia 24 tahun saat ditransfer.

Kelahiran Molly menunjukkan, tidak ada batasan waktu bagi embrio untuk dibekukan. Terlebih, teknik pembekuan telah berubah secara signifikan sejak 1990-an.

Diketahui, embrio Molly dibekukan pada 14 Oktober 1992. Direktur University of Tennessee Preston Medical Library, Martha Earl, sudah meneliti jurnal medis dan tidak pernah menemukan kasus kelahiran hidup dari embrio yang telah dibekukan lebih dari 20 tahun.

Sementara dikatakan Dr. Sigal Klipstein, direktur program donor sel telur di InVia Fertility Specialists di Chicago, lamanya waktu yang dihabiskan embrio untuk dibekukan bukanlah hal penting bagi dokter kesuburan. Paling penting itu kualitas embrionya, Bunda.

"Jika itu adalah embrio berkualitas baik, kami mengharapkan dia akan tetap menjadi embrio yang baik pada saat pembekuan dan waktu pencairan," ujar Klipstein.

Menurut NEDC, masa simpan embrio beku memang tidak terbatas. Namun, kerangka waktunya dibatasi oleh usia teknologi. Contohnya, bayi pertama lahir di Australia pada 1984 dari embrio yang dibekukan setelah proses IVF atau bayi tabung.

"Sangat mungkin suatu hari nanti akan ada embrio berusia 30 tahun yang lahir," kata Mark Mellinger, direktur pemasaran dan pengembangan NEDC.

#bayi #Embrio