Minggu, 29 November 2020 12:05

60% Wisudawan Angkatan Pertama AK-Manufaktur Bantaeng Langsung Bekerja

Fathul Khair Akmal
Konten Redaksi Rakyatku.Com
60% Wisudawan Angkatan Pertama AK-Manufaktur Bantaeng Langsung Bekerja

Sebanyak 95 mahasiswa angkatan pertama Akademi Komunitas Industri Manufaktur Bantaeng telah wisuda.

RAKYATKU.COM, BANTAENG - Sebanyak 95 mahasiswa angkatan pertama Akademi Komunitas Industri Manufaktur Bantaeng telah wisuda.

Pelaksanaan Rapat Senat Luar Biasa Wisuda Angkatan Pertama Akademi Komunitas Industri Manufaktur Bantaeng, Sabtu (28/11/2020). Yang juga dilaksanakan secara Nasional bersama seluruh unit pendidikan di lingkungan Kementerian Perindustrian melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI).

Mengingat masih dalam kondisi pandemi Covid-19, pelaksanaan Rapat Senat Luar Biasa Wisuda Angkatan Pertama Akademi Komunitas Industri Manufaktur Bantaeng tetap memperhatikan protokol kesehatan. Bahkan para mahasiswa yang wisuda ini telah melakukan tes swab.

Baca Juga : 

Direktur Akademi Komunitas Industri Manufaktur Bantaeng, Zainal Abidin menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan Wisuda I Akademi Komunitas Industri Manufaktur Bantaeng tahun 2018/2019. 

Ia menyampaikan, 95 orang ahli muda (A.Ma) lulusan jenjang diploma II untuk 3 program studi yaitu 32 orang untuk program studi teknik listrik dan instalasi; 32 orang program studi analisis kimia; dan 31 orang program studi teknik perawatan mesin.

Sebelumnya, para mahasiswa itu telah melakukan praktek industri pada berbagai perusahaan yaitu PT Huadi Nickel-Alloy Indonesia; PT Charoen Pokphand PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk; PT Semen Tonasa; PT Eastern Pearl Flour Mills; PT Makassar Tene; PT Mars Symbioscience Indonesia; PT Suntory Garuda Food; PT Band; PT Harapan Jaya Multi Bisnis; PT Jaya Karya Makassar; PT Perkasa Agung Sejati; PT Industri Kapal Indonesia; PT Karunia Tirta; CV Ainun Rukayya; PT Sucofindo; PT Geoservice Balikpapan.

 

Lulusan Akademi komunitas industri manufaktur Bantaeng selain memperoleh ijazah juga memperoleh sertifikat kompetensi dari BNSP berdasarkan hasil uji kompetensi yang dilaksanakan untuk 3 skema sertifikasi

"Sebagai Perguruan Tinggi Vokasi yang baru berdiri pada tahun 2018 , maka Akademi Komunitas Industri Manufaktur Bantaeng pada wisuda kali I menghasilkan 95 orang lulusan dan telah bekerja ataupun diminta oleh perusahaan sebanyak 57 orang atau sekitar 60% dan 37 orang dalam proses," ungkap Zainal.

AK-Manufaktur Bantaeng sebagai Salah satu Perguruan Tinggi Vokasi dibawah Pusat Pengembangan Kejuruan Vokasi Industri (PPKVI) Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri Kementerian Perindustrian, kata dia, diharapkan menjadi pusat penyedia tenaga kerja yang kompeten khususnya industri manufaktur dibidang perawatan mesin , teknik listrik dan instalasi serta analisis kimia melalui penyelenggaraan pendidikan dual system dengan kurikulum berbasis SKKNI.

"Memasuki era industri 4.0 dengan perkembangan industri berbasis jaringan , menuntut Perguruan Tinggi Termasuk Akademi Komunitas Industri Manufaktur Bantaeng melakukan Pengembangan Kompetensi Industri 4.0 sebagai salah satu arah dan pengembangan Politeknik dan Akademi Komunitas dibawah Pusat Pengembangan Kejuruan Vokasi Industri (PPKVI) Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri Kementerian Perindustrian," jelasnya.

Dirinya mengaku, bahwa AK-Manufaktur Bantaeng merupakan salah satu dari 5 perguruan tinggi yang mendapatkan pendampingan dari Swiss Contact yang ditunjuk oleh Pemerintah Konfederasi Swiss melalui program S4C (Skills for Competitiveness). "Hal tersebut dalam hal pengembangan kurikulum , hubungan industri , penyusunan rencana strategis, lay out peralatan dan beberapa pendampingan lainnya seperti Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI ) dan Akreditasi," terangnya.

Zainal Abidin pun mengatakan harapannya untuk wisudawan. "Gunakan pengetahuan, skill dan attitude yang kalian miliki untuk mendarmabaktikan diri. Jaga dan junjung tinggi nama baik almamater Akademi Komunitas Industri Manufaktur Bantaeng," pintanya.

Secara virtual, Kepala BPSDMI Kemenperin Eko S.A Cahyanto menyampaikan, dukungan BPSDMI dalam pengembangan dan peningkatan kapasitas Dosen vokasi di lingkungan Kemenperin dapat dilihat melalui penyediaan pelatihan-pelatihan peningkatan kompetensi yang bekerjasama dengan institusi pendidikan vokasi baik di dalam negeri maupun luar negeri, seperti Singapura, Australia dan Jepang.

"Hingga tahun-tahun mendatang, Indonesia akan mengalami bonus demografi, dengan pemuda-pemuda produktif akan mendominasi penduduk Indonesia. Bonus demografi ini merupakan modal penting bagi kami untuk menyiapkan SDM industri yang kompeten dan berdaya saing untuk mendorong percepatan hilirisasi industri demi program subtitusi impor," ungkap Eko.

Penulis : Irmawati Azis
#AK-Manufaktur Bantaeng